Nafa Salvana Yasmin Perkenalkan Arti Cantik dari Sisi Berbeda
Senin, 23 Mei 2022 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Anne Hathaway Debut di Red Carpet Festival Film Cannes 2022, Glamor dengan Gaun Putih
Pram Ekaputra selaku Direktur Pothelmia Beauty menambahkan bahwa masing-masing individu hanya perlu memberanikan diri memancarkan sisi keunikannya. Hal tersebut untuk menemukan rasa percaya dirinya sehingga dapat bernilai baik dari diri sendiri maupun sudut pandang orang lain.
“Dulu aku merupakan korban bullying, nggak tau kenapa, mungkin karena kondisi fisik aku yang berkulit gelap. Sedih banget iya, depresi juga, dan yang terpenting pastinya membuat aku jadi nggak nyaman,” kata Nafa.
Nafa menjelaskan standar kecantikan di Indonesia itu harus lebih putih, langsing, tinggi, dan memiliki kulit cerah. Standar sosial ini diakui Nafa menimbulkan kekhawatiran pada dirinya.
"Sampai pada suatu hari aku pergi ke Milan, Italia, dan di sanalah turning point aku. Aku sadar seluruh kekurangan aku bisa menjadi kelebihan di sana dengan sudut pandang yang berbeda. Aku ternyata punya potensi jadi model, dan saat itu terjadi aku mulai lebih aware untuk diri aku sendiri, sehingga lebih merawat diri dan lebih peduli," jelas Nafa.
“Dari sini aku sadar bahwa setiap wanita pasti memiliki sisi kecantikan dan keunikan yang berbeda, tergantung bagaimana kita mengembangkannya. Serta kita harus paham bahwa tolak ukur standar sebuah kecantikan setiap orang juga berbeda, jadi stop bullying ya," lanjutnya.
Pram Ekaputra selaku Direktur Pothelmia Beauty menambahkan bahwa masing-masing individu hanya perlu memberanikan diri memancarkan sisi keunikannya. Hal tersebut untuk menemukan rasa percaya dirinya sehingga dapat bernilai baik dari diri sendiri maupun sudut pandang orang lain.
“Dulu aku merupakan korban bullying, nggak tau kenapa, mungkin karena kondisi fisik aku yang berkulit gelap. Sedih banget iya, depresi juga, dan yang terpenting pastinya membuat aku jadi nggak nyaman,” kata Nafa.
Nafa menjelaskan standar kecantikan di Indonesia itu harus lebih putih, langsing, tinggi, dan memiliki kulit cerah. Standar sosial ini diakui Nafa menimbulkan kekhawatiran pada dirinya.
"Sampai pada suatu hari aku pergi ke Milan, Italia, dan di sanalah turning point aku. Aku sadar seluruh kekurangan aku bisa menjadi kelebihan di sana dengan sudut pandang yang berbeda. Aku ternyata punya potensi jadi model, dan saat itu terjadi aku mulai lebih aware untuk diri aku sendiri, sehingga lebih merawat diri dan lebih peduli," jelas Nafa.
“Dari sini aku sadar bahwa setiap wanita pasti memiliki sisi kecantikan dan keunikan yang berbeda, tergantung bagaimana kita mengembangkannya. Serta kita harus paham bahwa tolak ukur standar sebuah kecantikan setiap orang juga berbeda, jadi stop bullying ya," lanjutnya.
Lihat Juga :