Film Pendek Psycholoner, Bahayanya Menjadi Penyendiri
Jum'at, 18 Februari 2022 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Film Pendek Subaja: Keadilan yang (Tidak) Diharapkan
Apa lagi, jika ego state itu muncul dari trauma akibat ego state yang sudah ada dianggap tidak mampu menyelesaikannya seperti yang dialami oleh Topan (Aldira Topan), tokoh utama dalam film pendek berdurasi 34 menit ini. Topan menderita skizofrenia dan insomnia, sehingga kesulitan membedakan antara fakta dan imajinasi.
Memang tidak mudah menemani seseorang dengan gangguan mental. Hal ini dialami Fira, pacar Topan, sehingga akhirnya hubungan mereka berantakan. Fira sangat sulit memahami Topan karena awam masalah kondisi mental ini.
![Film Pendek Psycholoner, Bahayanya Menjadi Penyendiri]()
Foto: Genflix
Sayangnya, keputusasaan juga mendera psikiater (Fahrizal Ma'ruf) yang menangani kasus Topan. Alih-alih bersimpati dan berusaha menemukan cara-cara baru untuk mendiagnosis Topan, sang psikiater justru sempat menuduh Topan berbohong. Ia bahkan menyalahkannya karena ia tidak ada perkembangan, dan akhirnya memutuskan sesi konsultasi serta mengusir Topan.
Hal ini membuat Topan hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri. Tidak, dirinya tentu bukan sekadar seorang pribadi yang satu. Dia dibantu oleh ego state dalam dirinya yang muncul akibat trauma.
Apa lagi, jika ego state itu muncul dari trauma akibat ego state yang sudah ada dianggap tidak mampu menyelesaikannya seperti yang dialami oleh Topan (Aldira Topan), tokoh utama dalam film pendek berdurasi 34 menit ini. Topan menderita skizofrenia dan insomnia, sehingga kesulitan membedakan antara fakta dan imajinasi.
Memang tidak mudah menemani seseorang dengan gangguan mental. Hal ini dialami Fira, pacar Topan, sehingga akhirnya hubungan mereka berantakan. Fira sangat sulit memahami Topan karena awam masalah kondisi mental ini.

Foto: Genflix
Sayangnya, keputusasaan juga mendera psikiater (Fahrizal Ma'ruf) yang menangani kasus Topan. Alih-alih bersimpati dan berusaha menemukan cara-cara baru untuk mendiagnosis Topan, sang psikiater justru sempat menuduh Topan berbohong. Ia bahkan menyalahkannya karena ia tidak ada perkembangan, dan akhirnya memutuskan sesi konsultasi serta mengusir Topan.
Hal ini membuat Topan hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri. Tidak, dirinya tentu bukan sekadar seorang pribadi yang satu. Dia dibantu oleh ego state dalam dirinya yang muncul akibat trauma.
Lihat Juga :