Hasil Riset Snapcart: Perilaku Belanja Online selama Ramadan 2022
Rabu, 25 Mei 2022 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
● Tren Perilaku Belanja Online Selama Ramadan
Ramadan banyak mengubab kecenderungan perilaku sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada masa bulan puasa ini, menariknya justru banyak masyarakat Indonesia yang lebih aktif pada malam hari daripada siang hari. Perubahan perilaku ini juga terlihat dalam kebutuhan mereka dalam berbelanja online. Hasil riset Snapcart menemukan 34% responden lebih suka berbelanja pada malam hari (antara pukul 18.00-24.00), diikuti 29% responden berbelanja pada siang hari (pukul 12.30-15.00), 15% responden suka berbelanja pas waktu ngabuburit (pukul 16.00-18.00) sambil menunggu waktu berbuka puasa, 14% responden mengaku lebih suka belanja pada pagi hari (pukul 09.00-11.00), dan 8% responden mengaku suka memanfaatkan waktu setelah sahur sambil menunggu subuh (pukul 03.00-06.00) untuk berbelanja online. “Ini menarik. Dibandingkan pada bulan biasa, umumnya orang jarang belanja di malam hari,” kata Astrid.
Lantas tren perilaku belanja online juga dapat diamati melalui pilihan produk paling banyak dibeli selama Ramadan 2022. Riset Snapcart menunjukkan, fashion dan aksesoris tetap menempati posisi paling tinggi 68%, diikuti sebanyak 49% responden membeli produk-produk makanan dan minuman untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari untuk sahur dan berbuka selama Ramadan. Kemudian sebanyak 45% responden membeli produk kosmetik dan perawatan, sedangkan 31% responden lainnya mengaku membeli peralatan rumah tangga. “Ini sesuai dengan budaya Indonesia, Ramadan dan Lebaran identik dengan memakai baju baru. Produk fashion dan aksesoris pun menjadi peringkat nomor satu,” tambah Astrid.
● Rangkaian Promo Menjadi Daya Tarik Utama di Program Ramadan
Dengan kebutuhan Ramadan yang beragam, promo menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh masyarakat. Melalui survey ini ditemukan 77% responden menjadi Rangkaian Promo Menarik menjadi hal yan paling dicari dalam program yang dihadirkan oleh pemain e-commerce pada bulan Ramadan. “Potongan harga atau penawaran terbaik menjadi salah satu aspek yang menjadi daya tarik utama pada setiap program yang dihadirkan khususnya selama bulan Ramadan,” kata Astrid.
Terbukti dari sebanyak 74% responden mengaku mengetahui program Shopee-Gratis Ongkir Rp 0 Semua Toko, 48% responden mengetahui program Shopee-Cashback 50% 5 Waktu, dan 61% mengetahui program Shopee Serba Seribu. Diikuti dengan program-program promo lain yang diketahui oleh responden, seperti Tokopedia-Cashback Sebar Kumpul Untung Ramadan Ekstra (26%), Tokopedia-Flash Sale Ramadan Ekstra Diskon Kilat (38%), Lazada-Gratis Ongkir Ramadan Festival (19%), dan Lazada-Diskon Langsung Ramadan Festival (15%).
Data-data di atas menunjukkan bahwa Shopee menjadi unggulan selama Ramadan, dimana terlihat melalui survey bahwa 77% responden memilih Shopee sebagai e-commerce yang paling sering digunakan untuk berbelanja persiapan dan kebutuhan selama bulan Ramadan. Hasil ini diikuti Tokopedia (19%) dan Lazada (4%).
Ramadan banyak mengubab kecenderungan perilaku sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada masa bulan puasa ini, menariknya justru banyak masyarakat Indonesia yang lebih aktif pada malam hari daripada siang hari. Perubahan perilaku ini juga terlihat dalam kebutuhan mereka dalam berbelanja online. Hasil riset Snapcart menemukan 34% responden lebih suka berbelanja pada malam hari (antara pukul 18.00-24.00), diikuti 29% responden berbelanja pada siang hari (pukul 12.30-15.00), 15% responden suka berbelanja pas waktu ngabuburit (pukul 16.00-18.00) sambil menunggu waktu berbuka puasa, 14% responden mengaku lebih suka belanja pada pagi hari (pukul 09.00-11.00), dan 8% responden mengaku suka memanfaatkan waktu setelah sahur sambil menunggu subuh (pukul 03.00-06.00) untuk berbelanja online. “Ini menarik. Dibandingkan pada bulan biasa, umumnya orang jarang belanja di malam hari,” kata Astrid.
Lantas tren perilaku belanja online juga dapat diamati melalui pilihan produk paling banyak dibeli selama Ramadan 2022. Riset Snapcart menunjukkan, fashion dan aksesoris tetap menempati posisi paling tinggi 68%, diikuti sebanyak 49% responden membeli produk-produk makanan dan minuman untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari untuk sahur dan berbuka selama Ramadan. Kemudian sebanyak 45% responden membeli produk kosmetik dan perawatan, sedangkan 31% responden lainnya mengaku membeli peralatan rumah tangga. “Ini sesuai dengan budaya Indonesia, Ramadan dan Lebaran identik dengan memakai baju baru. Produk fashion dan aksesoris pun menjadi peringkat nomor satu,” tambah Astrid.
● Rangkaian Promo Menjadi Daya Tarik Utama di Program Ramadan
Dengan kebutuhan Ramadan yang beragam, promo menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh masyarakat. Melalui survey ini ditemukan 77% responden menjadi Rangkaian Promo Menarik menjadi hal yan paling dicari dalam program yang dihadirkan oleh pemain e-commerce pada bulan Ramadan. “Potongan harga atau penawaran terbaik menjadi salah satu aspek yang menjadi daya tarik utama pada setiap program yang dihadirkan khususnya selama bulan Ramadan,” kata Astrid.
Terbukti dari sebanyak 74% responden mengaku mengetahui program Shopee-Gratis Ongkir Rp 0 Semua Toko, 48% responden mengetahui program Shopee-Cashback 50% 5 Waktu, dan 61% mengetahui program Shopee Serba Seribu. Diikuti dengan program-program promo lain yang diketahui oleh responden, seperti Tokopedia-Cashback Sebar Kumpul Untung Ramadan Ekstra (26%), Tokopedia-Flash Sale Ramadan Ekstra Diskon Kilat (38%), Lazada-Gratis Ongkir Ramadan Festival (19%), dan Lazada-Diskon Langsung Ramadan Festival (15%).
Data-data di atas menunjukkan bahwa Shopee menjadi unggulan selama Ramadan, dimana terlihat melalui survey bahwa 77% responden memilih Shopee sebagai e-commerce yang paling sering digunakan untuk berbelanja persiapan dan kebutuhan selama bulan Ramadan. Hasil ini diikuti Tokopedia (19%) dan Lazada (4%).
Lihat Juga :