5 Siklus Kemarahan, dari Pemicu sampai Depresi Pascakrisis
Sabtu, 19 Februari 2022 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Pada fase ini tubuh merespons ancaman yang datang dengan beragam hal. Respons tersebut dapat dilihat pada respirasi menjadi lebih cepat, tekanan darah dan denyut jantung meningkat. Selain itu, suara mengalami perubahan dengan nada menjadi lebih tinggi atau rendah, pupil membesar, dan kerutan pada alis.
3. Fase Krisis (The Crisis Phase)
![5 Siklus Kemarahan, dari Pemicu sampai Depresi Pascakrisis]()
Foto:Shvets Production/Pexels
Pada fase krisis, tubuh siap untuk bertindak. Respons melawan atau lari muncul, dan individu memilih untuk menyelamatkan dirinya dari potensi bahaya (fisik atau emosional). Selama fase ini, seseorang cenderung mengambil keputusan dengan tergesa-gesa dan hanya mengandalkan perasaan tanpa logika.
Baca Juga: 6 Tanda Kamu Punya Masalah Anger Issues, Susah Mengontrol Amarah
4. Fase Pemulihan (The Recovery Phase)
![5 Siklus Kemarahan, dari Pemicu sampai Depresi Pascakrisis]()
Foto:Tima Miroshnichenko/Pexels
3. Fase Krisis (The Crisis Phase)

Foto:Shvets Production/Pexels
Pada fase krisis, tubuh siap untuk bertindak. Respons melawan atau lari muncul, dan individu memilih untuk menyelamatkan dirinya dari potensi bahaya (fisik atau emosional). Selama fase ini, seseorang cenderung mengambil keputusan dengan tergesa-gesa dan hanya mengandalkan perasaan tanpa logika.
Baca Juga: 6 Tanda Kamu Punya Masalah Anger Issues, Susah Mengontrol Amarah
4. Fase Pemulihan (The Recovery Phase)

Foto:Tima Miroshnichenko/Pexels
Lihat Juga :