Tak Populer di Jepang, 10 Anime Ini Nge-Hit di Negara Lain
Minggu, 05 Juni 2022 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
3. Anime Robot Super karya Go Nagai
![Tak Populer di Jepang, 10 Anime Ini Nge-Hit di Negara Lain]()
Realitas menyedihkan bagi genre robot super adalah, meski menjadi salah satu pilar pendiri anime, sekarang genre ini jadi relik terlupakan di Jepang. Itu adalah kasus bagi banyak judul robot super karya Go Nagai seperti Mazinger Z dan UFO Robo Gendizer. Meski anime ini sudah jadi artefak di Jepang, anime ini tetap menjadi ikon yang disukai di Eropa.
Mazinger Z sangat disukai di Spanyol. Sebuah patung mecha itu dibangun di Cabra del Camp. Sementara, Gendizer dikagumi di Prancis. Steel Jeeg mencuri hati di Italia sampai menjadi bagian inti film They Call Me Jeeg. Padahal, anime ini tidak digubris di Jepang di era 70-an.
2. The Big O
![Tak Populer di Jepang, 10 Anime Ini Nge-Hit di Negara Lain]()
Pada 1999, anime ini tayang perdana di Jepang. Setelah menayangkan 13 dari rencana 26 episode, anime hybrid Mecha dan Neo-Noir ini dibatalkan karena ratingnya buruk. Tapi, masa Roger Smith di Kota Paradigma bernasib lebih baik di luar negeri, terutama di Amerika. Nyatanya, Adult Swim suka anime ini sampai mereka ikut memproduksi season keduanya.
Pada 2003, anime ini kembali dengan 13 episode lagi. Tapi, season baru ini secara tone berubah dari cerita Mecha menjadi lebih filosofis. Banyak yang percaya kalau kegagalan awal serial ini bukan karena kualtasnya, tapi pengaruh Western-nya yang beresonansi lebih baik dengan orang Amerika ketimbang Jepang.
Baca Juga: 10 Serial Anime Populer yang Tumbuh Bersama Penggemar
1. Voltes V
![Tak Populer di Jepang, 10 Anime Ini Nge-Hit di Negara Lain]()
Di masa kejayaannya pada 70-an, anime ini tidak terlalu nge-hit di Jepang. Anime ini adalah serial robot super. Satu-satunya perbedaan yang mencolok adalah pengombinasikan gimmick mecha.
Tapi di Filipina, anime ini jadi ikon revolusioner setelah dilarang pada 1979. Anime ini kemudian diadaptasi sebagai simbol kebebasan dan keadilan oleh rakyat Filipina. Robot raksasa itu masih digunakan sebagai simbol protes.

Realitas menyedihkan bagi genre robot super adalah, meski menjadi salah satu pilar pendiri anime, sekarang genre ini jadi relik terlupakan di Jepang. Itu adalah kasus bagi banyak judul robot super karya Go Nagai seperti Mazinger Z dan UFO Robo Gendizer. Meski anime ini sudah jadi artefak di Jepang, anime ini tetap menjadi ikon yang disukai di Eropa.
Mazinger Z sangat disukai di Spanyol. Sebuah patung mecha itu dibangun di Cabra del Camp. Sementara, Gendizer dikagumi di Prancis. Steel Jeeg mencuri hati di Italia sampai menjadi bagian inti film They Call Me Jeeg. Padahal, anime ini tidak digubris di Jepang di era 70-an.
2. The Big O

Pada 1999, anime ini tayang perdana di Jepang. Setelah menayangkan 13 dari rencana 26 episode, anime hybrid Mecha dan Neo-Noir ini dibatalkan karena ratingnya buruk. Tapi, masa Roger Smith di Kota Paradigma bernasib lebih baik di luar negeri, terutama di Amerika. Nyatanya, Adult Swim suka anime ini sampai mereka ikut memproduksi season keduanya.
Pada 2003, anime ini kembali dengan 13 episode lagi. Tapi, season baru ini secara tone berubah dari cerita Mecha menjadi lebih filosofis. Banyak yang percaya kalau kegagalan awal serial ini bukan karena kualtasnya, tapi pengaruh Western-nya yang beresonansi lebih baik dengan orang Amerika ketimbang Jepang.
Baca Juga: 10 Serial Anime Populer yang Tumbuh Bersama Penggemar
1. Voltes V

Di masa kejayaannya pada 70-an, anime ini tidak terlalu nge-hit di Jepang. Anime ini adalah serial robot super. Satu-satunya perbedaan yang mencolok adalah pengombinasikan gimmick mecha.
Tapi di Filipina, anime ini jadi ikon revolusioner setelah dilarang pada 1979. Anime ini kemudian diadaptasi sebagai simbol kebebasan dan keadilan oleh rakyat Filipina. Robot raksasa itu masih digunakan sebagai simbol protes.
(alv)
Lihat Juga :