Daftar Tempat dengan Risiko Penularan COVID-19 Tertinggi hingga Rendah
Rabu, 10 Juni 2020 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Berenang di kolam pribadi di rumah mungkin aman. Tapi, kalau di kolam publik, tentu lain ceritanya.
"Tak ada cara apapun untuk membuat berenang di kolam umum jadi aman. Bagaimana bisa Anda memakai masker di kolam renang," ujar Emig.
Pasalnya, kata Emig, belum ada masker yang waterproof. Selain itu, kerumunan orang juga akan memperbesar risiko.
"Kami belum menemukan data yang menunjukkan virus akan mati di kolam renang. Air kolam memang mengandung klorin, tapi itu belum efektif untuk mengurangi risiko penyebaran virus hingga ke angka nol," timpal Husain.
7. Sekolah
Tingkat Risiko 7
Kondisi duduk berdekatan antarsiswa dan berjam-jam lamanya, membuat sekolah berisiko menjadi tempat penularan virus COVID-19.
8. Kasino
Tingkat Risiko 6
Di kasino berisiko terjadi penyebaran virus karena pasti padat manusia, bahkan banyak di antara mereka yang minum alkohol dan ngobrol.
9. Restoran dengan Area Makan Indoor
Tingkat Risiko 6
Makan di dalam restoran lebih berisiko ketimbang makan di restoran outdoor karena ada keterbatasan pertukaran udara. Sirkulasi udara jelas terbatas di ruangan tertutup, sementara orang makan tidak bisa memakai masker. Jadi, kalau pengunjung duduk hanya berjarak kurang dari 1 meter, risiko tertular virus sangat besar.
10. Playground
Tingkat Risiko 6
Sama seperti di sekolah, upaya pencegahan penyebaran virus di playground juga cukup sulit. Apalagi anak-anak tidak bisa dipaksa untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan. Mereka bisa batuk, bersin, atau memegang mulut teman sesuka hati.
11. Salon
Tingkat Risiko 6
Aktivitas di salon saat menggunting atau merawat rambut sulit menerapkan social distancing. Terutama antara customer dan hair stylish.
Untuk mengurangi risiko penularan, masker jelas wajib dipakai oleh seluruh customer dan staf salon. Area ruang tunggu salon juga harus ditutup agar calon customer mau menunggu giliran perawatan di dalam kendaraan mereka.
Bisa juga salon menerapkan sistem janji temu untuk customer yang ingin melakukan treatment.
12. Bioskop
Tingkat Risiko 6
Bioskop tidak didesain untuk "ramah" terhadap pandemi. Bioskop harus didesain ulang kalau mau menurunkan risiko penularan virus. Misalnya kursi penonton yang dibuat berjarak, menyiapkan masker, dan mengurangi kapasitas pengunjung. Bioskop terbuka (open air) mungkin lebih rendah risikonya.
"Tak ada cara apapun untuk membuat berenang di kolam umum jadi aman. Bagaimana bisa Anda memakai masker di kolam renang," ujar Emig.
Pasalnya, kata Emig, belum ada masker yang waterproof. Selain itu, kerumunan orang juga akan memperbesar risiko.
"Kami belum menemukan data yang menunjukkan virus akan mati di kolam renang. Air kolam memang mengandung klorin, tapi itu belum efektif untuk mengurangi risiko penyebaran virus hingga ke angka nol," timpal Husain.
7. Sekolah
Tingkat Risiko 7
Kondisi duduk berdekatan antarsiswa dan berjam-jam lamanya, membuat sekolah berisiko menjadi tempat penularan virus COVID-19.
8. Kasino
Tingkat Risiko 6
Di kasino berisiko terjadi penyebaran virus karena pasti padat manusia, bahkan banyak di antara mereka yang minum alkohol dan ngobrol.
9. Restoran dengan Area Makan Indoor
Tingkat Risiko 6
Makan di dalam restoran lebih berisiko ketimbang makan di restoran outdoor karena ada keterbatasan pertukaran udara. Sirkulasi udara jelas terbatas di ruangan tertutup, sementara orang makan tidak bisa memakai masker. Jadi, kalau pengunjung duduk hanya berjarak kurang dari 1 meter, risiko tertular virus sangat besar.
10. Playground
Tingkat Risiko 6
Sama seperti di sekolah, upaya pencegahan penyebaran virus di playground juga cukup sulit. Apalagi anak-anak tidak bisa dipaksa untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan. Mereka bisa batuk, bersin, atau memegang mulut teman sesuka hati.
11. Salon
Tingkat Risiko 6
Aktivitas di salon saat menggunting atau merawat rambut sulit menerapkan social distancing. Terutama antara customer dan hair stylish.
Untuk mengurangi risiko penularan, masker jelas wajib dipakai oleh seluruh customer dan staf salon. Area ruang tunggu salon juga harus ditutup agar calon customer mau menunggu giliran perawatan di dalam kendaraan mereka.
Bisa juga salon menerapkan sistem janji temu untuk customer yang ingin melakukan treatment.
12. Bioskop
Tingkat Risiko 6
Bioskop tidak didesain untuk "ramah" terhadap pandemi. Bioskop harus didesain ulang kalau mau menurunkan risiko penularan virus. Misalnya kursi penonton yang dibuat berjarak, menyiapkan masker, dan mengurangi kapasitas pengunjung. Bioskop terbuka (open air) mungkin lebih rendah risikonya.
Lihat Juga :