Novel Animal Farm, saat Tokoh-Tokoh Politik Dunia Menjadi Binatang
Kamis, 10 Februari 2022 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Seperti penggambaran Napoleon yang merupakan binatang babi dengan segala kelicikannya dan penuh keirian serta rasa ingin memilliki yang tak berkesudahan. Ia menghalalkan segala cara untuk meraih kesuksesan serta mempertahankan kekuasaannya.
Ia kian hari melanggar tujuh perintah binatangisme dan bertindak sebagai pemimpin tunggal di peternakan serta membunuh sesama binatang dan menggunakan fasilitas di rumah Pak Jones. Ini mempresentasikan manusia yang ingin berkuasa atas segalanya, bisa mempertahankan dominasi kekuasaannya, bisa melakukan apa pun semena-mena, tanpa memikirkan ia telah menjatuhkan atau bahkan melukai orang lain.
Baca Juga: 5 Pelajaran Hidup dari Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Terdapat juga tokoh Snowdrop yang sempat berebut kuasa dengan Napoleon sebelum Ia difitnah. Snowdrop ingin tetap berkuasa bersama Napoleon karena ingin memajukan peternakan bersama-sama. Ia menggambarkan manusia yang masuk ke politik tanpa pengetahuan, sehingga berakhir dengan penjegalan.
Pintarnya Orwell adalah cara ia dengan halus dapat mengubah pola pikir pembacanya bahwa komunisme adalah jahat dan gagal tanpa pembaca harus mencari literatur tambahan.
![Novel Animal Farm, saat Tokoh-Tokoh Politik Dunia Menjadi Binatang]()
Foto: Secker and Warburg
Di sini Orwell menggambarkan dengan jelas cara para politikus merayu rakyat dengan segala tipu daya dan manipulasi dengan memanfaatkan empati serta rasa semangat dari mereka yang kemudian tak pernah diwujudkan. Hal ini dapat dilihat dari binatang-binatang yang awalnya ingin sejahtera sehingga menyerang Pak Jones untuk mendapatkan kesejahteraan itu, selanjutnya karena tak ada pemimpin maka Napoleon dan Snowdrop yang memimpin.
Ia kian hari melanggar tujuh perintah binatangisme dan bertindak sebagai pemimpin tunggal di peternakan serta membunuh sesama binatang dan menggunakan fasilitas di rumah Pak Jones. Ini mempresentasikan manusia yang ingin berkuasa atas segalanya, bisa mempertahankan dominasi kekuasaannya, bisa melakukan apa pun semena-mena, tanpa memikirkan ia telah menjatuhkan atau bahkan melukai orang lain.
Baca Juga: 5 Pelajaran Hidup dari Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Terdapat juga tokoh Snowdrop yang sempat berebut kuasa dengan Napoleon sebelum Ia difitnah. Snowdrop ingin tetap berkuasa bersama Napoleon karena ingin memajukan peternakan bersama-sama. Ia menggambarkan manusia yang masuk ke politik tanpa pengetahuan, sehingga berakhir dengan penjegalan.
Pintarnya Orwell adalah cara ia dengan halus dapat mengubah pola pikir pembacanya bahwa komunisme adalah jahat dan gagal tanpa pembaca harus mencari literatur tambahan.

Foto: Secker and Warburg
Di sini Orwell menggambarkan dengan jelas cara para politikus merayu rakyat dengan segala tipu daya dan manipulasi dengan memanfaatkan empati serta rasa semangat dari mereka yang kemudian tak pernah diwujudkan. Hal ini dapat dilihat dari binatang-binatang yang awalnya ingin sejahtera sehingga menyerang Pak Jones untuk mendapatkan kesejahteraan itu, selanjutnya karena tak ada pemimpin maka Napoleon dan Snowdrop yang memimpin.
Lihat Juga :