World Premiere di Bali, Keluarga Cemara 2 Dapat Standing Applause
Jum'at, 10 Juni 2022 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Masih dalam momen hangat dengan rasa antusias yang memenuhi ruangan, para penonton Keluarga Cemara 2 yang terdiri dari filmmaker dan pegiat film di Balinale membagikan kesan menonton mereka. Di antaranya adalah Fajar Nugros, sutradara dan penulis Indonesia.
“Sebagai anak kedua, saya merasa relate dan merasa bahwa film Keluarga Cemara 2 sangat hangat. Filmnya dengan cerdas mengangkat kisah tentang pencarian keluarga yang hilang. Kalau diminta untuk memberikan satu kata untuk Keluarga Cemara 2, saya bisa bilang film ini adalah neon. Ia menghangatkan dan menerangkan,” papar Fajar Nugros.
“Kita akan dibuat mengingat-ingat lagi, apakah ada janji yang terlupa serta komitmen yang terlewat. Hidup memang soal menepati janji dan komitmen, dalam perjalanan menepatinya kita berhenti sejenak karena hujan, berlindung dalam mobil bekas, dan lagu pun berhenti adalah editing yang cerdas!” tambahnya, memuji.
Sementara Shandy Gasella, seorang penulis dan pengulas film, berpendapat, Keluarga Cemara 2 merupakan lanjutan yang manis dari film pertamanya. "Sang penulis, Irfan Ramli dan Ismail Basbeth, sebagai sutradara berhasil memberikan suguhan yang beda dari film pertamanya," ujar Shandy.
Sedangkan Livia Ramdhanty, seorang ibu sekaligus public figure mengatakan, seluruh cerita dalam film Keluarga Cemara 2 benar-benar terasa relate dan nyata dengan kehidupan yang pernah dialaminya sewaktu kecil. "Dan ke depannya nanti pasti akan ngalamin lagi. Apalagi aku sekarang punya anak perempuan," imbuh Livia.
“Sebagai anak kedua, saya merasa relate dan merasa bahwa film Keluarga Cemara 2 sangat hangat. Filmnya dengan cerdas mengangkat kisah tentang pencarian keluarga yang hilang. Kalau diminta untuk memberikan satu kata untuk Keluarga Cemara 2, saya bisa bilang film ini adalah neon. Ia menghangatkan dan menerangkan,” papar Fajar Nugros.
“Kita akan dibuat mengingat-ingat lagi, apakah ada janji yang terlupa serta komitmen yang terlewat. Hidup memang soal menepati janji dan komitmen, dalam perjalanan menepatinya kita berhenti sejenak karena hujan, berlindung dalam mobil bekas, dan lagu pun berhenti adalah editing yang cerdas!” tambahnya, memuji.
Sementara Shandy Gasella, seorang penulis dan pengulas film, berpendapat, Keluarga Cemara 2 merupakan lanjutan yang manis dari film pertamanya. "Sang penulis, Irfan Ramli dan Ismail Basbeth, sebagai sutradara berhasil memberikan suguhan yang beda dari film pertamanya," ujar Shandy.
Sedangkan Livia Ramdhanty, seorang ibu sekaligus public figure mengatakan, seluruh cerita dalam film Keluarga Cemara 2 benar-benar terasa relate dan nyata dengan kehidupan yang pernah dialaminya sewaktu kecil. "Dan ke depannya nanti pasti akan ngalamin lagi. Apalagi aku sekarang punya anak perempuan," imbuh Livia.
(tsa)
Lihat Juga :