Tukar Tambah Waktu Jadi Novel Terbaik di Kompetisi Kwikku 2021
Jum'at, 18 Februari 2022 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Penulis novel laris Supernova, Filosofi Kopi dan lainnya ini mengungkapkan sebagai juri dirinya terbilang pelit dalam menilai. Namun, dia menilai banyak talenta penulis novel yang berbakat dari segi cerita meski banyak yang gak selesaikan karya hingga akhir cerita belum jadi belum bisa nilai karyanya secara keseluruhan serta kesalahan elementer lain terutama dalam tata bahasa.
"Saya lihat banyak yang bertalenta meski belum selesai atau tuntas dalam membuat cerita dan paling mendasar banyak juga melakukan kesalahan di tata bahasa, tanda baca yang belepotan dimana bahasanya dipagari dengan banyak hal makanya coba diusahakan tata baca dan bahasa bagus yang berarti teknik penceritaan dengan mengenalkan karakter yang membuat juri bersimpati dan pesan saya pertama berani memulai, kedua berani berbagi dan ketiga berani gagal semua penulis alami ini jangan putus asa menyerah dan pemenang konsistensi berkarya lebih baik lagi," paparnya.
Baca Juga: Novel Animal Farm, saat Tokoh-Tokoh Politik Dunia Menjadi Binatang
Sweta Kartika dari tim juri webtoon mengatakan para pemenang bisa dilihat dari berbagai ide dan genre.Untuk kategori webtoon, nilai plus berada pada visual, teknik bercerita, dan layout. "Karya pada kompetisi kali ini yang masuk menghadirkan tema dan gaya gambar yang bervariasi. Semangat peserta untuk berlatih mengasah teknik penceritaan atau storytelling, adalah kekuatan utama sebuah komik," tuturnya.
Adapun setelah menjalani proses seleksi selama empat bulan, dari kategori novel ada Tukar Tambah Nasib karya Seplia Sartika S (juara 1), Tunggu Aku di Batavia karya Ni Ketut Yuni Suastini (juara 2), Nun Mati 1962 karya Tian Setiawati Topandi (juara 3). Untuk kategori webtoon ada Pallid Dream karya Ulfia Khairani D (juara 1), Sunlover karya 7STudio (juara 2), dan Magang di Tempat Supervillains karya Kyriepoda (juara 3). Sedangkan pemenang 1 kategori cover design ada The Archer karya A Fajrul Islam, Harimau! Harimau! karya Benie Ahmad, dan Love is Just a Memory karya Amalina Nur Asrari sebagai juara ketiga.
"Saya lihat banyak yang bertalenta meski belum selesai atau tuntas dalam membuat cerita dan paling mendasar banyak juga melakukan kesalahan di tata bahasa, tanda baca yang belepotan dimana bahasanya dipagari dengan banyak hal makanya coba diusahakan tata baca dan bahasa bagus yang berarti teknik penceritaan dengan mengenalkan karakter yang membuat juri bersimpati dan pesan saya pertama berani memulai, kedua berani berbagi dan ketiga berani gagal semua penulis alami ini jangan putus asa menyerah dan pemenang konsistensi berkarya lebih baik lagi," paparnya.
Baca Juga: Novel Animal Farm, saat Tokoh-Tokoh Politik Dunia Menjadi Binatang
Sweta Kartika dari tim juri webtoon mengatakan para pemenang bisa dilihat dari berbagai ide dan genre.Untuk kategori webtoon, nilai plus berada pada visual, teknik bercerita, dan layout. "Karya pada kompetisi kali ini yang masuk menghadirkan tema dan gaya gambar yang bervariasi. Semangat peserta untuk berlatih mengasah teknik penceritaan atau storytelling, adalah kekuatan utama sebuah komik," tuturnya.
Adapun setelah menjalani proses seleksi selama empat bulan, dari kategori novel ada Tukar Tambah Nasib karya Seplia Sartika S (juara 1), Tunggu Aku di Batavia karya Ni Ketut Yuni Suastini (juara 2), Nun Mati 1962 karya Tian Setiawati Topandi (juara 3). Untuk kategori webtoon ada Pallid Dream karya Ulfia Khairani D (juara 1), Sunlover karya 7STudio (juara 2), dan Magang di Tempat Supervillains karya Kyriepoda (juara 3). Sedangkan pemenang 1 kategori cover design ada The Archer karya A Fajrul Islam, Harimau! Harimau! karya Benie Ahmad, dan Love is Just a Memory karya Amalina Nur Asrari sebagai juara ketiga.
(hri)
Lihat Juga :