6 Serial Anime yang Produksinya Dibuat 2 Studio Berbeda
Minggu, 15 Mei 2022 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
5. Darling in the FranXX
![6 Serial Anime yang Produksinya Dibuat 2 Studio Berbeda]()
Anime ini hasil kerja sama studio Trigger dan A-1 Pictures. Namun, saat digarap, A-1 Pictures berganti nama menjadi CloverWorks. Meski begitu, A-1 Pictures tetap mendapatkan kreditasi atas pembuatan anime ini. Anime ini dirilis pada 2018 dan bergenre mecha.
Di masa depan, manusia nyaris punah akibat monster besar bernama Klaxosaurs. Para penyintas mengungsi di kota benteng besar bernama Plantation. Anak-anak dilatih untuk menjadi pilot robot raksasa bernama FranXX—satu-satunya senjata untuk menghadapi Klaxosaurs. Hiro, seorang pilot FranXX, telah kehilangan motivasi dan kepercayaan diri setelah gagal tes. Dia kemudian bertemu cewek misterius bertanduk bernama Zero Two. Keduanya kemudian bermitra untuk mengalahkan Klaxosaurs.
4. Kids on the Slope
![6 Serial Anime yang Produksinya Dibuat 2 Studio Berbeda]()
MAPPA telah menjadi salah satu studio animasi besar di Jepang. Namun, karya pertama mereka adalah sebuah kolaborasi dengan Tezuka Production. Kedua studio ini bekerja sama untuk membuat Kids on the Slope. Ini adalah kolaborasi pertama mereka sebelum kemudian menggarap Dororo pada 2018. Dororo diangkat dari manga berjudul sama karya Osamu Tezuka.
Kids on the Slopemengisahkan tentang Kaoru Nishimi, seorang siswa kelas 1 SMA yang cerdas tapi introvert. Kaoru sering berpindah sekolah karena karier ayahnya. Akibatnya, dia jarang punya teman yang bertahan lama. Dia kemudin bertemu Sentaro Kawabuchi saat pindah ke Sasebo. Meski berandalan, Sentaro suka jazz dan itu membuat Kaoru mempelajari musik itu. Keduanya kemudian jading dekatm berkat music jazz itu.
3. Godzilla Singular Point
![6 Serial Anime yang Produksinya Dibuat 2 Studio Berbeda]()
Anime yang dirilis secara global pada 24 Juni 2021 ini diproduksi dua studio, yaitu Bones dan Orange. Kedua studio ini menyatukan gambar tangan dan animasi komputer yang jadi menarik. Anime ini disutradarai Atsushi Takahashi dan desain karakternya dibuat kreator Blue Exorcist, Kazue Kato. Mantan animator Studio Ghibli, Eiji Yamamori, menangani desain monsternya.
Anime ini berkisah tentang Yun Arikawa yang menginvestigasi apa yang terjadi di sebuah rumah gaya Barat yang dikira ditinggalkan. Mei Kamino menginvestigasi sinyal misterius yang diterima dari Misakioku, bekas gedung pemerintahan Tsuguno. Meski tidak saling kenal dan mengunjungi tempat berbeda, mereka mendengar lagu yang sama. Saat bertemu, mereka terseret ke pertempuran yang melampaui imajinasi yang melibatkan seluruh dunia.

Anime ini hasil kerja sama studio Trigger dan A-1 Pictures. Namun, saat digarap, A-1 Pictures berganti nama menjadi CloverWorks. Meski begitu, A-1 Pictures tetap mendapatkan kreditasi atas pembuatan anime ini. Anime ini dirilis pada 2018 dan bergenre mecha.
Di masa depan, manusia nyaris punah akibat monster besar bernama Klaxosaurs. Para penyintas mengungsi di kota benteng besar bernama Plantation. Anak-anak dilatih untuk menjadi pilot robot raksasa bernama FranXX—satu-satunya senjata untuk menghadapi Klaxosaurs. Hiro, seorang pilot FranXX, telah kehilangan motivasi dan kepercayaan diri setelah gagal tes. Dia kemudian bertemu cewek misterius bertanduk bernama Zero Two. Keduanya kemudian bermitra untuk mengalahkan Klaxosaurs.
4. Kids on the Slope

MAPPA telah menjadi salah satu studio animasi besar di Jepang. Namun, karya pertama mereka adalah sebuah kolaborasi dengan Tezuka Production. Kedua studio ini bekerja sama untuk membuat Kids on the Slope. Ini adalah kolaborasi pertama mereka sebelum kemudian menggarap Dororo pada 2018. Dororo diangkat dari manga berjudul sama karya Osamu Tezuka.
Kids on the Slopemengisahkan tentang Kaoru Nishimi, seorang siswa kelas 1 SMA yang cerdas tapi introvert. Kaoru sering berpindah sekolah karena karier ayahnya. Akibatnya, dia jarang punya teman yang bertahan lama. Dia kemudin bertemu Sentaro Kawabuchi saat pindah ke Sasebo. Meski berandalan, Sentaro suka jazz dan itu membuat Kaoru mempelajari musik itu. Keduanya kemudian jading dekatm berkat music jazz itu.
3. Godzilla Singular Point

Anime yang dirilis secara global pada 24 Juni 2021 ini diproduksi dua studio, yaitu Bones dan Orange. Kedua studio ini menyatukan gambar tangan dan animasi komputer yang jadi menarik. Anime ini disutradarai Atsushi Takahashi dan desain karakternya dibuat kreator Blue Exorcist, Kazue Kato. Mantan animator Studio Ghibli, Eiji Yamamori, menangani desain monsternya.
Anime ini berkisah tentang Yun Arikawa yang menginvestigasi apa yang terjadi di sebuah rumah gaya Barat yang dikira ditinggalkan. Mei Kamino menginvestigasi sinyal misterius yang diterima dari Misakioku, bekas gedung pemerintahan Tsuguno. Meski tidak saling kenal dan mengunjungi tempat berbeda, mereka mendengar lagu yang sama. Saat bertemu, mereka terseret ke pertempuran yang melampaui imajinasi yang melibatkan seluruh dunia.
Lihat Juga :