Menyambut New Normal, Industri Film Tanah Air Diminta Menyesuaikan Diri
Senin, 15 Juni 2020 - 10:55 WIB
loading...
A
A
A
Tawaran tersebut tidak lantas membuat pelaku industri film Tanah Air, terutama produser film merasa lega. Sejumlah persoalan masih membelit produksi film nasional, sehingga produser film masih mengurungkan rencana syuting saat pandemi Covid-19, seperti diungkapkan produser Lola Amaria.
“Ada opsi sih, tapi di-pending dulu. Kami akan syuting lagi tahun depan dengan proses yang enggak sama dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk Covid-19 yang pasti akan berbeda dari kondisi biasanya,” ujar Lola.
Lola mengatakan bahwa biaya produksi film akan bertambah banyak jika dilakukan di tengah new normal. “Kalau mengacu pada standar kesehatan maka diperlukan ide-ide baru yang kreatif, di mana biaya syuting akan melonjak tajam karena banyak rapid test yang dilakukan kepada sejumlah kru film,” jelas anak ketiga dari sembilan bersaudara ini. (Baca juga: Curhat Aktor Reza Rahadian Direspons Menkeu dengan Insentif Pajak)
Artis kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977 ini pun menjelaskan, ada 80 kru film yang harus menjalani rapid test dan dilakukan sampai tiga kali serta ditemani paramedis. “Berapa biaya tambahannya. Sementara produser masih harus berjuang supaya kembali modal membuat film. Kalaupun ada biayanya, apakah semua kru bisa mematuhi imbauan itu,” ujar Lola, yang meyakini adanya tambahan biaya yang harus dikeluarkan produser untuk membuat sebuah film.
Lebih lanjut, sineas berdarah Palembang dan Sunda ini pun kembali mempertanyakan bahwa ketika sebuah produksi film layar lebar selesai dibuat dan siap tayang, apakah penonton juga sudah siap datang ke bioskop, mengingat hampir semua bioskop Indonesia berada di dalam gedung mal.
Produser dan pemain film Lima tersebut memastikan bahwa jam tayang bioskop di masa new normal ikut berubah, mengingat operasional bioskop hanya sampai pukul 20.00 WIB. “Sistemnya seperti apa dan berapa kali tayang dan kalaupun kami harus beraktivitas syuting lagi, ya tentu harus dengan cara-cara yang kreatif,” ujar Lola, yang tidak mau ambil risiko terpapar wabah Covid-19 saat menonton film di bioskop.
“Ada opsi sih, tapi di-pending dulu. Kami akan syuting lagi tahun depan dengan proses yang enggak sama dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk Covid-19 yang pasti akan berbeda dari kondisi biasanya,” ujar Lola.
Lola mengatakan bahwa biaya produksi film akan bertambah banyak jika dilakukan di tengah new normal. “Kalau mengacu pada standar kesehatan maka diperlukan ide-ide baru yang kreatif, di mana biaya syuting akan melonjak tajam karena banyak rapid test yang dilakukan kepada sejumlah kru film,” jelas anak ketiga dari sembilan bersaudara ini. (Baca juga: Curhat Aktor Reza Rahadian Direspons Menkeu dengan Insentif Pajak)
Artis kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977 ini pun menjelaskan, ada 80 kru film yang harus menjalani rapid test dan dilakukan sampai tiga kali serta ditemani paramedis. “Berapa biaya tambahannya. Sementara produser masih harus berjuang supaya kembali modal membuat film. Kalaupun ada biayanya, apakah semua kru bisa mematuhi imbauan itu,” ujar Lola, yang meyakini adanya tambahan biaya yang harus dikeluarkan produser untuk membuat sebuah film.
Lebih lanjut, sineas berdarah Palembang dan Sunda ini pun kembali mempertanyakan bahwa ketika sebuah produksi film layar lebar selesai dibuat dan siap tayang, apakah penonton juga sudah siap datang ke bioskop, mengingat hampir semua bioskop Indonesia berada di dalam gedung mal.
Produser dan pemain film Lima tersebut memastikan bahwa jam tayang bioskop di masa new normal ikut berubah, mengingat operasional bioskop hanya sampai pukul 20.00 WIB. “Sistemnya seperti apa dan berapa kali tayang dan kalaupun kami harus beraktivitas syuting lagi, ya tentu harus dengan cara-cara yang kreatif,” ujar Lola, yang tidak mau ambil risiko terpapar wabah Covid-19 saat menonton film di bioskop.
Lihat Juga :