Mengapa Zenitsu Dapat Burung Pipit di Kimetsu no Yaiba?
Kamis, 31 Maret 2022 - 18:53 WIB
loading...
A
A
A
Di Kimetsu no Yaiba, penggunaan gagak sebagai pembawa pesan kepada para anggota Korps Pembasmi Iblis itu adalah penghormatan untuk Yatagarasu. Secara umum, gagak juga diartikan sebagai simbol perlindungan. Selain itu, mereka juga punya indera arah yang bagus.
![Mengapa Zenitsu Dapat Burung Pipit di Kimetsu no Yaiba?]()
Sebaliknya, burung pipit punya warisan yang kurang menguntungkan. Tapi, itulah mengapa Zenitsu dan Chuntaro sempurna satu sama lain. Ini karena sejak awal Zenitsu tidak mewakili gagak dan malahan masuk ke karakteristik burung pipit itu
Dia diperkenalkan sebagai karakter yang harus diselamatkan dari utang. Jadi, dia bukanlah karakter yang bijaksana. Tapi, Zenitsu itu baik hati. Ini terlihat dari caranya melindungi Nezuko dari terjangan Inosuke ketika kedua bertemu kali pertama.
Meskipun begitu, Zenitsu sering bersembunyi di balik kelemahannya. Dia lebih suka marah-marah tentang bahaya yang mereka hadapi. Dia jelas bukanlah seorang pemberani. Tapi, sebuah dongeng Jepang, Cerita Burung Pipit yang Lidahnya Dipotong, mengungkapkan mengapa burung pipit dipilih sebagai pendamping yang pas dengan Zenitsu di saat dia menjadi dewasa.
![Mengapa Zenitsu Dapat Burung Pipit di Kimetsu no Yaiba?]()
Di cerita itu, ada seorang pemotong kayu tua dan istrinya yang tamak. Suatu hari, pemotong kayu itu menemukan seekor burung pipit yang terluka. Dia merawat burung itu dan memberinya makan berupa beras yang membuat istrinya khawatir. Ini pas dengan cara Zenitsu memberi makan Chuntaro. Suatu hari, ketika si laki-laki itu pergi, burung pipit itu makan tepung ketika si istri tidak memberinya makan. Si istri itu lantas memotong lidah burung malang itu dan melemparnya dari rumah.
Ketika laki-laki itu pulang, dia kembali menemukan burung pipit itu dan menemukan satu sarang penuh burung pipit. Mereka lantas mempertemukan laki-laki itu dengan burung yang pernah dia selamatkan. Burung-burung itu menawarinya dua peti, satu besar dan satu kecil.
Karena dia adalah pria yang rendah diri dan sadar dengan batasan fisiknya, laki-laki itu mengambil peti kecil dan membawanya pulang. Ternyata, isinya adalah harta karun. Istrinya yang tamak segera pergi ke sarang burung gerja dan mengambil peti yang besar.
![Mengapa Zenitsu Dapat Burung Pipit di Kimetsu no Yaiba?]()
Tak sabar, dia membuka peti itu ketika dalam perjalanan ke rumah. Ternyata, peti itu berisi ular dan benda-benda mengerikan lainnya. Dia kaget dan jatuh dari jurang. Dongengnya mirip Bawang Merah dan Bawang Putih.

Sebaliknya, burung pipit punya warisan yang kurang menguntungkan. Tapi, itulah mengapa Zenitsu dan Chuntaro sempurna satu sama lain. Ini karena sejak awal Zenitsu tidak mewakili gagak dan malahan masuk ke karakteristik burung pipit itu
Dia diperkenalkan sebagai karakter yang harus diselamatkan dari utang. Jadi, dia bukanlah karakter yang bijaksana. Tapi, Zenitsu itu baik hati. Ini terlihat dari caranya melindungi Nezuko dari terjangan Inosuke ketika kedua bertemu kali pertama.
Meskipun begitu, Zenitsu sering bersembunyi di balik kelemahannya. Dia lebih suka marah-marah tentang bahaya yang mereka hadapi. Dia jelas bukanlah seorang pemberani. Tapi, sebuah dongeng Jepang, Cerita Burung Pipit yang Lidahnya Dipotong, mengungkapkan mengapa burung pipit dipilih sebagai pendamping yang pas dengan Zenitsu di saat dia menjadi dewasa.

Di cerita itu, ada seorang pemotong kayu tua dan istrinya yang tamak. Suatu hari, pemotong kayu itu menemukan seekor burung pipit yang terluka. Dia merawat burung itu dan memberinya makan berupa beras yang membuat istrinya khawatir. Ini pas dengan cara Zenitsu memberi makan Chuntaro. Suatu hari, ketika si laki-laki itu pergi, burung pipit itu makan tepung ketika si istri tidak memberinya makan. Si istri itu lantas memotong lidah burung malang itu dan melemparnya dari rumah.
Ketika laki-laki itu pulang, dia kembali menemukan burung pipit itu dan menemukan satu sarang penuh burung pipit. Mereka lantas mempertemukan laki-laki itu dengan burung yang pernah dia selamatkan. Burung-burung itu menawarinya dua peti, satu besar dan satu kecil.
Karena dia adalah pria yang rendah diri dan sadar dengan batasan fisiknya, laki-laki itu mengambil peti kecil dan membawanya pulang. Ternyata, isinya adalah harta karun. Istrinya yang tamak segera pergi ke sarang burung gerja dan mengambil peti yang besar.

Tak sabar, dia membuka peti itu ketika dalam perjalanan ke rumah. Ternyata, peti itu berisi ular dan benda-benda mengerikan lainnya. Dia kaget dan jatuh dari jurang. Dongengnya mirip Bawang Merah dan Bawang Putih.
Lihat Juga :