Studio Top Gun: Maverick Dituntut atas Kasus Hak Cipta, Pengacaranya yang Juga Melawan Marvel

Selasa, 07 Juni 2022 - 11:08 WIB
loading...
Studio Top Gun: Maverick...
Paramount Pictures yang membuat Top Gun: Maverick dituntut karena dianggap melanggar hak cipta. Foto/Paramount Pictures
A A A
LOS ANGELES - Paramount Pictures dituntut karena dianggap melanggar hak cipta saat memproduksi film Top Gun: Maverick.

Tuntutan datang dari istri dan anak dari mendiang penulis artikel yang menginspirasi film asli Top Gun . Artikelnya dirilis pada 1983, sementara film pertama dirilis pada 1986.

Mereka yang menuntut, yaitu Shosh Yonay dan Yuval Yonay yang tinggal di Israel mengklaim bahwa Paramount Pictures baru menyelesaikan Top Gun: Maverick saat hak cipta telah kembali kepada keluarga Yonay. Mengutip Deadline, hak cipta atas artikel dikembalikan kepada keluarga Yonay pada Januari 2020.

"Meskipun sekuel 2022 jelas-jelas berasal dari artikel, Paramount secara sadar gagal mendapatkan lisensi baru untuk film dan hak tambahan untuk artikel yang dilindungi hak cipta, setelah hak cipta Amerika-nya sudah dikembalikan lagi ke Yonay pada 24 Januari 2020," demikian klaim dari pihak penuntut.

Baca Juga: Alasan Sebenarnya Iceman dalam Top Gun: Maverick Tak Banyak Bicara

Studio Top Gun: Maverick Dituntut atas Kasus Hak Cipta, Pengacaranya yang Juga Melawan Marvel

Foto: Paramount Pictures

Karena klaim pelanggaran tersebut, pihak keluarga Yonay menuntut dihentikannya penayangan dan pendistribusian Top Gun: Maverick di seluruh dunia. Mereka juga menuntut dihentikannya produksi film baru yang mungkin akan dibuat berdasarkan film waralaba itu.

Meski begitu, keluarga Yonay tidak menyebutkan tuntutan angka ganti rugi yang spesifik. Namun mereka meminta setiap pendapatan dan keuntungan yang diperoleh Paramount Pictures atas film Top Gun: Maverick. Mereka juga meminta biaya pengacara dan kepentingan pra-peradilan ditanggung Paramount Pictures.

Baca Juga: Siapa Musuh Top Gun: Maverick dan Mengapa Identitasnya Disembunyikan?

Adapun pengacara yang mewakili keluarga Yonay adalah Marc Toberoff dari Toberoff & Associates. Toberoff juga adalah orang yang mewakili para klien yang melawan Marvel atas hak cipta komik dan karya mereka. Mereka antara lain Steve Ditko, Don Rico, Don Heck, Gene Colan, dan Larry Lieber.

Sementara itu, Paramount Pictures menyangkal tuduhan keluarga Yonay dan akan membela diri atas tuntutan tersebut.
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PN Jakpus Tolak Eksepsi...
PN Jakpus Tolak Eksepsi Mardiono, Gugatan Muktamar PPP Berlanjut ke Pokok Perkara
RUU Hak Cipta Atur Hak...
RUU Hak Cipta Atur Hak Eksklusif Karya Jurnalistik
Polemik RUU Hak Cipta,...
Polemik RUU Hak Cipta, Once PDIP: Perlu Aturan Mengenai Pengawasan Pelaksanaan
Rekomendasi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Berita Terkini
Jadi Atensi Publik,...
Jadi Atensi Publik, Kejaksaan Siapkan 7 Jaksa Senior Kawal Sidang Richard Lee
Bukan Sekadar Cantik,...
Bukan Sekadar Cantik, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Surabaya Tunjukkan Kualitas dan Bakat
Jessica Janie Ungkap...
Jessica Janie Ungkap Kunci Lolos Miss Indonesia 2026, Jadi Diri Sendiri dan Jangan Menyerah
Kejari Tangerang Tegaskan...
Kejari Tangerang Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Dokter Richard Lee di Lapas
Hari Kedua Audisi Miss...
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
Ruben Onsu Pertimbangkan...
Ruben Onsu Pertimbangkan Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Ini Alasannya
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved