PPFI Minta Dibuatkan Protokol Kesehatan untuk Industri Film
Selasa, 16 Juni 2020 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, actor berusia 65 tahun itu melihat, saat ini televisi membutuhkan tayangan baru. Begitu juga dengan film-film yang sudah dibuat, menunggu bioskop buka. Sebagai pelaku seni, Deddy Mizwar berharap Kementerian Pendidikan juga mendukung Kementerian Kesehatan untuk mengeluarkan protokol kesehatan.
"Di satu sisi, televise membutuhkan tayangan baru. Film yang sudah dibuat menunggu kapan bioskop dibuka. Kalau mal dibuka, bioskop sharusnya sudah dibuka. Mal ada protokol kesehatan yang diatur dan syuting demikian. Masa mau syuting pake masker semua? Sedangkan kita jual muka orang. Siapa yang mau nonton kalau kaya ninja semua?," bebernya.
"Film itu dibawah bidang kebudayaan. Kemendikbud, pendidikan, film dan kebudayaan. Kami minta Kemendikbud juga mendukung, mendorong Kementerian Kesehatan mengeluarkan protokol kesehatan," tambah Deddy. (Baca juga: Pria Lebih Suka Wanita yang Pandai Memasak, Ini Alasannya! ).
Sementara itu, mengingat jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah di Indonesia setiap harinya, pemerintah diharapkan turut memprioritaskan industri perfilman Tanah Air. Salah satunya dengan mengeluarkan protokol kesehatan bagi industri film.
"Kami mendesak Kementerian Kesehatan mengeluarkan protokol kesehatan industri film. Kita tidak ingin insan film terpapar dan terkapar. Kapan dibolehkan syuting dan kapan protokol kesehatan film disahkan pemerintah. Yang dibutuhkan protokol yang jelas. Gimana syuting, penyewaan alat, cospro hingga ke bioskop. Tidak hanya bioskop tapi TV juga," tandasnya.
"Di satu sisi, televise membutuhkan tayangan baru. Film yang sudah dibuat menunggu kapan bioskop dibuka. Kalau mal dibuka, bioskop sharusnya sudah dibuka. Mal ada protokol kesehatan yang diatur dan syuting demikian. Masa mau syuting pake masker semua? Sedangkan kita jual muka orang. Siapa yang mau nonton kalau kaya ninja semua?," bebernya.
"Film itu dibawah bidang kebudayaan. Kemendikbud, pendidikan, film dan kebudayaan. Kami minta Kemendikbud juga mendukung, mendorong Kementerian Kesehatan mengeluarkan protokol kesehatan," tambah Deddy. (Baca juga: Pria Lebih Suka Wanita yang Pandai Memasak, Ini Alasannya! ).
Sementara itu, mengingat jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah di Indonesia setiap harinya, pemerintah diharapkan turut memprioritaskan industri perfilman Tanah Air. Salah satunya dengan mengeluarkan protokol kesehatan bagi industri film.
"Kami mendesak Kementerian Kesehatan mengeluarkan protokol kesehatan industri film. Kita tidak ingin insan film terpapar dan terkapar. Kapan dibolehkan syuting dan kapan protokol kesehatan film disahkan pemerintah. Yang dibutuhkan protokol yang jelas. Gimana syuting, penyewaan alat, cospro hingga ke bioskop. Tidak hanya bioskop tapi TV juga," tandasnya.
(tdy)
Lihat Juga :