Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Desa Muara Jambi Sebagai Destinasi Wisata Super Berkualitas, Ini Daya Tariknya
Jum'at, 04 Maret 2022 - 07:37 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno mencicipi kopi di ‘Pojok Kopi Dusun’, Desa Muara Jambi yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi yang disebutnya sebagai destinasi wisata super berkualitas. Foto/Dok.Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan untuk mengunjungi Desa Muara Jambi yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi untuk melakukan sosialisasi program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa bisa meningkat melalui penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja dari sektor parekraf.
Pada kesempatan yang terjadi hari Kamis (3/3/2022) itu, Sandiaga juga berkeliling dan meninjau langsung potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di desa tersebut. Menteri yang juga pengusaha ini lantas menyebut Provinsi Jambi khususnya Desa Muara Jambi sebagai ‘destinasi super berkualitas’ karena memiliki beberapa daya tarik.
Sebagai informasi, Desa Muara Jambi menjadi lokasi dari sebuah situs peninggalan bersejarah yang sudah ada sejak abad ke-7, yaitu Candi Muaro Jambi yang merupakan salah satu pusat pendidikan agama Buddha tertua di Indonesia bahkan terbesar di Asia Tenggara. Yang menarik, luas candi tersebut mencapai 3.981 hektare atau delapan kali lebih luas dari Candi Borobudur!
"Candi Muara Jambi ini adalah destinasi super berkualitas karena ada sebelum dari destinasi super prioritas Borobudur, jadi ini akan kita bangun bersama, kita akan hadirkan kebijakan yang cepat, tegas, agar langsung bisa berdampak positif kepada masyarakat," ucap Sandiaga dikutip oleh MNC Portal Indonesia dari keterangan tertulisnya, Jum’at (4/3/2022).
Baca Juga: Luhut Berang Ada Bisnis Batu Bara di Candi Muaro Jambi: Izin Bisa Dicabut!
Sejak tahun 2009, Candi Muara Jambi telah diajukan ke UNESCO untuk dijadikan sebagai salah satu situs warisan budaya dunia dan saat ini masih masuk ke dalam daftar tunggu. Candi Muara Jambi pun sudah masuk ke dalam kawasan strategis nasional (KSN) pada tahun 2017.
![Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Desa Muara Jambi Sebagai Destinasi Wisata Super Berkualitas, Ini Daya Tariknya]()
Selain situs bersejarah, Desa Wisata Muara Jambi juga memiliki daya tarik wisata lain seperti Danau Kelari, hamparan sawah tadah hujan, perkebunan duku, durian dan karet alam, hingga makam kelingking Raden Mattaher. Ada pula sebuah coffee shop dengan kearifan lokal yang dikenal "Pojok Kopi Dusun".
Pada kesempatan yang terjadi hari Kamis (3/3/2022) itu, Sandiaga juga berkeliling dan meninjau langsung potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di desa tersebut. Menteri yang juga pengusaha ini lantas menyebut Provinsi Jambi khususnya Desa Muara Jambi sebagai ‘destinasi super berkualitas’ karena memiliki beberapa daya tarik.
Sebagai informasi, Desa Muara Jambi menjadi lokasi dari sebuah situs peninggalan bersejarah yang sudah ada sejak abad ke-7, yaitu Candi Muaro Jambi yang merupakan salah satu pusat pendidikan agama Buddha tertua di Indonesia bahkan terbesar di Asia Tenggara. Yang menarik, luas candi tersebut mencapai 3.981 hektare atau delapan kali lebih luas dari Candi Borobudur!
"Candi Muara Jambi ini adalah destinasi super berkualitas karena ada sebelum dari destinasi super prioritas Borobudur, jadi ini akan kita bangun bersama, kita akan hadirkan kebijakan yang cepat, tegas, agar langsung bisa berdampak positif kepada masyarakat," ucap Sandiaga dikutip oleh MNC Portal Indonesia dari keterangan tertulisnya, Jum’at (4/3/2022).
Baca Juga: Luhut Berang Ada Bisnis Batu Bara di Candi Muaro Jambi: Izin Bisa Dicabut!
Sejak tahun 2009, Candi Muara Jambi telah diajukan ke UNESCO untuk dijadikan sebagai salah satu situs warisan budaya dunia dan saat ini masih masuk ke dalam daftar tunggu. Candi Muara Jambi pun sudah masuk ke dalam kawasan strategis nasional (KSN) pada tahun 2017.

Selain situs bersejarah, Desa Wisata Muara Jambi juga memiliki daya tarik wisata lain seperti Danau Kelari, hamparan sawah tadah hujan, perkebunan duku, durian dan karet alam, hingga makam kelingking Raden Mattaher. Ada pula sebuah coffee shop dengan kearifan lokal yang dikenal "Pojok Kopi Dusun".
Lihat Juga :