5 Pelajaran Hidup dari Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Rabu, 02 Februari 2022 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Kakek Namiya meyakini bahwa sebenarnya orang yang meminta saran kepadanya sudah menemukan jawabannya sendiri, tapi perlu divalidasi.
“Setelah sekian lama membaca surat permintaan konsultasi, ada satu hal yang kupahami. Dalam berbagai kasus sebenarnya si pengirim surat sudah menemukan jawabannya. Mereka berkonsultasi hanya demi memastikan bahwa orang lain juga membenarkan keputusan mereka. Banyak di antara mereka yang kembali menulis surat setelah membaca balasan dariku, mungkin karena jawabanku berbeda dengan yang ada di benak mereka” (halaman 144).
Ketika memberi nasihat kepada orang lain, kita tidak bisa berekspektasi bahwa mereka akan menerima dan mengikuti saran kita 100%. Karena bagaimana pun, hidup mereka adalah tanggung jawab mereka, dan kita hanya perlu menemani dan menghargai pilihan mereka.
Baca Juga: Mau Pintar, tapi Malas Baca Buku? Dengerin aja di 5 Website Audiobook Ini
5. Selalu Ada Waktu untuk Berubah
![5 Pelajaran Hidup dari Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya]()
Foto: Freepik
Ketika terjebak di dalam Toko Kelontong Namiya, Shota, Kohei, dan Atsuya mengalami petualangan yang sangat menyenangkan. Membalas surat dari masa lalu dan memberi saran membuat mereka merasa menjadi seseorang, meskipun mulanya mereka merasa tidak pantas karena hanyalah seorang berandal.
"Karena peta yang kamu miliki masih berupa kertas kosong, itulah mengapa walau kamu sudah memiliki tujuan, kamu belum menemukan di mana jalan yang bisa membawa kamu ke sana. Itu wajar. Siapa pun pasti akan merasa kebingungan".
Baca Juga: Rekomendasi 7 Tempat Kuliner Enak dan Murah di Bogor
"Cobalah mengubah sudut pandang, karena petamu masih berupa kertas kosong, kamu jadi bebas menggambar apa saja. Semuanya terserah padamu. Kamu bebas melakukan apa saja karena kesempatan terbentang luas di hadapanmu".
Itulah balasan Kakek Namiya untuk ketiga berandal itu. Ini yang membuat mereka tidak bisa menjalani kehidupan yang sama seperti sebelumnya setelah bermalam di Toko Kelontong Namiya. Bahwa ada seribu kesempatan di dunia ini selama mereka memperluas sudut pandang hidup mereka.
Putri Monica
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Media Kreatif
Instagram: @am_p.m
“Setelah sekian lama membaca surat permintaan konsultasi, ada satu hal yang kupahami. Dalam berbagai kasus sebenarnya si pengirim surat sudah menemukan jawabannya. Mereka berkonsultasi hanya demi memastikan bahwa orang lain juga membenarkan keputusan mereka. Banyak di antara mereka yang kembali menulis surat setelah membaca balasan dariku, mungkin karena jawabanku berbeda dengan yang ada di benak mereka” (halaman 144).
Ketika memberi nasihat kepada orang lain, kita tidak bisa berekspektasi bahwa mereka akan menerima dan mengikuti saran kita 100%. Karena bagaimana pun, hidup mereka adalah tanggung jawab mereka, dan kita hanya perlu menemani dan menghargai pilihan mereka.
Baca Juga: Mau Pintar, tapi Malas Baca Buku? Dengerin aja di 5 Website Audiobook Ini
5. Selalu Ada Waktu untuk Berubah

Foto: Freepik
Ketika terjebak di dalam Toko Kelontong Namiya, Shota, Kohei, dan Atsuya mengalami petualangan yang sangat menyenangkan. Membalas surat dari masa lalu dan memberi saran membuat mereka merasa menjadi seseorang, meskipun mulanya mereka merasa tidak pantas karena hanyalah seorang berandal.
"Karena peta yang kamu miliki masih berupa kertas kosong, itulah mengapa walau kamu sudah memiliki tujuan, kamu belum menemukan di mana jalan yang bisa membawa kamu ke sana. Itu wajar. Siapa pun pasti akan merasa kebingungan".
Baca Juga: Rekomendasi 7 Tempat Kuliner Enak dan Murah di Bogor
"Cobalah mengubah sudut pandang, karena petamu masih berupa kertas kosong, kamu jadi bebas menggambar apa saja. Semuanya terserah padamu. Kamu bebas melakukan apa saja karena kesempatan terbentang luas di hadapanmu".
Itulah balasan Kakek Namiya untuk ketiga berandal itu. Ini yang membuat mereka tidak bisa menjalani kehidupan yang sama seperti sebelumnya setelah bermalam di Toko Kelontong Namiya. Bahwa ada seribu kesempatan di dunia ini selama mereka memperluas sudut pandang hidup mereka.
Putri Monica
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Media Kreatif
Instagram: @am_p.m
(ita)
Lihat Juga :