Sejarah Hari Valentine, Ini Peran Penting Cokelat Silverqueen dan Cadbury
Senin, 14 Februari 2022 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, mengutip smithsonianmag.com, cokelat sejak dulu merupakan sebuah makanan yang cukup eksklusif. Bahkan bagi masyarakat Suku Aztek di Meksiko Tengah, biji kakao yang merupakan bahan dasar cokelat sama berharganya dengan emas.
Sedangkan mengutip NPR, seorang petualang dan tukang judi kelahiran Venesia Giacoma Casanova menyebut cokelat yang saat itu masih berupa sebuah minuman menyebutnya sebagai "obat mujarab cinta" atau minuman yang bisa menyalakan gairah seksual.
Baca Juga: 4 Hal yang Bikin Love and Leashes Beda Jauh dengan Fifty Shades of Grey
Lalu pada sekitar 1615, saat cokelat populer di Spanyol, minuman itu melewati Spanyol hingga ke Italia dan Prancis. Pelan-pelan, cokelat pun melintasi negara-negara Eropa. Namun saat itu harganya masih mahal dan hanya bisa dikonsumsi kalangan elite.
![Sejarah Hari Valentine, Ini Peran Penting Cokelat Silverqueen dan Cadbury]()
Foto: Freepik
Pada saat pemerintahan Ratu Victoria di Inggris pada 1837, kondisi perekonomian membaik, dan gairah perayaan Hari Valentine pun merebak. Orang-orang mulai mengirim kartu dan cokelat, karena harganya yang mulai terjangkau oleh kelas menengah.
Lalu pada 1847, pembuat cokelat asal Inggris J.S. Fry & Sons mulai memproduksi cokelat batangan. Perusahaan ini menggabungkan bubuk kakao dan gula dengan mentega kakao (lemak yang diekstraksi dari biji kakao). Beberapa tahun kemudian, perusahaan menjual cokelat dengan beragam rasa.
Sedangkan mengutip NPR, seorang petualang dan tukang judi kelahiran Venesia Giacoma Casanova menyebut cokelat yang saat itu masih berupa sebuah minuman menyebutnya sebagai "obat mujarab cinta" atau minuman yang bisa menyalakan gairah seksual.
Baca Juga: 4 Hal yang Bikin Love and Leashes Beda Jauh dengan Fifty Shades of Grey
Lalu pada sekitar 1615, saat cokelat populer di Spanyol, minuman itu melewati Spanyol hingga ke Italia dan Prancis. Pelan-pelan, cokelat pun melintasi negara-negara Eropa. Namun saat itu harganya masih mahal dan hanya bisa dikonsumsi kalangan elite.

Foto: Freepik
Pada saat pemerintahan Ratu Victoria di Inggris pada 1837, kondisi perekonomian membaik, dan gairah perayaan Hari Valentine pun merebak. Orang-orang mulai mengirim kartu dan cokelat, karena harganya yang mulai terjangkau oleh kelas menengah.
Lalu pada 1847, pembuat cokelat asal Inggris J.S. Fry & Sons mulai memproduksi cokelat batangan. Perusahaan ini menggabungkan bubuk kakao dan gula dengan mentega kakao (lemak yang diekstraksi dari biji kakao). Beberapa tahun kemudian, perusahaan menjual cokelat dengan beragam rasa.
Lihat Juga :