Studi Terbaru: Pengguna Vaksin Sinovac, 5 Kali Berpeluang Alami Gejala Berat Covid-19
Kamis, 14 April 2022 - 13:34 WIB
loading...
Studi terbaru di Singapura mengungkapkan pengguna vaksin Covid-19 Sinovac, 5 kali berpeluang mengalami gejala berat. Foto/ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Studi terbaru di Singapura mengungkapkan pengguna vaksin Covid-19 Sinovac , 5 kali berpeluang mengalami gejala berat. Dibandingkan, mereka yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech.
Penelitian tersebut melibatkan tim ahli penyakit menular dari National Center for Infectious Diseases (NCID) dan Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura.
Mengamati efektivitas relatif lebih rendah dari dua vaksin virus yang tidak aktif yaitu Sinovac dan Sinopharm terhadap infeksi Covid-19 dibandingkan untuk vaksin mRNA - Pfizer-BioNTech dan Moderna.
Lebih lanjut, dipublikasikan pada Selasa, 12 April 2022 yang melibatkan sekitar 2,7 juta orang di Singapura. Dengan usia 20 tahun ke atas menerima dua dosis di bawah program vaksinasi nasional.
Baca Juga: Khasiat Vaksin Sinovac Capai 65%
">Penelitian tersebut melibatkan tim ahli penyakit menular dari National Center for Infectious Diseases (NCID) dan Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura.
Mengamati efektivitas relatif lebih rendah dari dua vaksin virus yang tidak aktif yaitu Sinovac dan Sinopharm terhadap infeksi Covid-19 dibandingkan untuk vaksin mRNA - Pfizer-BioNTech dan Moderna.
Lebih lanjut, dipublikasikan pada Selasa, 12 April 2022 yang melibatkan sekitar 2,7 juta orang di Singapura. Dengan usia 20 tahun ke atas menerima dua dosis di bawah program vaksinasi nasional.
Baca Juga: Khasiat Vaksin Sinovac Capai 65%
Hasilnya bagi yang menerima vaksin Sinovac 4,59 kali lebih berisiko terkena Covid-19 parah, dibandingkan dengan mereka yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech. Mereka juga 2,37 kali lebih mungkin terinfeksi, dibandingkan dengan mereka yang menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech.