BEM SI Gelar Demo di Gedung DPR, Dokter Peringatkan Risiko Ini
Senin, 11 April 2022 - 08:44 WIB
loading...
BEM SI akan menggelar demo di Gedung DPR, Jakarta, hari ini. Terkait aksi tersebut, dokter memperingatkan risiko peningkatan emosi di antara pengunjuk rasa. Foto/Mushaful Imam
A
A
A
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar demo di Gedung DPR , Jakarta, hari ini, Senin (11/4/2022). Terkait aksi tersebut, dokter memperingatkan risiko peningkatan emosi di antara pengunjuk rasa.
Hal ini berkaitan dengan dehidrasi yang menjadi risiko terbesar pengunjuk rasa. Dehidrasi menjadi risiko utama aksi demo yang dilakukan saat puasa Ramadhan.
"Kondisi dehidrasi membuat emosi para pengunjuk rasa menjadi meningkat dan mereka cenderung jadi lebih agresif," kata pakar kesehatan Universitas Indonesia, Prof Ari Fahrial Syam dalam keterangan resminya, Senin (11/4/2022).
Dehidrasi menjadi efek utama dari demo saat puasa Ramadhan. Ini terjadi karena selama melakukan orasi, kebutuhan cairan otomatis meningkat. Terlebih, pengunjuk rasa terpapar sinar matahari langsung dan berjalan kaki yang menyebabkan tubuh berkeringat.
Baca Juga: Batal Demo di Depan Istana, Ini Alasan BEM SI Memilih Unjuk Rasa ke Gedung DPR/MPR RI
">Hal ini berkaitan dengan dehidrasi yang menjadi risiko terbesar pengunjuk rasa. Dehidrasi menjadi risiko utama aksi demo yang dilakukan saat puasa Ramadhan.
"Kondisi dehidrasi membuat emosi para pengunjuk rasa menjadi meningkat dan mereka cenderung jadi lebih agresif," kata pakar kesehatan Universitas Indonesia, Prof Ari Fahrial Syam dalam keterangan resminya, Senin (11/4/2022).
Dehidrasi menjadi efek utama dari demo saat puasa Ramadhan. Ini terjadi karena selama melakukan orasi, kebutuhan cairan otomatis meningkat. Terlebih, pengunjuk rasa terpapar sinar matahari langsung dan berjalan kaki yang menyebabkan tubuh berkeringat.
Baca Juga: Batal Demo di Depan Istana, Ini Alasan BEM SI Memilih Unjuk Rasa ke Gedung DPR/MPR RI
"Bukan hanya emosinya susah terkendali, dehidrasi juga bisa menyebabkan pikiran susah jernih," jelas Prof Ari.