4 Karakter yang Terlalu Banyak Muncul dalam Bridgerton Season 2, dan 6 Karakter yang Mesti Muncul Lebih Sering
Kamis, 31 Maret 2022 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
4. Portia, Baroness Featherington
![4 Karakter yang Terlalu Banyak Muncul dalam Bridgerton Season 2, dan 6 Karakter yang Mesti Muncul Lebih Sering]()
Foto: Netflix
Baroness Featherington adalah salah satu karakter yang paling membuat frustrasi dalam Bridgertonmusim pertama. Dalam musim kedua, dia tetap menantang dan antagonis sehingga menciptakan beberapa konflik dari kehidupan keluarga Bridgerton yang sudah berbelit-belit.
Hasilnya adalah Portia sangat menghibur dan bahkan menarik simpati penonton pada akhir musim. Season selanjutnya harus tetap menggunakan Portia sebagai sosok yang berlawanan dengan keluarga Bridgerton. Juga akan sangat menarik melihat reaksinya terhadap Lady Whistledown.
Baca Juga: Tampilan Beda Kim Min-Kyu 'Business Proposal' dalam Tiap Drama yang Dibintanginya
5. Penelope Featherington
![4 Karakter yang Terlalu Banyak Muncul dalam Bridgerton Season 2, dan 6 Karakter yang Mesti Muncul Lebih Sering]()
Foto: Netflix
Lady Whistledown memang karakter yang paling menarik selain pasangan utama dalam setiap musim Bridgerton. Namun alter egonya yakni Penelope jelas tidak kalah menarik.
Sejauh ini Penelope hanya digambarkan sebagai gadis yang bertepuk sebelah tangan pada sahabatnya, Collin, atau sahabat dan orang kepercayaan Eloise. Padahal di luar itu, Penelope memiliki lebih banyak hal menarik dalam dirinya.
Musim kedua memang telah membahas lebih dalam tentang cara Penelope menjalankan skema Whistledown-nya, tetapi itu tidak cukup. Musim ketiga harus lebih fokus pada ambisi dan identitasnya di luar Whistledown. Saatnya Penelope menjadi sorotan, bukan sebagai sahabat Eloise ataupun Collin, bukan juga sebagai Whistledown.
6. Benedict Bridgerton
![4 Karakter yang Terlalu Banyak Muncul dalam Bridgerton Season 2, dan 6 Karakter yang Mesti Muncul Lebih Sering]()
Foto: Netflix
Buku ketiga dalam seri Julia Quinn, An Offer from a Gentleman berfokus pada hubungan Benedict dengan karakter baru yang mirip Cinderella, Sophie. Musim ketiga dengan demikian harus fokus pada Benedict.
Porsi cerita tambahan mungkin akan membantu menyempurnakan karakternya yang kurang menonjol selama ini. Tidak seperti Daphne atau Anthony, untuk bisa mengisi jalan cerita utama Benedict membutuhkan lebih banyak substansi daripada season sebelumnya.
Putri Monica
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Media Kreatif
Instagram: @am_p.m

Foto: Netflix
Baroness Featherington adalah salah satu karakter yang paling membuat frustrasi dalam Bridgertonmusim pertama. Dalam musim kedua, dia tetap menantang dan antagonis sehingga menciptakan beberapa konflik dari kehidupan keluarga Bridgerton yang sudah berbelit-belit.
Hasilnya adalah Portia sangat menghibur dan bahkan menarik simpati penonton pada akhir musim. Season selanjutnya harus tetap menggunakan Portia sebagai sosok yang berlawanan dengan keluarga Bridgerton. Juga akan sangat menarik melihat reaksinya terhadap Lady Whistledown.
Baca Juga: Tampilan Beda Kim Min-Kyu 'Business Proposal' dalam Tiap Drama yang Dibintanginya
5. Penelope Featherington

Foto: Netflix
Lady Whistledown memang karakter yang paling menarik selain pasangan utama dalam setiap musim Bridgerton. Namun alter egonya yakni Penelope jelas tidak kalah menarik.
Sejauh ini Penelope hanya digambarkan sebagai gadis yang bertepuk sebelah tangan pada sahabatnya, Collin, atau sahabat dan orang kepercayaan Eloise. Padahal di luar itu, Penelope memiliki lebih banyak hal menarik dalam dirinya.
Musim kedua memang telah membahas lebih dalam tentang cara Penelope menjalankan skema Whistledown-nya, tetapi itu tidak cukup. Musim ketiga harus lebih fokus pada ambisi dan identitasnya di luar Whistledown. Saatnya Penelope menjadi sorotan, bukan sebagai sahabat Eloise ataupun Collin, bukan juga sebagai Whistledown.
6. Benedict Bridgerton

Foto: Netflix
Buku ketiga dalam seri Julia Quinn, An Offer from a Gentleman berfokus pada hubungan Benedict dengan karakter baru yang mirip Cinderella, Sophie. Musim ketiga dengan demikian harus fokus pada Benedict.
Porsi cerita tambahan mungkin akan membantu menyempurnakan karakternya yang kurang menonjol selama ini. Tidak seperti Daphne atau Anthony, untuk bisa mengisi jalan cerita utama Benedict membutuhkan lebih banyak substansi daripada season sebelumnya.
Putri Monica
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Media Kreatif
Instagram: @am_p.m
(ita)
Lihat Juga :