10 Rivalitas Terbaik dan Paling Sengit di Serial Anime
Senin, 18 April 2022 - 03:03 WIB
loading...
A
A
A
Sesshomaru sangat membenci adik tirinya itu dan ingin menguasai pedang ayahnya, Tessaiga. Pedang itu bisa membasmi 100 iblis. Ayah mereka mewariskan pedang itu kepada Inuyasha. Konflik intensif pun pecah di antara mereka. Sesshomaru dengan mudah memicu amarah Inuyasha yang memang bersumbu pendek.
7. Natsu dan Gray — Fairy Tail
![10 Rivalitas Terbaik dan Paling Sengit di Serial Anime]()
Gray dianggap sebagai rival utama Natsu. Kedua penyihir itu terus bertarung dan saling ejek satu sama lain sejak masih muda. Hanya Erza yang bisa menghentikan keduanya. Secara keseluruhan, rivalitas keduanya adalah rivalitas antarteman. Mereka bukanlah musuh yang serius.
Lucy yakin kalau keduanya seperti itu karena mereka adalah pengguna elemen yang berseberangan dalam sihir mereka. Natsu menggunakan api dan Gray menggunakan es. Meski begitu, keduanya punya ikatan yang kuat dan tidak terpisahkan. Mereka juga peduli satu sama lain. Natsu bahkan dua kali menyelamatkan Gray dari kematian akibat cangkang es. Gray juga menyelamatkan Natsu dari anggota Fukuro.
6. Meliodas dan Ban — Seven Deadly Sins
![10 Rivalitas Terbaik dan Paling Sengit di Serial Anime]()
Meliodas dan Ban adalah sahabat yang baik. Namun, hubungan mereka teruji ketika Elaine tewas. Ban dijanjikan akan mendapatkan kembali Elaine dalam kondisi hidup asalkan dia membunuh Meliodas yang diklaim sebagai salah satu anggota Klan Iblis. Ban pun sempat kaget mendengarnya.
Ban akhirnya bertemu Meliodas dan menyerangnya. Dia juga bertanya apakah Meliodas adalah bagian dari Klan Iblis. Pertanyaan Ban membuat Meliodas tidak senang. Pertarungan sengit pun pecah di antara keduanya. Pertempuran berakhir setelah Hawk turun tangan. Ban akhirnya bersedia menunda pertarungan itu demi menyelamatkan kerajaan dan Elizabeth.
5. Izuku Midoriya dan Katsuki Bakugo — My Hero Academia
![10 Rivalitas Terbaik dan Paling Sengit di Serial Anime]()
Midoriya dan Bakugo salingk kenal sejak mereka masih kecil. Bahkan, keduanya berteman baik. Tapi, sejak Bakugo menemukan Quirk-nya dan Midoriya tidak mampu menunjukkan Quirk, hubungan mereka mulai memburuk. Bakugo sering mengejek Midoriya dan merundungnya. Tapi, Midoriya bergeming.
Dengan Midoriya yang terus berlatih dan mendapatkan Quirk, persaingan antara dia dan Bakugo pun kian meruncing. Tapi, Bakugo adalah satu dari sedikit orang yang tahu kebenaran tentang Quirk Midoriya. Dia juga tahu tentang potensi dan risiko Quirk itu. Jadi, meski Bakugo terus mengejek Midoriya, dia sebenarnya berusaha mendorong Midoriya agar terus maju dengan perseteruan di antara mereka. Bakugo juga telah berubah dari rival menjadi semacam pelindung bagi Midoriya.
4. Goku dan Bezita — Dragon Ball
![10 Rivalitas Terbaik dan Paling Sengit di Serial Anime]()
Keduanya adalah Saiyan, suka bertarung, dan terobsesi menjadi lebih kuat. Tapi, Bezita adalah tumpukan ego dan arogansi. Sementara, Goku itu baik hati dan agak bodoh. Dramanya muncul dari bagaimana Bezita bereaksi terhadpa Goku. Meskipun mereka bermusuhan, Goku membuat Bezita menjadi pria yang lebih baik.
Bezita, yang dulunya adalah yang terkuat di bangsanya, ketakutan karena terus menerus dilampaui Goku. Dua Saiyan itu akhirnya saling berhadapan satu sama lain. Tapi, mereka masih memotivasi satu sama lain untuk berlatih, dan memicu persaingan abadi mereka. Bahkan anak-anak mereka, Goten dan Trunks, mewarisi persaingan ketat tapi tetap bersahabat dari ayah mereka.
7. Natsu dan Gray — Fairy Tail

Gray dianggap sebagai rival utama Natsu. Kedua penyihir itu terus bertarung dan saling ejek satu sama lain sejak masih muda. Hanya Erza yang bisa menghentikan keduanya. Secara keseluruhan, rivalitas keduanya adalah rivalitas antarteman. Mereka bukanlah musuh yang serius.
Lucy yakin kalau keduanya seperti itu karena mereka adalah pengguna elemen yang berseberangan dalam sihir mereka. Natsu menggunakan api dan Gray menggunakan es. Meski begitu, keduanya punya ikatan yang kuat dan tidak terpisahkan. Mereka juga peduli satu sama lain. Natsu bahkan dua kali menyelamatkan Gray dari kematian akibat cangkang es. Gray juga menyelamatkan Natsu dari anggota Fukuro.
6. Meliodas dan Ban — Seven Deadly Sins

Meliodas dan Ban adalah sahabat yang baik. Namun, hubungan mereka teruji ketika Elaine tewas. Ban dijanjikan akan mendapatkan kembali Elaine dalam kondisi hidup asalkan dia membunuh Meliodas yang diklaim sebagai salah satu anggota Klan Iblis. Ban pun sempat kaget mendengarnya.
Ban akhirnya bertemu Meliodas dan menyerangnya. Dia juga bertanya apakah Meliodas adalah bagian dari Klan Iblis. Pertanyaan Ban membuat Meliodas tidak senang. Pertarungan sengit pun pecah di antara keduanya. Pertempuran berakhir setelah Hawk turun tangan. Ban akhirnya bersedia menunda pertarungan itu demi menyelamatkan kerajaan dan Elizabeth.
5. Izuku Midoriya dan Katsuki Bakugo — My Hero Academia

Midoriya dan Bakugo salingk kenal sejak mereka masih kecil. Bahkan, keduanya berteman baik. Tapi, sejak Bakugo menemukan Quirk-nya dan Midoriya tidak mampu menunjukkan Quirk, hubungan mereka mulai memburuk. Bakugo sering mengejek Midoriya dan merundungnya. Tapi, Midoriya bergeming.
Dengan Midoriya yang terus berlatih dan mendapatkan Quirk, persaingan antara dia dan Bakugo pun kian meruncing. Tapi, Bakugo adalah satu dari sedikit orang yang tahu kebenaran tentang Quirk Midoriya. Dia juga tahu tentang potensi dan risiko Quirk itu. Jadi, meski Bakugo terus mengejek Midoriya, dia sebenarnya berusaha mendorong Midoriya agar terus maju dengan perseteruan di antara mereka. Bakugo juga telah berubah dari rival menjadi semacam pelindung bagi Midoriya.
4. Goku dan Bezita — Dragon Ball

Keduanya adalah Saiyan, suka bertarung, dan terobsesi menjadi lebih kuat. Tapi, Bezita adalah tumpukan ego dan arogansi. Sementara, Goku itu baik hati dan agak bodoh. Dramanya muncul dari bagaimana Bezita bereaksi terhadpa Goku. Meskipun mereka bermusuhan, Goku membuat Bezita menjadi pria yang lebih baik.
Bezita, yang dulunya adalah yang terkuat di bangsanya, ketakutan karena terus menerus dilampaui Goku. Dua Saiyan itu akhirnya saling berhadapan satu sama lain. Tapi, mereka masih memotivasi satu sama lain untuk berlatih, dan memicu persaingan abadi mereka. Bahkan anak-anak mereka, Goten dan Trunks, mewarisi persaingan ketat tapi tetap bersahabat dari ayah mereka.
Lihat Juga :