Rutin Lakukan Pemeriksaan Prostat Salah Satu Cara Tingkatkan Angka Harapan Hidup Laki-Laki
Minggu, 30 Januari 2022 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
"Oleh sebab itu, kelenjar prostat memiliki peranan penting pada kesuburan pria," imbuh Prof. Chaidir.
Sementara itu, kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat, yaitu kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani. Hampir seluruh kanker prostat adalah adenocarcinoma (kanker yang berasal dari sel kelenjar). Sel-sel kanker tersebut dapat menyebar ke bagian lain tubuh melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening.
Hingga saat ini penyebab kanker prostat belum diketahui secara pasti. Mengacu pada data Globocan (Global Cancer Observatory) 2020, kasus kanker prostat di Indonesia diprediksi menduduki peringkat ke-11 dengan jumlah kasus mencapai 31 per 100.000 populasi.
Dari edukasi yang disampaikan Prof. Chaidir ini, ada beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab kanker prostat. Di antaranya usia lebih dari 50 tahun dan memiliki keluarga dengan riwayat kanker prostat atau kanker lain. Dari sisi etnik, risiko lebih besar/tinggi dimiliki oleh keturunan ras Afrika-Amerika yang mengalami obesitas.
Gejala yang dialami penderita kanker prostat meliputi keluhan saluran kemih bawah seperti sering buang air kecil (terutama saat malam hari), buang air kecil teputus-putus, dan sensasi tidak lampias saat selesai buang air kecil.
Fase awal kanker prostat dapat tidak bergejala. Selain itu, perlu diwaspadai tanda-tanda penyebarannya seperti nyeri tulang, kesemutan pada kedua tungkai, dan kelemahan pada kedua tungkai.
Sementara itu, kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat, yaitu kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani. Hampir seluruh kanker prostat adalah adenocarcinoma (kanker yang berasal dari sel kelenjar). Sel-sel kanker tersebut dapat menyebar ke bagian lain tubuh melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening.
Hingga saat ini penyebab kanker prostat belum diketahui secara pasti. Mengacu pada data Globocan (Global Cancer Observatory) 2020, kasus kanker prostat di Indonesia diprediksi menduduki peringkat ke-11 dengan jumlah kasus mencapai 31 per 100.000 populasi.
Dari edukasi yang disampaikan Prof. Chaidir ini, ada beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab kanker prostat. Di antaranya usia lebih dari 50 tahun dan memiliki keluarga dengan riwayat kanker prostat atau kanker lain. Dari sisi etnik, risiko lebih besar/tinggi dimiliki oleh keturunan ras Afrika-Amerika yang mengalami obesitas.
Gejala yang dialami penderita kanker prostat meliputi keluhan saluran kemih bawah seperti sering buang air kecil (terutama saat malam hari), buang air kecil teputus-putus, dan sensasi tidak lampias saat selesai buang air kecil.
Fase awal kanker prostat dapat tidak bergejala. Selain itu, perlu diwaspadai tanda-tanda penyebarannya seperti nyeri tulang, kesemutan pada kedua tungkai, dan kelemahan pada kedua tungkai.
Lihat Juga :