10 Film Marvel Paling Jelek dalam 10 Tahun Terakhir
Selasa, 17 Mei 2022 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
8. X-Men: Apocalypse — 2016 (47%)
![10 Film Marvel Paling Jelek dalam 10 Tahun Terakhir]()
Memang akan selalu sulit untuk menandingi puncak kritis X-Men: Days of Future Past. Film setelahnya dikritik karena berusaha membuat cerita kebaikan versus kejahatan menjadi sesuatu yang besar. Para pengulas film juga tidak meranking penjahat X-Men di film ini dengan baik, karena Apocalypse tidak punya kepribadian.
Sejumlah orang merasa chemistry antara cast muda tidak diterjemahkan dengan baik di layar. Karakter utama seperti Profesor X dan Magneto terasa tidak dimanfaatkan dengan baik. Ada penilaian positif terhadap adegan action dan penggambaran Quicksilver yang mengindikasikan kalau film itu tidak menghidupkan potensi yang dipunyainya.
7. Eternals — 2021 (47%)
![10 Film Marvel Paling Jelek dalam 10 Tahun Terakhir]()
MCU terlihat kebal terhadap review buruk sampai film Rotten pertamanya muncul. Kritikus merasa ada banyak hal yang seharusnya diperbaiki Eternals demi menjustifikasi masa depan karakter di serial ini. Cerita tentang makhluk abadi yang hidup seperti manusia tidak terkait, karena para pengulas film merasa itu tidak logis.
Lebih dari yang lain, presentasi Eternals-lah yang mengontribusi penerimaan yang buruk itu. Sebagian besar film itu didedikasikan untuk karakter yang membahas masa lalu mereka. Karena penonton tidak tahu siapa orang-orang itu sebelum film ini, eksposisi ini tidak berdampak bagi penggemar.
6. The New Mutants — 2020 (36%)
![10 Film Marvel Paling Jelek dalam 10 Tahun Terakhir]()
Tidak ada yang mengindikasikan kalau film bertema horor akan klop dengan gaya serial film X-Men. Tapi, The New Mutants malah menjadi tembakan kreatif yang salah. Premis karakter disfungsi yang berusaha lari dari penyekapan dengan menggunakan kekuatan mereka memang menarik. Tapi, ini tidak berhasil karena tidak satu pun karakter itu menarik.
Sebagian besar kritik ditujukan kepada kepribadian yang dilanda amarah yang tidak pas dengan tema horor yang dimaksudkan. Penundaan The New Mutants berkali-kali terbukti di produk akhirnya. Banyak suntingan yang tidak pas dengan arah cerita di adegan sebelumnya ke di mana semuanya berpuncak.
5. Venom — 2018 (30%)
![10 Film Marvel Paling Jelek dalam 10 Tahun Terakhir]()
Sony’s Spider-Man Universe (SSU) dimulai dengan Venom. Film ini sukses di box office dengan meraup USD856 juta di seluruh dunia. Tapi, seiring berjalannya cerita, pengulas film tidak terlalu terkesan dengan bagaimana nyamannya Venom terikat dengan Eddie Brock dan memutuskan melawan rencana sejenisnya untuk memakan ras manusia.
Sebagian besar review positif disematkan kepada penampilan Tom Hardy sebagai pemeran utama. Penggambaran Tom terhadap Eddie yang dilanda kecemasan sangat menghibur penonton. Cerita yang sederhana membuat kecewa kritikus yang mengharapkan kedalaman lebih di film superhero karena MCU. Venom akhirnya menerima review yang jauh lebih negatif.

Memang akan selalu sulit untuk menandingi puncak kritis X-Men: Days of Future Past. Film setelahnya dikritik karena berusaha membuat cerita kebaikan versus kejahatan menjadi sesuatu yang besar. Para pengulas film juga tidak meranking penjahat X-Men di film ini dengan baik, karena Apocalypse tidak punya kepribadian.
Sejumlah orang merasa chemistry antara cast muda tidak diterjemahkan dengan baik di layar. Karakter utama seperti Profesor X dan Magneto terasa tidak dimanfaatkan dengan baik. Ada penilaian positif terhadap adegan action dan penggambaran Quicksilver yang mengindikasikan kalau film itu tidak menghidupkan potensi yang dipunyainya.
7. Eternals — 2021 (47%)

MCU terlihat kebal terhadap review buruk sampai film Rotten pertamanya muncul. Kritikus merasa ada banyak hal yang seharusnya diperbaiki Eternals demi menjustifikasi masa depan karakter di serial ini. Cerita tentang makhluk abadi yang hidup seperti manusia tidak terkait, karena para pengulas film merasa itu tidak logis.
Lebih dari yang lain, presentasi Eternals-lah yang mengontribusi penerimaan yang buruk itu. Sebagian besar film itu didedikasikan untuk karakter yang membahas masa lalu mereka. Karena penonton tidak tahu siapa orang-orang itu sebelum film ini, eksposisi ini tidak berdampak bagi penggemar.
6. The New Mutants — 2020 (36%)

Tidak ada yang mengindikasikan kalau film bertema horor akan klop dengan gaya serial film X-Men. Tapi, The New Mutants malah menjadi tembakan kreatif yang salah. Premis karakter disfungsi yang berusaha lari dari penyekapan dengan menggunakan kekuatan mereka memang menarik. Tapi, ini tidak berhasil karena tidak satu pun karakter itu menarik.
Sebagian besar kritik ditujukan kepada kepribadian yang dilanda amarah yang tidak pas dengan tema horor yang dimaksudkan. Penundaan The New Mutants berkali-kali terbukti di produk akhirnya. Banyak suntingan yang tidak pas dengan arah cerita di adegan sebelumnya ke di mana semuanya berpuncak.
5. Venom — 2018 (30%)

Sony’s Spider-Man Universe (SSU) dimulai dengan Venom. Film ini sukses di box office dengan meraup USD856 juta di seluruh dunia. Tapi, seiring berjalannya cerita, pengulas film tidak terlalu terkesan dengan bagaimana nyamannya Venom terikat dengan Eddie Brock dan memutuskan melawan rencana sejenisnya untuk memakan ras manusia.
Sebagian besar review positif disematkan kepada penampilan Tom Hardy sebagai pemeran utama. Penggambaran Tom terhadap Eddie yang dilanda kecemasan sangat menghibur penonton. Cerita yang sederhana membuat kecewa kritikus yang mengharapkan kedalaman lebih di film superhero karena MCU. Venom akhirnya menerima review yang jauh lebih negatif.
Lihat Juga :