3 Cara untuk Bahagia menurut Sains, Cocok Dipraktikkan saat Puasa
Jum'at, 08 April 2022 - 11:56 WIB
loading...
Kebahagiaan menjadi hal yang paling diinginkan tiap manusia, tapi sebagian merasa sulit meraihnya. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Bisa hidup bahagia adalah idaman semua manusia, tapi jalannya kehidupan yang naik-turun kerap membuat tiap orang merasa kehilangan kebahagiaan .
Padahal, seseorang bisa tetap bahagia meskipun hidupnya mungkin sedang tak berjalan sesuai keinginannya. Mengutip Psychologytoday, berikut ini tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk bahagia, yang sudah terbukti secara sains alias berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.
1. Berhenti Menjadi Sempurna
![3 Cara untuk Bahagia menurut Sains, Cocok Dipraktikkan saat Puasa]()
Foto: Getty Images
Memiliki tujuan dan menetapkan target memang punya banyak manfaat dalam hidup kita, tapi jika menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri sendiri justru bisa menekan diri kita untuk tampil sempurna. Hal ini bisa membuat kita merasa lelah, tidak layak, dan kecewa jika yang kita harapkan tidak terpenuhi.
Penelitian baru yang muncul dalam Journal of Research in Personality mengidentifikasi tiga bentuk perfeksionisme yang harus diwaspadai, yaitu:
1. Perfeksionisme berorientasi diri – Kecenderungan untuk menuntut kesempurnaan diri
2. Perfeksionisme berorientasi lain – kecenderungan untuk menuntut kesempurnaan dari orang lain.
3. Perfeksionisme yang ditentukan secara sosial – kecenderungan untuk percaya bahwa orang lain menuntut kamu untuk menjadi sempurna
Cara yang bisa dilakukan agar tidak menjadi seorang yang perfeksionis yaitu dengan menghilangkan tipe ideal untuk suatu hal. Dengan begitu akan membuat kita lebih menghargai kebahagiaan sederhana dibanding merasa tertekan untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna.
Padahal, seseorang bisa tetap bahagia meskipun hidupnya mungkin sedang tak berjalan sesuai keinginannya. Mengutip Psychologytoday, berikut ini tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk bahagia, yang sudah terbukti secara sains alias berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.
1. Berhenti Menjadi Sempurna

Foto: Getty Images
Memiliki tujuan dan menetapkan target memang punya banyak manfaat dalam hidup kita, tapi jika menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri sendiri justru bisa menekan diri kita untuk tampil sempurna. Hal ini bisa membuat kita merasa lelah, tidak layak, dan kecewa jika yang kita harapkan tidak terpenuhi.
Penelitian baru yang muncul dalam Journal of Research in Personality mengidentifikasi tiga bentuk perfeksionisme yang harus diwaspadai, yaitu:
1. Perfeksionisme berorientasi diri – Kecenderungan untuk menuntut kesempurnaan diri
2. Perfeksionisme berorientasi lain – kecenderungan untuk menuntut kesempurnaan dari orang lain.
3. Perfeksionisme yang ditentukan secara sosial – kecenderungan untuk percaya bahwa orang lain menuntut kamu untuk menjadi sempurna
Cara yang bisa dilakukan agar tidak menjadi seorang yang perfeksionis yaitu dengan menghilangkan tipe ideal untuk suatu hal. Dengan begitu akan membuat kita lebih menghargai kebahagiaan sederhana dibanding merasa tertekan untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna.
Lihat Juga :