10 Film Superhero yang Disukai sekaligus Dibenci Orang
Jum'at, 14 Januari 2022 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
9. V for Vendetta
![10 Film Superhero yang Disukai sekaligus Dibenci Orang]()
Sementara Alan Moore mungkin tidak suka dengan adaptasi karyanya itu, di V for Vendetta, ada sedikit yang suka dan setia pada sumber materi aslinya ketimbang filmnya. Menampilkan sejumlah penampilan apik dari aktor seperti Natalie Portman, Hugo Weaving, Stephen Fry dan lain-lain, film ini menjadi salah satu film komik terikonik sepanjang masa. Meski sukses saat dirilis, eksposur berlebihan terhadap V sebagai karakter dan topeng di pop culture telah membuat orang jadi tidak suka. Sementara masih punya penggemar, ada banyak sekali orang yang sudah muak dengan vigilante.
8. Darkman
![10 Film Superhero yang Disukai sekaligus Dibenci Orang]()
Setelah membakar dunia horor dengan serial Evil Dead, karya pertama Sam Raimi di genre superhero adalah sekte klasik yang tidak pernah mendapatkan penghormatan yang sebenarnya layak diterima. Meski tidak dibenci, audiens dan kritik tidak tertarik sama sekali pada film ini. Di dunia film superhero berdana besar yang berbasis pada properti yang sudah ada, Darkman adalah makhluk asli, yang sangat berbeda dan mempertahankan fanbase yang loyal. Terinspirasi dari film monster dan noir, Darkman tidak seperti film superhero seperti sekarang. Makanya, film ini layak mendapatkan semua cinta yang didapatkan, meski agak tidak jelas.
7. The Amazing Spider-Man
![10 Film Superhero yang Disukai sekaligus Dibenci Orang]()
Bagi generasi penggemar tertentu, ini adalah Spider-Man mereka. Sementara The Amazing Spider-Man adalah film kompeten yang sempurna, memuaskan mereka yang tumbuh nonton trilogi Spider-Man karya Sam Raimi jelas mustahil. Meskipun Andrew Garfield dengan sangat baik memerankan Peter Parker, film ini punya misi yang kurang beruntung untuk bisa mengikuti penggambaran sempurna manusia laba-laba. Meskipun film pertamanya sukses, sekuelnya gagal memenuhi harapan. Nyatanya, film ini menjadi penghambat semua franchise ini dan menodai persepsi publik atas film tersebut.
6. Avengers: Age of Ultron
![10 Film Superhero yang Disukai sekaligus Dibenci Orang]()
Sebagai sekuel peristiwa film terbesar sepanjang masa, Age of Ultron punya banyak beban. Sementara film ini bukanlah kegagalan komersial atau kritik, film ini tidak semegah sebelumnya. Film ini menunjukkan kepada audiens kalau sesuatu yang besar harus terjadi kalau MCU akan meneruskan gelombang kesuksesannya. Penampilannya yang luar biasa di box office membuktikan kalau ada banyak yang suka Age of Ultron. Penggemar juga memuji film ini saat dirilis. Tapi, waktu telah terbukti menjadi ancaman terbesar warisannya. Sebagian besar penggemar modern sepakat kalau film ini adalah penurunan dari sebelumnya. Film ini bisa terlupakan dan lemah dibandingkan film setelahnya.
5. Watchmen
![10 Film Superhero yang Disukai sekaligus Dibenci Orang]()
Watchmen mungkin merupakan adaptasi film dari komik karya Alan Moore tersukses dan paling dikenal. Film besutan Zack Snyder ini meledak begitu dirilis pada 2009. Sementara audiens dan kritikus sangat menyukai film ini saat itu, persepsi terhadap Watchmen telah berubah dalam beberapa tahun belakangan ini. Sementara cukup setia pada materi sumber, film ini memasukkan beberapa hal yang membuat penggemar berat tidak suka. Selain itu durasi yang kepanjangan dan ke-edgy-an 2000-an tidak membantu film ini disukai audiens modern. Tapi, film ini masih punya penggemar dan disukai banyak orang, meskipun kehilangan banyak penggemar dalam beberapa tahun belakangan.
4. Batman V Superman: Dawn of Justice
![10 Film Superhero yang Disukai sekaligus Dibenci Orang]()
Batman V Superman: Dawn of Justice memecah opini orang. Film ini adalah film besar pertama bagi DCEU, tapi apakah itu sukses atau jelek, itu tergantung kepada siapa hal ini dipertanyakan. Zack Snyder adalah salah satu sutradara paling memecah pendapat dalam beberapa tahun belakangan ini. Selain itu, nyaris tidak ada contoh yang lebih baik dari itu ketimbang respons terhadap film ini. Beberapa menganggap film ini terlalu gelap dan edgy serta tidak peduli pada penggambaran Batman dan Superman sebagai musuh. Sementara, yang lain suka dengan pendekatan baru terhadap karakter itu—yang pertama di layar lebar. Tapi, yang tidak bisa dibantah adalah kesuksesannya. Film ini meraup hampir USD1 miliar dan membangun panggung untuk tiap film DC setelahnya.

Sementara Alan Moore mungkin tidak suka dengan adaptasi karyanya itu, di V for Vendetta, ada sedikit yang suka dan setia pada sumber materi aslinya ketimbang filmnya. Menampilkan sejumlah penampilan apik dari aktor seperti Natalie Portman, Hugo Weaving, Stephen Fry dan lain-lain, film ini menjadi salah satu film komik terikonik sepanjang masa. Meski sukses saat dirilis, eksposur berlebihan terhadap V sebagai karakter dan topeng di pop culture telah membuat orang jadi tidak suka. Sementara masih punya penggemar, ada banyak sekali orang yang sudah muak dengan vigilante.
8. Darkman

Setelah membakar dunia horor dengan serial Evil Dead, karya pertama Sam Raimi di genre superhero adalah sekte klasik yang tidak pernah mendapatkan penghormatan yang sebenarnya layak diterima. Meski tidak dibenci, audiens dan kritik tidak tertarik sama sekali pada film ini. Di dunia film superhero berdana besar yang berbasis pada properti yang sudah ada, Darkman adalah makhluk asli, yang sangat berbeda dan mempertahankan fanbase yang loyal. Terinspirasi dari film monster dan noir, Darkman tidak seperti film superhero seperti sekarang. Makanya, film ini layak mendapatkan semua cinta yang didapatkan, meski agak tidak jelas.
7. The Amazing Spider-Man

Bagi generasi penggemar tertentu, ini adalah Spider-Man mereka. Sementara The Amazing Spider-Man adalah film kompeten yang sempurna, memuaskan mereka yang tumbuh nonton trilogi Spider-Man karya Sam Raimi jelas mustahil. Meskipun Andrew Garfield dengan sangat baik memerankan Peter Parker, film ini punya misi yang kurang beruntung untuk bisa mengikuti penggambaran sempurna manusia laba-laba. Meskipun film pertamanya sukses, sekuelnya gagal memenuhi harapan. Nyatanya, film ini menjadi penghambat semua franchise ini dan menodai persepsi publik atas film tersebut.
6. Avengers: Age of Ultron

Sebagai sekuel peristiwa film terbesar sepanjang masa, Age of Ultron punya banyak beban. Sementara film ini bukanlah kegagalan komersial atau kritik, film ini tidak semegah sebelumnya. Film ini menunjukkan kepada audiens kalau sesuatu yang besar harus terjadi kalau MCU akan meneruskan gelombang kesuksesannya. Penampilannya yang luar biasa di box office membuktikan kalau ada banyak yang suka Age of Ultron. Penggemar juga memuji film ini saat dirilis. Tapi, waktu telah terbukti menjadi ancaman terbesar warisannya. Sebagian besar penggemar modern sepakat kalau film ini adalah penurunan dari sebelumnya. Film ini bisa terlupakan dan lemah dibandingkan film setelahnya.
5. Watchmen

Watchmen mungkin merupakan adaptasi film dari komik karya Alan Moore tersukses dan paling dikenal. Film besutan Zack Snyder ini meledak begitu dirilis pada 2009. Sementara audiens dan kritikus sangat menyukai film ini saat itu, persepsi terhadap Watchmen telah berubah dalam beberapa tahun belakangan ini. Sementara cukup setia pada materi sumber, film ini memasukkan beberapa hal yang membuat penggemar berat tidak suka. Selain itu durasi yang kepanjangan dan ke-edgy-an 2000-an tidak membantu film ini disukai audiens modern. Tapi, film ini masih punya penggemar dan disukai banyak orang, meskipun kehilangan banyak penggemar dalam beberapa tahun belakangan.
4. Batman V Superman: Dawn of Justice

Batman V Superman: Dawn of Justice memecah opini orang. Film ini adalah film besar pertama bagi DCEU, tapi apakah itu sukses atau jelek, itu tergantung kepada siapa hal ini dipertanyakan. Zack Snyder adalah salah satu sutradara paling memecah pendapat dalam beberapa tahun belakangan ini. Selain itu, nyaris tidak ada contoh yang lebih baik dari itu ketimbang respons terhadap film ini. Beberapa menganggap film ini terlalu gelap dan edgy serta tidak peduli pada penggambaran Batman dan Superman sebagai musuh. Sementara, yang lain suka dengan pendekatan baru terhadap karakter itu—yang pertama di layar lebar. Tapi, yang tidak bisa dibantah adalah kesuksesannya. Film ini meraup hampir USD1 miliar dan membangun panggung untuk tiap film DC setelahnya.
Lihat Juga :