3 Cara Atasi Masalah ala Stoikisme dalam Serial Layangan Putus
Senin, 31 Januari 2022 - 17:06 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak apa-apa, jika sesekali kita harus kehilangan layangan kita. Tidak apa-apa, jika sesekali impian kita diterbangkan oleh angin, karena satu-satunya yang harus kita genggam erat adalah diri kita sendir,” ucap Kinan.
Kalimat ini menggambarkan filosofi stoikisme bahwa yang bisa kita kontrol adalah pikiran dan tindakan kita. Sedangkan yang tidak bisa kita kontrol, semua hal selain pikiran dan tindakan kita.
Pada dasarnya Kinan tidak punya kontrol apakah Aris akan selingkuh atau tidak, Kinan juga tidak punya kontrol faktanya Aris lebih memilih selingkuh dengan Lydia dan membawanya ke Cappadocia, tempat impian Kinan.
2. Komunikasikan Perasaan secara Asertif
![3 Cara Atasi Masalah ala Stoikisme dalam Serial Layangan Putus]()
Foto: WeTV
Kita telah sadar dan memahami bahwa kita dihadapkan pada suatu masalah dan kita menganalisis apakah hal ini bisa kita kontrol atau tidak. Selanjutnya, kita bisa belajar mengomunikasikan perasaan secara asertif.
Kita sadar bahwa kita tidak bisa mengontrol lawan bicara. Namun kita bisa menyampaikan perasaan dengan sopan dan nyaman, sehingga pada akhirnya orang akan sulit marah pada kita.
Kita bisa lihat Kinan dapat menunjukkan sikap tenang dan elegan di hadapan Aris dan Lydia. Kita juga bisa melihat Raya mengomunikasikan perasaannya secara asertif dengan menulis surat ke Aris ketimbang pergi dan marah-marah.
Kalimat ini menggambarkan filosofi stoikisme bahwa yang bisa kita kontrol adalah pikiran dan tindakan kita. Sedangkan yang tidak bisa kita kontrol, semua hal selain pikiran dan tindakan kita.
Pada dasarnya Kinan tidak punya kontrol apakah Aris akan selingkuh atau tidak, Kinan juga tidak punya kontrol faktanya Aris lebih memilih selingkuh dengan Lydia dan membawanya ke Cappadocia, tempat impian Kinan.
2. Komunikasikan Perasaan secara Asertif

Foto: WeTV
Kita telah sadar dan memahami bahwa kita dihadapkan pada suatu masalah dan kita menganalisis apakah hal ini bisa kita kontrol atau tidak. Selanjutnya, kita bisa belajar mengomunikasikan perasaan secara asertif.
Kita sadar bahwa kita tidak bisa mengontrol lawan bicara. Namun kita bisa menyampaikan perasaan dengan sopan dan nyaman, sehingga pada akhirnya orang akan sulit marah pada kita.
Kita bisa lihat Kinan dapat menunjukkan sikap tenang dan elegan di hadapan Aris dan Lydia. Kita juga bisa melihat Raya mengomunikasikan perasaannya secara asertif dengan menulis surat ke Aris ketimbang pergi dan marah-marah.
Lihat Juga :