Bisa Serang Anak Muda, Yuk Kenali dan Cegah Penyakit Saraf Terjepit
Jum'at, 29 April 2022 - 03:12 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk mengetahui tipe saraf kejepit yang dialami, pasien perlu melakukan pemeriksaan penunjang seperti X-Ray, Computed Tomography scan (CT scan) scan, hingga Magnetic Resonance Imaging (MRI)," ungkap dr. Rizky dalam webinar Kenali Gejala Syaraf Kejepit & Penanganannya, Kamis, 28 April 2022.
Gejala yang ditimbulkan biasanya meliputi mati rasa atau berkurangnya sensasi di area yang dilalui oleh saraf, munculnya rasa nyeri yang tajam atau seperti terbakar, kesemutan, otot terasa lemah, hingga kaki dan tangan sering kali sulit digerakkan.
Adapun penanganan saraf kejepit tergantung dari kondisi pasien, yakni seberapa parah nyeri yang dialami serta tingkat keparahan HNP. Lama pengobatan penyakitnya pun berbeda-beda.
Akan tetapi, secara umum, penanganan saraf kejepit terdiri dari minimal invasive surgery, microdecompression, open surgery, hingga konservatif atau non-operatif yang menggunakan obat-obatan, fisioterapi, dan korset.
Lebih lanjut, dr. Rizky mengimbau para penderita saraf kejepit untuk melakukan operasi jika memang diperlukan, salah satunya dengan PSLD (Percutaneous Stenoskopi Lumbar Discectomy), yakni teknik operasi pada tulang belakang yang menggunakan endoskopi melalui sayatan kecil.
Pada teknik operasi tersebut, kata dr. Rizky, dokter akan memasukkan dekompresi endoskopi melalui sayatan kecil, sekitar 1-2 sentimeter, ke area saraf. Ada beberapa keuntungan jika memilih prosedur ini, seperti proses pemulihan yang cepat dan risiko infeksi yang lebih kecil dibandingkan prosedur lainnya.
Gejala yang ditimbulkan biasanya meliputi mati rasa atau berkurangnya sensasi di area yang dilalui oleh saraf, munculnya rasa nyeri yang tajam atau seperti terbakar, kesemutan, otot terasa lemah, hingga kaki dan tangan sering kali sulit digerakkan.
Adapun penanganan saraf kejepit tergantung dari kondisi pasien, yakni seberapa parah nyeri yang dialami serta tingkat keparahan HNP. Lama pengobatan penyakitnya pun berbeda-beda.
Akan tetapi, secara umum, penanganan saraf kejepit terdiri dari minimal invasive surgery, microdecompression, open surgery, hingga konservatif atau non-operatif yang menggunakan obat-obatan, fisioterapi, dan korset.
Lebih lanjut, dr. Rizky mengimbau para penderita saraf kejepit untuk melakukan operasi jika memang diperlukan, salah satunya dengan PSLD (Percutaneous Stenoskopi Lumbar Discectomy), yakni teknik operasi pada tulang belakang yang menggunakan endoskopi melalui sayatan kecil.
Pada teknik operasi tersebut, kata dr. Rizky, dokter akan memasukkan dekompresi endoskopi melalui sayatan kecil, sekitar 1-2 sentimeter, ke area saraf. Ada beberapa keuntungan jika memilih prosedur ini, seperti proses pemulihan yang cepat dan risiko infeksi yang lebih kecil dibandingkan prosedur lainnya.
Lihat Juga :