CERMIN: Maverick 36 Tahun Kemudian
Sabtu, 28 Mei 2022 - 18:10 WIB
loading...
Maverick dalam film Top Gun: Maverick menghadapi tantangan yang berbeda setelah 36 tahun berlalu sejak film pertamanya. Foto/Paramount Pictures
A
A
A
JAKARTA - Tahun 1986. Reaktor nuklir Chernobyl meledak. AIDS mulai masuk ke Indonesia. Film Top Gun dirilis dan saya masih kelas 3 SD.
Saya membayangkan diri saya sebagai Misa Matsushima, pilot perempuan jet tempur pertama Jepang. "Semenjak saya menonton film tersebut, saya mengagumi posisi sebagai pilot jet tempur," kata warga asli Yokohama itu.
Siapa yang tak kagum dengan keberanian pilot jet tempur itu bertarung nyawa, sikap mereka yang cenderung memberontak yang tentunya menarik bagi anak muda. Dan tentu saja ada faktor Tom Cruise.
Pada 36 tahun lalu, Top Gunmenghipnosis banyak orang. Saya menontonnya bertahun-tahun kemudian ketika sudah menginjak bangku SMA, dengan menyewa VHS untuk ditonton bersama teman-teman terdekat saat akhir pekan. Menginap bersama.
![CERMIN: Maverick 36 Tahun Kemudian]()
Foto: Paramount Pictures
Hampir satu dekade berlalu, daya hipnosisnya masih sangat kuat. Saya sempat tertarik ingin masuk sekolah pilot, tapi apa daya tinggi badan tak menunjang. Saya mengubur mimpi, tapi tak demikian halnya dengan Misa yang akhirnya bisa melanjutkan pendidikan di Akademi Pertahanan Nasional Jepang dan lulus pada tahun 2014. Juga banyak pemuda-pemudi lain di seluruh dunia yang akhirnya bisa mewujudkan mimpinya menerbangkan pesawat jet tempur di angkasa.
Sosok Maverick-lah yang membuat kita berempati dan mengikuti kisahnya sepanjang 110 menit itu. Kita selalu membayangkan diri kita sebagai sosok pemuda ganteng, cerdas, pemberani dan nekat itu. Dan perempuan mana yang tak suka dengan segala kualitas yang dimiliki Maverick?
Baca Juga: Perbedaan dan Persamaan Top Gun: Maverick dengan Film Pertamanya
Saya membayangkan diri saya sebagai Misa Matsushima, pilot perempuan jet tempur pertama Jepang. "Semenjak saya menonton film tersebut, saya mengagumi posisi sebagai pilot jet tempur," kata warga asli Yokohama itu.
Siapa yang tak kagum dengan keberanian pilot jet tempur itu bertarung nyawa, sikap mereka yang cenderung memberontak yang tentunya menarik bagi anak muda. Dan tentu saja ada faktor Tom Cruise.
Pada 36 tahun lalu, Top Gunmenghipnosis banyak orang. Saya menontonnya bertahun-tahun kemudian ketika sudah menginjak bangku SMA, dengan menyewa VHS untuk ditonton bersama teman-teman terdekat saat akhir pekan. Menginap bersama.

Foto: Paramount Pictures
Hampir satu dekade berlalu, daya hipnosisnya masih sangat kuat. Saya sempat tertarik ingin masuk sekolah pilot, tapi apa daya tinggi badan tak menunjang. Saya mengubur mimpi, tapi tak demikian halnya dengan Misa yang akhirnya bisa melanjutkan pendidikan di Akademi Pertahanan Nasional Jepang dan lulus pada tahun 2014. Juga banyak pemuda-pemudi lain di seluruh dunia yang akhirnya bisa mewujudkan mimpinya menerbangkan pesawat jet tempur di angkasa.
Sosok Maverick-lah yang membuat kita berempati dan mengikuti kisahnya sepanjang 110 menit itu. Kita selalu membayangkan diri kita sebagai sosok pemuda ganteng, cerdas, pemberani dan nekat itu. Dan perempuan mana yang tak suka dengan segala kualitas yang dimiliki Maverick?
Baca Juga: Perbedaan dan Persamaan Top Gun: Maverick dengan Film Pertamanya
Lihat Juga :