Profil Rara Pawang Hujan Mandalika, Perintah Dorna untuk Beraksi di Pusat MotoGP
Senin, 21 Maret 2022 - 17:15 WIB
loading...
Profil Rara pawang hujan Mandalika menjadi sorotan masyarakat dunia paska beraksi jelang race MotoGP Mandalika pada Minggu (20/3/2022) kemarin. Foto/Instagram MotoGP
A
A
A
JAKARTA - Profil Rara pawang hujan Mandalika menjadi sorotan masyarakat dunia paska beraksi jelang race MotoGP Mandalika pada Minggu (20/3/2022) kemarin. Pemilik nama lengkap Raden Rara Istiati Wulandari itu rupanya langganan bagi penyelenggara event besar yang tidak menginginkan hujan.
Rara merupakan perempuan asal Jayapura, Papua, kelahiran 1983. Berdomisili di Denpasar, Bali, Rara dikenal sebagai paranormal, ahli tarot, dan pawang hujan.
Baca Juga: Viral Rara Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Bayarannya Tembus Ratusan Juta
Dilansir dari berbagai sumber, Rara diketahui beragam Islam dan penganut kejawen. Dia merupakan seorang indigo yang dilatih oleh keluarganya dalam dunia spiritual. Termasuk menjadi pawang hujan sejak usia 9 tahun.
Profil Rara pawang hujan Mandalika semakin menarik perhatian ketika menjalankan ritual di Sirkuit Mandalika dengan mangkok emas dan seikat dupa. Apalagi ketika Rara memutar dan mengangkat mangkuk serta perangkatnya. Seolah tidak peduli ditonton ribuan mata, Rara tetap khusyuk menjalankan ritualnya diiringi mulut komat-kamit membaca mantra untuk meredakan hujan di area balap internasional tersebut.
Rara merupakan perempuan asal Jayapura, Papua, kelahiran 1983. Berdomisili di Denpasar, Bali, Rara dikenal sebagai paranormal, ahli tarot, dan pawang hujan.
Baca Juga: Viral Rara Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Bayarannya Tembus Ratusan Juta
Dilansir dari berbagai sumber, Rara diketahui beragam Islam dan penganut kejawen. Dia merupakan seorang indigo yang dilatih oleh keluarganya dalam dunia spiritual. Termasuk menjadi pawang hujan sejak usia 9 tahun.
Profil Rara pawang hujan Mandalika semakin menarik perhatian ketika menjalankan ritual di Sirkuit Mandalika dengan mangkok emas dan seikat dupa. Apalagi ketika Rara memutar dan mengangkat mangkuk serta perangkatnya. Seolah tidak peduli ditonton ribuan mata, Rara tetap khusyuk menjalankan ritualnya diiringi mulut komat-kamit membaca mantra untuk meredakan hujan di area balap internasional tersebut.
Lihat Juga :