Perbedaan 3 Spider-Man yang Muncul di Film No Way Home
Minggu, 23 Januari 2022 - 23:53 WIB
loading...
A
A
A
Di Spider-Man 3, kepercayaan diri Peter meningkat setelah tahu kalau orang New York kini mengaguminya. Simbiot alien yang terikat padanya sebagai kostum hitam barunya juga memberikannya rasa percaya diri baru. Sementara keangkuhan Peter dengan kostum baru itu sangat mempolarisasi, itu masuk akal bagi Peter versi Tobey karena dia tiba-tiba jadi penuh dengan dirinya sendiri.
![Perbedaan 3 Spider-Man yang Muncul di Film No Way Home]()
Meski begitu, Peter masih punya hati yang baik. Dia memaafkan Flint Marko yang secar tidak sengaja membunuh Paman Ben. Dia juga memperbaiki hubungan persahabatannya dengan Harry di waktu-waktu terakhirnya. Di film Sam Raimi ini, kesulitan pribadi Peter membentuk pusat serial ini. Spider-Man 3 berakhir dengan Peter dan MJ berekonsiliasi setelah hubungan mereka terkoyak akibat kostum hitam itu.
Di Spider-Man: No Way Home, Peter versi Tobey sudah terlihat lebih tua. Namun, dia juga jadi lebih bijak. Dia masih bersama MJ dan hubungan mereka pun selayaknya pasangan lain, naik turun. Peter juga mampu membimbing Peter Parker muda yang diperankan Tom Holland di film ini ketika dia hendak melakukan sesuatu yang akan dia sesali.
2. Andrew Garfield memperlihatkan sisi keren Peter Parker
![Perbedaan 3 Spider-Man yang Muncul di Film No Way Home]()
Andrew Garfield membawa Peter Parker yang berbeda dari Tobey Maguire di seri The Amazing Spider-Man. Meski dia masih berorientasi pada sains, Peter versi ini lebih tegas dan percaya diri jauh sebelum digigit laba-laba. Dia bukan anak kutu buku aneh dengan sering terlihat ber-skateboard di sekolah.
Peter versi ini lebih gampang marah apalagi setelah orangtuanya meninggalkannya bersama Paman Ben dan Bibi May. Pertengkarannya dengan Paman Ben sebelum pamannya itu tewas membuat Peter marah. Kemarahan itu begitu besar sampai dia tidak punya kapasitas untuk mengatasinya. Sampai ketika dia berusaha menemukan pembunuh Paman Ben-lah, dia akhirnya pelan-pelan mengembangkan penyamarannya menjadi Spider-Man.
Peter yang ini juga berhasil membawakan selera humor Peter yang sudah terkenal. Dia juga punya keterampilan melucu saat menjadi Spider-Man. Dia jadi lebih lucu lagi di The Amazing Spider-Man 2. Peter juga bisa mengembangkan hubungan asmaranya dengan Gwen Stacy (Emma Stone) dengan cara yang lebih tegas.
![Perbedaan 3 Spider-Man yang Muncul di Film No Way Home]()
Dia bahagia dengan jalinan asmaranya dengan Gwen. Sayang, itu tidak berlangsung lama. Peter dibebat rasa patah hati berkepanjangan setelah Gwen tewas di tangan Green Goblin (Dane DeHaan). Setelah kematian Gwen, selama berbulan-bulan, dia bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia akan terus menjadi Spider-Man. Pada akhirnya, dia tetap meneruskan aktivitasnya itu.
Film The Amazing Spider-Man tidak mengabaikan kesukaan Peter terhadap sains. Di film ini diperlihatkan bagaimana Peter mengembangkan penembak jaring mekaniknya. Namun, penggambaran Andrew menekankan Peter sebagai penembak jaring yang riang dan keren dengan kemampuan terkuat untuk adu kata dibanding Spider-Man mana pun di layar bioskop.

Meski begitu, Peter masih punya hati yang baik. Dia memaafkan Flint Marko yang secar tidak sengaja membunuh Paman Ben. Dia juga memperbaiki hubungan persahabatannya dengan Harry di waktu-waktu terakhirnya. Di film Sam Raimi ini, kesulitan pribadi Peter membentuk pusat serial ini. Spider-Man 3 berakhir dengan Peter dan MJ berekonsiliasi setelah hubungan mereka terkoyak akibat kostum hitam itu.
Di Spider-Man: No Way Home, Peter versi Tobey sudah terlihat lebih tua. Namun, dia juga jadi lebih bijak. Dia masih bersama MJ dan hubungan mereka pun selayaknya pasangan lain, naik turun. Peter juga mampu membimbing Peter Parker muda yang diperankan Tom Holland di film ini ketika dia hendak melakukan sesuatu yang akan dia sesali.
2. Andrew Garfield memperlihatkan sisi keren Peter Parker

Andrew Garfield membawa Peter Parker yang berbeda dari Tobey Maguire di seri The Amazing Spider-Man. Meski dia masih berorientasi pada sains, Peter versi ini lebih tegas dan percaya diri jauh sebelum digigit laba-laba. Dia bukan anak kutu buku aneh dengan sering terlihat ber-skateboard di sekolah.
Peter versi ini lebih gampang marah apalagi setelah orangtuanya meninggalkannya bersama Paman Ben dan Bibi May. Pertengkarannya dengan Paman Ben sebelum pamannya itu tewas membuat Peter marah. Kemarahan itu begitu besar sampai dia tidak punya kapasitas untuk mengatasinya. Sampai ketika dia berusaha menemukan pembunuh Paman Ben-lah, dia akhirnya pelan-pelan mengembangkan penyamarannya menjadi Spider-Man.
Peter yang ini juga berhasil membawakan selera humor Peter yang sudah terkenal. Dia juga punya keterampilan melucu saat menjadi Spider-Man. Dia jadi lebih lucu lagi di The Amazing Spider-Man 2. Peter juga bisa mengembangkan hubungan asmaranya dengan Gwen Stacy (Emma Stone) dengan cara yang lebih tegas.

Dia bahagia dengan jalinan asmaranya dengan Gwen. Sayang, itu tidak berlangsung lama. Peter dibebat rasa patah hati berkepanjangan setelah Gwen tewas di tangan Green Goblin (Dane DeHaan). Setelah kematian Gwen, selama berbulan-bulan, dia bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia akan terus menjadi Spider-Man. Pada akhirnya, dia tetap meneruskan aktivitasnya itu.
Film The Amazing Spider-Man tidak mengabaikan kesukaan Peter terhadap sains. Di film ini diperlihatkan bagaimana Peter mengembangkan penembak jaring mekaniknya. Namun, penggambaran Andrew menekankan Peter sebagai penembak jaring yang riang dan keren dengan kemampuan terkuat untuk adu kata dibanding Spider-Man mana pun di layar bioskop.
Lihat Juga :