Seperti Apa Konsultasi Ke Psikolog dan Psikiater? Ini Cerita Mereka yang Pernah Melakukannya

Sabtu, 12 Maret 2022 - 07:30 WIB
loading...
A A A
Pada akhirnya Devany memutuskan untuk melakukan konsultasi secara daring dengan psikiater lewat sebuah platform kesehatan. Dari situ, Devany mendapatkan obat berupa pil penenang untuk mempercepat proses penyembuhannya.

"Proses penyembuhannya cukup cepat, awal tahun 2021 aku dinyatakan sembuh dari gangguan mental dan tidak lagi melakukan konsultasi dengan psikiater," ujarnya.

Baca Juga: 7 Fakta dan Mitos tentang Kleptomania, Beda dengan Mengutil

Selain mengonsumsi obat, ia juga melakukan aktivitas yang mempercepat proses penyembuhannya. Ia aktif mengikuti perhimpunan mahasiswa di kampus dan organisasi lainnya untuk menyibukkan diri dan mengalihkan gangguan mentalnya.

Cerita dari Seorang Atlet

Seorang atlet yang erat kaitannya dengan fisik yang sehat pun tak berarti bebas dari masalah penyakit mental. Ini terjadi pada seorang atlet golf perempuan AA, 20. AA juga adalah mahasiswi Jurusan Komunikasi dan bekerja.

Pada Maret 2021, AA didiagnosis memiliki penyakit mental post-traumatic stress disorder(PTSD). Ini adalah bentuk gangguan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan setelah mengalami peristiwa traumatis pada masa lalu.

Sejak saat itu, ia rutin berkonsultasi ke dua orang psikolog sekaligus. Satu psikolog untuk membantunya menangani masalah gangguan mental. Sementara satu lagi adalah psikolog mental coach untuk membantu AA berlatih bermain golf dengan gangguan mental yang ia miliki.

“Ada satu proses konsultasi yang menarik bagi aku, yaitu aku disuruh gambar dengan pensil warna tentang apa yang terlintas di otak aku pertama kali ketika mendengarkan sebuah lagu yang diputarkan oleh psikolog," cerita AA.

Butuh waktu lama untuk AA merasa menjadi lebih baik. Ini karena ia mengaku memiliki sifat keras kepala yang bisa memicu penyakitnya itu.

Seperti Apa Konsultasi Ke Psikolog dan Psikiater? Ini Cerita Mereka yang Pernah Melakukannya

Foto: iStockphoto

AA mengatakan, ketika gangguan mentalnya menyerang secara tiba-tiba, maka dia akan mendengarkan murottal (rekaman orang mengaji) atau mendengarkan musik favoritnya. “Aku juga suka ngaca di depan cermin sambil ngomong sama diri sendiri bahwa enggak apa-apa merasa enggak baik-baik aja," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Rofi, Anak Pedagang...
Kisah Rofi, Anak Pedagang Ikan Keliling yang Lolos SNBP dan Kuliah di UGM
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Rekomendasi
Bila Mangkir Pemeriksaan,...
Bila Mangkir Pemeriksaan, Febrie Adriansyah Bisa Dijemput Paksa
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
Berita Terkini
Viral Kabar Kanye West...
Viral Kabar Kanye West Bakal Manggung di Jakarta Oktober 2026, Netizen Antusias War Tiket!
Gandeng Raisa dan Eross...
Gandeng Raisa dan Eross Candra, iForte & Protelindo Group Rilis Lagu Cahaya Hati
Ditransfer Ruben Onsu...
Ditransfer Ruben Onsu Rp75 Juta, Sarwendah Dikabarkan Protes
Kuasa Hukum Richard...
Kuasa Hukum Richard Lee Sebut Surat Kuasa Pelapor Cacat Hukum
Jon Bon Jovi Mendadak...
Jon Bon Jovi Mendadak Hentikan Konser, Ternyata Ini Penyebabnya!
Richard Lee Sebut Barang...
Richard Lee Sebut Barang Bukti di Persidangan Bukan Produknya
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved