5 Film Anime Bertema Perang Dunia II yang Menyentuh Hati
loading...
A
A
A
4. Giovanni’s Island (Giovanni no Shima)
![5 Film Anime Bertema Perang Dunia II yang Menyentuh Hati]()
Bercerita tentang invasi dan penjajahan Uni Soviet di kepulauan Kuril, utara Jepang. Karakter utama film ini, Junpei dan Kanta, terpaksa merelakan rumah mereka dirampas dan dijadikan rumah perwira tentara Soviet. Mereka pun harus tinggal di dapur yang merangkap sebagai kandang kuda.
Junpei dan Kanta lantas bertemu Tanya, putri seorang komandan militer Soviet. Ketiganya lantas bersahabat meski punya banyak perbedaan. Banyak hal yang dilalui oleh protagonist utama ini, terutama saat tempat tinggalnya dipindahkan ke Pulau Sakhalin untuk bekerja di kamp kerja paksa.
5. Be Fine Tomorrow: Half a Yam (Ashita genkini naare-Hanbun no satsumaimo)
![5 Film Anime Bertema Perang Dunia II yang Menyentuh Hati]()
Anime ini adalah film semi-autobiografi yang diangkat berdasarkan pengalaman selama Perang Dunia II. Film ini berfokus pada kehidupan sehari-haro selama perang dan tragedy yang mengikutinya. Film ini mengisahkan tentang Kayoko, seorang gadis muda yang dikirim ke rumah bibinya di pinggiran desa.
Setelah perang selesai, dia kembali ke Tokyo. Namun, sesampainya di sana, dia harus menghadapi kenyataan pahit. Keluarga tewas dan dia kehilangan rumahnya di kota itu. Film ini berpusat pada tantangan yang harus dia hadapi bersama kakaknya, yang selamat dari perang itu.
Honorable Mention:
Battle of Surabaya
![5 Film Anime Bertema Perang Dunia II yang Menyentuh Hati]()
Film animasi buatan lokal ini seninya dipengaruhi gaya anime Jepang. Diproduksi MSV Studio Yogyakarta, film ini bercerita tentang pertempuran Surabaya beberapa bulan setelah Perang Dunia II berakhir dan bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Film ini mengisahkan tiga karakter utamanya, yaitu Musa, Yumna, dan Danu.
Musa yang merupakan anak laki laki pengantar surat yang berisi pesan perjuangan yang disembunyikan di antara lirik lagu-lagu keroncong. Ada pula Yumna, seorang gadis remaja Surabaya keturunan Tionghoa juga ikut berjuang bersama Musa dalam pergolakan yang terjadi di kotanya. Sementara Danu adalah mantan tentara Pembela Tanah Air atau PETA.

Bercerita tentang invasi dan penjajahan Uni Soviet di kepulauan Kuril, utara Jepang. Karakter utama film ini, Junpei dan Kanta, terpaksa merelakan rumah mereka dirampas dan dijadikan rumah perwira tentara Soviet. Mereka pun harus tinggal di dapur yang merangkap sebagai kandang kuda.
Junpei dan Kanta lantas bertemu Tanya, putri seorang komandan militer Soviet. Ketiganya lantas bersahabat meski punya banyak perbedaan. Banyak hal yang dilalui oleh protagonist utama ini, terutama saat tempat tinggalnya dipindahkan ke Pulau Sakhalin untuk bekerja di kamp kerja paksa.
5. Be Fine Tomorrow: Half a Yam (Ashita genkini naare-Hanbun no satsumaimo)

Anime ini adalah film semi-autobiografi yang diangkat berdasarkan pengalaman selama Perang Dunia II. Film ini berfokus pada kehidupan sehari-haro selama perang dan tragedy yang mengikutinya. Film ini mengisahkan tentang Kayoko, seorang gadis muda yang dikirim ke rumah bibinya di pinggiran desa.
Setelah perang selesai, dia kembali ke Tokyo. Namun, sesampainya di sana, dia harus menghadapi kenyataan pahit. Keluarga tewas dan dia kehilangan rumahnya di kota itu. Film ini berpusat pada tantangan yang harus dia hadapi bersama kakaknya, yang selamat dari perang itu.
Honorable Mention:
Battle of Surabaya

Film animasi buatan lokal ini seninya dipengaruhi gaya anime Jepang. Diproduksi MSV Studio Yogyakarta, film ini bercerita tentang pertempuran Surabaya beberapa bulan setelah Perang Dunia II berakhir dan bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Film ini mengisahkan tiga karakter utamanya, yaitu Musa, Yumna, dan Danu.
Musa yang merupakan anak laki laki pengantar surat yang berisi pesan perjuangan yang disembunyikan di antara lirik lagu-lagu keroncong. Ada pula Yumna, seorang gadis remaja Surabaya keturunan Tionghoa juga ikut berjuang bersama Musa dalam pergolakan yang terjadi di kotanya. Sementara Danu adalah mantan tentara Pembela Tanah Air atau PETA.
(alv)
Lihat Juga :