Ini Kata Orang-Orang yang sudah Nonton Film The Batman
Rabu, 02 Maret 2022 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
Orang lain yang juga sudah menonton film ini juga mengakui suka dengan Gotham City di The Batman. Gotham yang biasanya digambarkan sebagai kota mati, di The Batman, kota ini hidup meski tetap punya aura yang gelap dan suram. Tapi, film ini berhasil menunjukkan kalau masih ada harapan di kota tersebut.
“Reeves membuat film terbaik Batman sejak The Dark Knight, dengan dunia yang menawan dan kaya yang menghidupkan kembali karakter yang telah kita lihat di layar berulang kali. Dengan The Batman, Reeves memprioritaskan bayangan Gotham, mengatur kota ini dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya di layar, membawa kehidupan ke dunia di sekitar Batman. Alih-alih pahlawan dan penjahat yang hidup dalam hitam dan putih, Reeves menghadirkan sebuah kota yang abu-abu. The Batman tidak mendefinisikan ulang apa yang kita ketahui tentang karakter ini, tetapi lewat arahan Reeves, kita diperlihatkan cerita Batman dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata Ross Bonaime dari Collider.
Brandon Zachary dari CBR memuji bagaimana The Batman menunjukkan pendekatan karakter yang paling introspektif. Inilah yang membuat Batman versi Robert Pattinson ini berbeda. Dia menjadi Batman yang menonjol saat ini.
![Ini Kata Orang-Orang yang sudah Nonton Film The Batman]()
“Batman versi masa lalu menggunakan karakter ini untuk mengomentari perubahan dunia, mengisahkan tentang balas dendam, atau menjelajahi pertaruhan epic dari perspektif brutal. Tidak satu pun dari mereka yang mengambil peluang menginvestigasi apa artinya hidup di dunia di mana Batman adalah pendekatan masuk akal ke konflik—sesuatu yang diselidiki Batman dengan penuh semangat,” kata dia.
Menurut Kofi Outlaw dari Comicbook.com, The Batman adalah pengenalan kembali franchise film Batman yang sangat bagus. Namun, film ini terasa seperti korban keadaan. Dia beranggapan, sepertinya ada titik tematik lebih dalam yang asli di film ini, sampai seluruh dunia jadi kacau.
“Yang paling kita dapatkan dari The Batman adalah pesan terakhirnya, ‘Hey, semuanya memang kacau, tapi, ah, mari coba membantu orang lain, oke?’ Dengan kondisi di seluruh dunia saat ini (saat menulis ini), mungkin itulah satu-satunya pesan yang bisa diberikan sebuah film superhero sekarang,” tulis Kofi.
Meskipun film ini banyak dipuji, tapi ada juga yang mengeluhkannya. Keluhan ini utamanya karena durasinya yang cukup panjang, yaitu 2 jam 56 menit. Dengan panjangnya durasi ini, The Batman berisiko membuat bosan penontonnya jika tidak mampu mempertahankan fokus dan laju ceritanya.
“Reeves membuat film terbaik Batman sejak The Dark Knight, dengan dunia yang menawan dan kaya yang menghidupkan kembali karakter yang telah kita lihat di layar berulang kali. Dengan The Batman, Reeves memprioritaskan bayangan Gotham, mengatur kota ini dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya di layar, membawa kehidupan ke dunia di sekitar Batman. Alih-alih pahlawan dan penjahat yang hidup dalam hitam dan putih, Reeves menghadirkan sebuah kota yang abu-abu. The Batman tidak mendefinisikan ulang apa yang kita ketahui tentang karakter ini, tetapi lewat arahan Reeves, kita diperlihatkan cerita Batman dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata Ross Bonaime dari Collider.
Brandon Zachary dari CBR memuji bagaimana The Batman menunjukkan pendekatan karakter yang paling introspektif. Inilah yang membuat Batman versi Robert Pattinson ini berbeda. Dia menjadi Batman yang menonjol saat ini.

“Batman versi masa lalu menggunakan karakter ini untuk mengomentari perubahan dunia, mengisahkan tentang balas dendam, atau menjelajahi pertaruhan epic dari perspektif brutal. Tidak satu pun dari mereka yang mengambil peluang menginvestigasi apa artinya hidup di dunia di mana Batman adalah pendekatan masuk akal ke konflik—sesuatu yang diselidiki Batman dengan penuh semangat,” kata dia.
Menurut Kofi Outlaw dari Comicbook.com, The Batman adalah pengenalan kembali franchise film Batman yang sangat bagus. Namun, film ini terasa seperti korban keadaan. Dia beranggapan, sepertinya ada titik tematik lebih dalam yang asli di film ini, sampai seluruh dunia jadi kacau.
“Yang paling kita dapatkan dari The Batman adalah pesan terakhirnya, ‘Hey, semuanya memang kacau, tapi, ah, mari coba membantu orang lain, oke?’ Dengan kondisi di seluruh dunia saat ini (saat menulis ini), mungkin itulah satu-satunya pesan yang bisa diberikan sebuah film superhero sekarang,” tulis Kofi.
Meskipun film ini banyak dipuji, tapi ada juga yang mengeluhkannya. Keluhan ini utamanya karena durasinya yang cukup panjang, yaitu 2 jam 56 menit. Dengan panjangnya durasi ini, The Batman berisiko membuat bosan penontonnya jika tidak mampu mempertahankan fokus dan laju ceritanya.
Lihat Juga :