Mencicipi Legitnya Bakpia Kolang-Kaling Khas Majalengka
Sabtu, 20 Juni 2020 - 11:46 WIB
loading...
Foto/Istimewa
A
A
A
Anda pencinta camilan manis, mungkin penganan bakpia cocok dipadu secangkir teh manis. Kini ada olahan bakpia baru yang mungkin patut dicoba.
Jika pada umumnya isi dalam bakpia berisi kacang hijau atau keju, di Majalengka ada berbeda. Di kota ini isi bakpia adalah campuran tepung dan kolang-kaling yang haluskan.
Dengan tambahan kolang-kaling, ada rasa yang berbeda di setiap gigitan dibanding bakpia pada umumnya. "Rasanya lebih kenyal dibanding bakpia pada umumnya," kata perajin bakpia kolang-kaling, Yoyoh Tohiroh warga Blok Desa, Rt 002/001, Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. (Baca: Ini Jam Operasional Wahana Ancol saat PSBB Transisi)
Bakpia kolang-kaling ini memang tidak seluruhnya berisi kolang-kaling. Namun, lantaran porsinya yang cukup banyak, sehingga rasa kolang-kaling cukup berasa begitu bakpia pecah di mulut.
"Komposisinya sama dengan kacang hijau, 20 gram. Kalau yang biasa atau sudah pernah nyoba bakpia kolang-kaling, pasti akan langsung tahu bahwa itu kolang-kaling. Karena rasa kolang-kalingnya cukup kena," ungkap dia.
Selaian rasa kolang-kaling, warga Banjar juga membuat beberapa varian bakpia. Sebut saja varian durian, ubi ungu, dan lain-lain. Satu boks isi 10 biji bakpia dibanderol Rp17.000. Namun, untuk bisa mendapatkan bakpia ini masih terbatas, karena penjualan masih sebatas di Majalengka.
“Tetapi banyak pesanan dari Jakarta dan Bandung. Untuk keluar dari Majalengka kita masih hanya melayani permintaan saja. Karena untuk kedaluwarsa juga masih singkat, hanya sekitar 1 minggu saja. Karena tidak ada bahan pengawet," ungkap dia. (Baca juga: Pengusaha Beras Sesalkan Ada Oknum di Bantuan Sosial Sembako)
Jika pada umumnya isi dalam bakpia berisi kacang hijau atau keju, di Majalengka ada berbeda. Di kota ini isi bakpia adalah campuran tepung dan kolang-kaling yang haluskan.
Dengan tambahan kolang-kaling, ada rasa yang berbeda di setiap gigitan dibanding bakpia pada umumnya. "Rasanya lebih kenyal dibanding bakpia pada umumnya," kata perajin bakpia kolang-kaling, Yoyoh Tohiroh warga Blok Desa, Rt 002/001, Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. (Baca: Ini Jam Operasional Wahana Ancol saat PSBB Transisi)
Bakpia kolang-kaling ini memang tidak seluruhnya berisi kolang-kaling. Namun, lantaran porsinya yang cukup banyak, sehingga rasa kolang-kaling cukup berasa begitu bakpia pecah di mulut.
"Komposisinya sama dengan kacang hijau, 20 gram. Kalau yang biasa atau sudah pernah nyoba bakpia kolang-kaling, pasti akan langsung tahu bahwa itu kolang-kaling. Karena rasa kolang-kalingnya cukup kena," ungkap dia.
Selaian rasa kolang-kaling, warga Banjar juga membuat beberapa varian bakpia. Sebut saja varian durian, ubi ungu, dan lain-lain. Satu boks isi 10 biji bakpia dibanderol Rp17.000. Namun, untuk bisa mendapatkan bakpia ini masih terbatas, karena penjualan masih sebatas di Majalengka.
“Tetapi banyak pesanan dari Jakarta dan Bandung. Untuk keluar dari Majalengka kita masih hanya melayani permintaan saja. Karena untuk kedaluwarsa juga masih singkat, hanya sekitar 1 minggu saja. Karena tidak ada bahan pengawet," ungkap dia. (Baca juga: Pengusaha Beras Sesalkan Ada Oknum di Bantuan Sosial Sembako)
Lihat Juga :