Review Film The 355: Ide Ceritanya Oke, Penuh Aksi Jagoan Wanita
Rabu, 12 Januari 2022 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Mace kemudian pergi menemui temannya, Khadijah (Lupita Nyong’o), mantan agen M16, di London. Khadijah setuju membantu Mace dan mereka pun pergi ke Paris untuk merebut gawai itu dari Luis. Namun, misi itu gagal setelah Luis tewas dibunuh dan gawai itu dibawa lari orang lain yang juga mengincar benda itu.
![Review Film The 355: Ide Ceritanya Oke, Penuh Aksi Jagoan Wanita]()
Keempat wanita itu akhirnya sepakat bekerja sama untuk merebut kembali gawai tersebut. Twist pun terus berlanjut sampai mereka bertemu agen MSS bernama Lin Min Seng (Fan Bingbing). Kelima wanita ini pun terus berusaha merebut gawai tersebut dari tangan orang yang salah.
Harus diakui, aksi yang ditampilkan di film besutan Simon Kinberg ini lumayan seru. Sayangnya, alur plotnya berasa seperti roller coaster. Naik, turun, naik, turun, seperti tidak ada habis-habisnya.
Film ini punya banyak klimaks dengan konklusi yang jelas di masing-masing klimaks. Tapi, entah kenapa, terasa dipanjang-panjangkan. Ceritanya pun jadi tidak karuan. Padahal, dengan sederet bintang besar di dalamnya, film ini seharusnya mendapatkan perlakuan plot yang lebih baik dan lebih layak.
![Review Film The 355: Ide Ceritanya Oke, Penuh Aksi Jagoan Wanita]()
Apalagi, chemistry di antara para pemainnya, kecuali Fan Bingbing, lumayan terjalin dengan baik. Masalah dengan karakter Fan adalah dia tampil sebagai sosok agen China yang kaku. Dia tidak punya emosi dan sepertinya memang dibuat seperti itu. Jadi, chemistry-nya dengan pemain lain tidak terlihat. Dia juga menjadi sosok yang paling aneh di antara mereka, meskipun, dia adalah kunci dari penyelesaian masalah di film ini.
The 355, meskipun bertabur bintang, jadi film yang terasa tumpul. Adegan laga serunya tidak bisa membantu membuat film ini jadi lebih baik karena eksekusi plotnya yang tidak bagus. Alurnya yang turun naik membuat film ini jadi terasa seperti nonton serial 13 episode dengan satu episode sepanjang 50 menit yang dipadatkan menjadi 124 menit, atau 2 jam 4 menit.
![Review Film The 355: Ide Ceritanya Oke, Penuh Aksi Jagoan Wanita]()
Padahal, harus diakui, ide untuk menampilkan 5 jagoan wanita ini sangatlah menarik. Sangat jarang film yang menampilkan deretan perempuan-perempuan tangguh sebagai jagoannya dalam satu tim. Apalagi, kelima wanita ini punya sifat dan kemampuan masing-masing yang saling melengkapi. Bisa jadi franchise di masa depan kalau digarap dengan baik. Sayang, karena plot yang dangkal dan pengembangan cerita yang jalan di tempat, The 355 jadi tidak menarik lagi.
Baca Juga: 7 Drama Korea Romantis yang Ceritanya Unik dan Ratingnya Tinggi

Keempat wanita itu akhirnya sepakat bekerja sama untuk merebut kembali gawai tersebut. Twist pun terus berlanjut sampai mereka bertemu agen MSS bernama Lin Min Seng (Fan Bingbing). Kelima wanita ini pun terus berusaha merebut gawai tersebut dari tangan orang yang salah.
Harus diakui, aksi yang ditampilkan di film besutan Simon Kinberg ini lumayan seru. Sayangnya, alur plotnya berasa seperti roller coaster. Naik, turun, naik, turun, seperti tidak ada habis-habisnya.
Film ini punya banyak klimaks dengan konklusi yang jelas di masing-masing klimaks. Tapi, entah kenapa, terasa dipanjang-panjangkan. Ceritanya pun jadi tidak karuan. Padahal, dengan sederet bintang besar di dalamnya, film ini seharusnya mendapatkan perlakuan plot yang lebih baik dan lebih layak.

Apalagi, chemistry di antara para pemainnya, kecuali Fan Bingbing, lumayan terjalin dengan baik. Masalah dengan karakter Fan adalah dia tampil sebagai sosok agen China yang kaku. Dia tidak punya emosi dan sepertinya memang dibuat seperti itu. Jadi, chemistry-nya dengan pemain lain tidak terlihat. Dia juga menjadi sosok yang paling aneh di antara mereka, meskipun, dia adalah kunci dari penyelesaian masalah di film ini.
The 355, meskipun bertabur bintang, jadi film yang terasa tumpul. Adegan laga serunya tidak bisa membantu membuat film ini jadi lebih baik karena eksekusi plotnya yang tidak bagus. Alurnya yang turun naik membuat film ini jadi terasa seperti nonton serial 13 episode dengan satu episode sepanjang 50 menit yang dipadatkan menjadi 124 menit, atau 2 jam 4 menit.

Padahal, harus diakui, ide untuk menampilkan 5 jagoan wanita ini sangatlah menarik. Sangat jarang film yang menampilkan deretan perempuan-perempuan tangguh sebagai jagoannya dalam satu tim. Apalagi, kelima wanita ini punya sifat dan kemampuan masing-masing yang saling melengkapi. Bisa jadi franchise di masa depan kalau digarap dengan baik. Sayang, karena plot yang dangkal dan pengembangan cerita yang jalan di tempat, The 355 jadi tidak menarik lagi.
Baca Juga: 7 Drama Korea Romantis yang Ceritanya Unik dan Ratingnya Tinggi
Lihat Juga :