8 Persamaan Doctor Strange dan Sherlock Holmes Versi Benedict Cumberbatch
Sabtu, 07 Mei 2022 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
6. Pandangan logis
![8 Persamaan Doctor Strange dan Sherlock Holmes Versi Benedict Cumberbatch]()
Sebesar apa pun masalahnya dan seaneh apa pun perilaku sosial mereka, baik detektif dan penyihir itu cenderung menjaga pandangan yang rasional dan logis. Sherlock bisa bekerja keras, tapi dia tidak pernah cukup kewalahan sampai ke titik dia kehilangan keterampilan deduksinya. Meskipun, musuhnya adalah seseorang yang sama cerdasnya seperti Moriarty atau orang yang benar-benar personal seperti kakaknya, Eurus.
Strange juga tidak pernah menyerah ketika peluang menangnya terlihat kecil. Contoh terbesarnya adalah pertarungannya melawan Thanos di Infinity War. Dalam pertarungan itu, Strange terus bertarung dengan ilusi dan perjalanan waktu. Ketika semua harapan itu terlihat sirna, Strange-lah yang melihat 14.000.605 kemungkinan untuk menemukan satu hasil yang akan memastikan kemenangan.
7. Bepergian melintasi dimensi
![8 Persamaan Doctor Strange dan Sherlock Holmes Versi Benedict Cumberbatch]()
Tema yang muncul di setiap episode Sherlock di BBC adalah detektif itu membayangkan ruang kepala mentalnya. Di sana, dia membayangkan ulang tempat kejadian perkara (TKP) atau bahkan memperkirakan kemungkinan di masa depan. Perjalanan “antardimensi” ini mirip dengan kekuatan Doctor Strange.
Penyihir itu bisa dengan mudah menciptakan realitas cermin, dimensi kantong, dan semacamnya. Seperti Sherlock yang secara mental memanipulasi TKP yang ada di “istana pikirannya”, Strange punya cukup tipuan untuk menciptakan portal dari mana saja. Portal-portal ini membawa ke dunia nyata di mana Strange lebih bisa punya kendali.
Baca Juga: 6 Film Benedict Cumberbatch Selain Doctor Strange yang Harus Kamu Tonton
8. Kepribadian egoistik
![8 Persamaan Doctor Strange dan Sherlock Holmes Versi Benedict Cumberbatch]()
Kalau ada satu kekurangan besar di kedua kepribadian mereka, itu adalah ego mereka. Keduanya sama-sama bangga dengan kemampuan dan superioritas mereka atas orang lain. Keduanya bisa sama-sama sombong.
Bagi Sherlock, kepercayaan dirinya yang terlalu tinggi dan impulsifnya bentrok dengan rasionalitas Watson dan Mycroft. Ini menyebabkan sejumlah kehilangan, termasuk kematian Mary, istri Watson. Bagi Doctor Strange, dia gagal menuruti saran Wong agar tidak membuka multiverse. Tapi, penyihir egois itu mempercayai instingnya dan malah membuat masalah.

Sebesar apa pun masalahnya dan seaneh apa pun perilaku sosial mereka, baik detektif dan penyihir itu cenderung menjaga pandangan yang rasional dan logis. Sherlock bisa bekerja keras, tapi dia tidak pernah cukup kewalahan sampai ke titik dia kehilangan keterampilan deduksinya. Meskipun, musuhnya adalah seseorang yang sama cerdasnya seperti Moriarty atau orang yang benar-benar personal seperti kakaknya, Eurus.
Strange juga tidak pernah menyerah ketika peluang menangnya terlihat kecil. Contoh terbesarnya adalah pertarungannya melawan Thanos di Infinity War. Dalam pertarungan itu, Strange terus bertarung dengan ilusi dan perjalanan waktu. Ketika semua harapan itu terlihat sirna, Strange-lah yang melihat 14.000.605 kemungkinan untuk menemukan satu hasil yang akan memastikan kemenangan.
7. Bepergian melintasi dimensi

Tema yang muncul di setiap episode Sherlock di BBC adalah detektif itu membayangkan ruang kepala mentalnya. Di sana, dia membayangkan ulang tempat kejadian perkara (TKP) atau bahkan memperkirakan kemungkinan di masa depan. Perjalanan “antardimensi” ini mirip dengan kekuatan Doctor Strange.
Penyihir itu bisa dengan mudah menciptakan realitas cermin, dimensi kantong, dan semacamnya. Seperti Sherlock yang secara mental memanipulasi TKP yang ada di “istana pikirannya”, Strange punya cukup tipuan untuk menciptakan portal dari mana saja. Portal-portal ini membawa ke dunia nyata di mana Strange lebih bisa punya kendali.
Baca Juga: 6 Film Benedict Cumberbatch Selain Doctor Strange yang Harus Kamu Tonton
8. Kepribadian egoistik

Kalau ada satu kekurangan besar di kedua kepribadian mereka, itu adalah ego mereka. Keduanya sama-sama bangga dengan kemampuan dan superioritas mereka atas orang lain. Keduanya bisa sama-sama sombong.
Bagi Sherlock, kepercayaan dirinya yang terlalu tinggi dan impulsifnya bentrok dengan rasionalitas Watson dan Mycroft. Ini menyebabkan sejumlah kehilangan, termasuk kematian Mary, istri Watson. Bagi Doctor Strange, dia gagal menuruti saran Wong agar tidak membuka multiverse. Tapi, penyihir egois itu mempercayai instingnya dan malah membuat masalah.
(alv)
Lihat Juga :