Review Film The Lost City: Chemistry Asyik Sandra Bullock dan Channing Tatum
Rabu, 23 Maret 2022 - 03:45 WIB
loading...
A
A
A
Menghilangnya Loretta membuat timnya kalang kabut. Alan yang merasa bersalah pun turun tangan. Dia menghubungi pelatihnya, Jack Trainer (Brad Pitt). Berdua, mereka pergi ke pulau di Pasifik untuk menyelamatkan Loretta.
![Review Film The Lost City: Chemistry Asyik Sandra Bullock dan Channing Tatum]()
Film ini mengikuti alur yang sangat sederhana. Tidak banyak kejutan yang berarti atau pun plot twist yang spektakuler. Menonton film ini seperti membaca novel romantis ala Harlequin. Karakter ceweknya sukses, menarik, dan tidak punya kehidupan asmara. Sementara, cowoknya berpenampilan macho, ganteng, dan akan melakukan apa pun untuk melindungi si cewek.
Adegan laga di film ini pun terkesan biasa saja. Malah nanggung. Dibilang intensif, tapi ada unsur humornya. Tapi, humornya pun juga bukan humor yang lucu-lucu amat. Biasa saja, malah cenderung flat. Ceritanya juga flat dan gampang sekali ditebak.
Satu-satunya yang menonjol dari film ini adalah chemistry Sandra dan Channing. Dengan dua karakter yang sifatnya terasa tidak sinkron, Sandra dan Channing mampu menghidupkan hubungan Loretta dan Alan dengan baik. Alan dengan sikapnya yang sok macho akhirnya bisa membuat Loretta yang tertutup untuk terbuka.
Loretta masih tidak bisa move on dari suaminya yang meninggal dunia. Sejak kepergian suaminya, Loretta jadi menutup diri dan menyibukkan diri dengan menulis novel. Sedangkan Alan menjadi model karena dia pikir itu adalah jalan termudah untuk mendapatkan uang. Sebagai model novel Loretta, lama-lama Alan merasa dekat dengan sosok Dash yang menjadi karakter utama cowok di novel itu dan selau berusaha dekat dengan Loretta.
![Review Film The Lost City: Chemistry Asyik Sandra Bullock dan Channing Tatum]()
Adegan canggung dan konyol di antar kedua orang itulah yang menjadi nyawa film ini. Film ini menarik karena keberadaan mereka. Karakter lain seolah hanya tempelan. Bahkan begitu juga dengan antagonisnya, Abigail Fairfax.
Kemampuan akting Daniel Radcliffe cukup oke. Tapi, di film ini, karakternya tidak berkembang dengan baik. Dia muncul sebagai sosok Abigail, penjahat berwajah manis dengan uang dan kekuasaan besar tapi tidak punya perawakan yang pas sebagai orang yang benar-benar jahat. Karakternya juga jalan di tempat karena tidak punya porsi besar untuk tampil.

Film ini mengikuti alur yang sangat sederhana. Tidak banyak kejutan yang berarti atau pun plot twist yang spektakuler. Menonton film ini seperti membaca novel romantis ala Harlequin. Karakter ceweknya sukses, menarik, dan tidak punya kehidupan asmara. Sementara, cowoknya berpenampilan macho, ganteng, dan akan melakukan apa pun untuk melindungi si cewek.
Adegan laga di film ini pun terkesan biasa saja. Malah nanggung. Dibilang intensif, tapi ada unsur humornya. Tapi, humornya pun juga bukan humor yang lucu-lucu amat. Biasa saja, malah cenderung flat. Ceritanya juga flat dan gampang sekali ditebak.
Satu-satunya yang menonjol dari film ini adalah chemistry Sandra dan Channing. Dengan dua karakter yang sifatnya terasa tidak sinkron, Sandra dan Channing mampu menghidupkan hubungan Loretta dan Alan dengan baik. Alan dengan sikapnya yang sok macho akhirnya bisa membuat Loretta yang tertutup untuk terbuka.
Loretta masih tidak bisa move on dari suaminya yang meninggal dunia. Sejak kepergian suaminya, Loretta jadi menutup diri dan menyibukkan diri dengan menulis novel. Sedangkan Alan menjadi model karena dia pikir itu adalah jalan termudah untuk mendapatkan uang. Sebagai model novel Loretta, lama-lama Alan merasa dekat dengan sosok Dash yang menjadi karakter utama cowok di novel itu dan selau berusaha dekat dengan Loretta.

Adegan canggung dan konyol di antar kedua orang itulah yang menjadi nyawa film ini. Film ini menarik karena keberadaan mereka. Karakter lain seolah hanya tempelan. Bahkan begitu juga dengan antagonisnya, Abigail Fairfax.
Kemampuan akting Daniel Radcliffe cukup oke. Tapi, di film ini, karakternya tidak berkembang dengan baik. Dia muncul sebagai sosok Abigail, penjahat berwajah manis dengan uang dan kekuasaan besar tapi tidak punya perawakan yang pas sebagai orang yang benar-benar jahat. Karakternya juga jalan di tempat karena tidak punya porsi besar untuk tampil.
Lihat Juga :