7 Momen Paling Bikin Patah Hati dalam Drama Korea, Banjir Air Mata!
Rabu, 18 Mei 2022 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, Eun-tak tak yakin ia bisa meniup lilin seperti kata ibunya. Setelah itu, Eun-tak menyadari bahwa orang yang ada bersama dirinya bukanlah ibunya secara fisik, melainkan hanya rohnya saja. Ia lalu bertanya di mana ibunya kini berada.
Telepon lalu berbunyi, dan kabar kecelakaan ibunya diterima Eun-tak. Dia lalu mengatakan bahwa ia sudah tahu hal itu. Sambil berurai air mata, Eun-tak memakai syal merahnya, melihat kue ulang tahunnya, lalu bersumpah bahwa dia tidak akan membuat permintaan apa pun.
6. Pernyataan Cinta Jung-Hwan - Reply 1988
![7 Momen Paling Bikin Patah Hati dalam Drama Korea, Banjir Air Mata!]()
Foto: tvN
Jung-hwan (Ryu Jun-yeol) adalah sosok yang membuat penonton drama ini terkena second lead syndrome. Betapa tidak? Ia telah lama menyimpan perasaan cinta pada sahabatnya sendiri, Deok-sun (Hyeri), tapi tak pernah berani mengungkapkannya.
Saat akhirnya ia menyatakan perasaan terdalamnya, penonton pun ikut emosional karena pada saat bersamaan, penonton disajikan adegan kilas balik hubungan Deok-su dan Jung-hwan. Ia menyatakan betapa senangnya ia saat mereka berada dalam bus bersama, juga tentang konser.
Baca Juga: 6 Drama Korea Romantis tentang CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali!
Namun Jung-hwan sadar bahwa takdir tak mungkin bisa membuatnya bisa bersama Deok-sun. Pada akhirnya, ia menyadari bahwa ia harus merelakan Deok-sun berbahagia dengan sahabatnya sendiri.
7. Se-Ri Berteriak pada Ayahnya - Sky Castle
![7 Momen Paling Bikin Patah Hati dalam Drama Korea, Banjir Air Mata!]()
Foto: JTBC
Se-ri (Park Yoo-na) hidup dalam tekanan ekspektasi ayahnya yang tinggi. Karena itulah, ia berbohong pada orang-orang bahwa dia bersekolah di Harvard.
Saat ayahnya tahu kebohongan Se-ri, gadis itu berusaha melawannya. Namun pada akhirnya, Se-ri hanya mampu mengeluarkan semua penderitaannya selama ini. Ia mengatakan bahwa sepanjang hidupnya, yang ia lakukan hanya berusaha memenuhi ekspektasi ayahnya.
Baca Juga: 7 Aktor Korea yang Wajahnya Menggemaskan dan Bikin Meleleh
Se-ri berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang ia lakukan itu mungkin akan membuatnya bahagia, tapi nyatanya tidak. Ia lalu menutupnya dengan mengatakan bahwa ia sudah tidak mau lagi hidup dengan ekspektasi sang ayah.
Telepon lalu berbunyi, dan kabar kecelakaan ibunya diterima Eun-tak. Dia lalu mengatakan bahwa ia sudah tahu hal itu. Sambil berurai air mata, Eun-tak memakai syal merahnya, melihat kue ulang tahunnya, lalu bersumpah bahwa dia tidak akan membuat permintaan apa pun.
6. Pernyataan Cinta Jung-Hwan - Reply 1988

Foto: tvN
Jung-hwan (Ryu Jun-yeol) adalah sosok yang membuat penonton drama ini terkena second lead syndrome. Betapa tidak? Ia telah lama menyimpan perasaan cinta pada sahabatnya sendiri, Deok-sun (Hyeri), tapi tak pernah berani mengungkapkannya.
Saat akhirnya ia menyatakan perasaan terdalamnya, penonton pun ikut emosional karena pada saat bersamaan, penonton disajikan adegan kilas balik hubungan Deok-su dan Jung-hwan. Ia menyatakan betapa senangnya ia saat mereka berada dalam bus bersama, juga tentang konser.
Baca Juga: 6 Drama Korea Romantis tentang CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali!
Namun Jung-hwan sadar bahwa takdir tak mungkin bisa membuatnya bisa bersama Deok-sun. Pada akhirnya, ia menyadari bahwa ia harus merelakan Deok-sun berbahagia dengan sahabatnya sendiri.
7. Se-Ri Berteriak pada Ayahnya - Sky Castle

Foto: JTBC
Se-ri (Park Yoo-na) hidup dalam tekanan ekspektasi ayahnya yang tinggi. Karena itulah, ia berbohong pada orang-orang bahwa dia bersekolah di Harvard.
Saat ayahnya tahu kebohongan Se-ri, gadis itu berusaha melawannya. Namun pada akhirnya, Se-ri hanya mampu mengeluarkan semua penderitaannya selama ini. Ia mengatakan bahwa sepanjang hidupnya, yang ia lakukan hanya berusaha memenuhi ekspektasi ayahnya.
Baca Juga: 7 Aktor Korea yang Wajahnya Menggemaskan dan Bikin Meleleh
Se-ri berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang ia lakukan itu mungkin akan membuatnya bahagia, tapi nyatanya tidak. Ia lalu menutupnya dengan mengatakan bahwa ia sudah tidak mau lagi hidup dengan ekspektasi sang ayah.
(ita)
Lihat Juga :