Cerdas Kelola Emosi saat Pandemi

Kamis, 25 Juni 2020 - 13:55 WIB
loading...
A A A
"Yang tidak kalah penting adalah berkontribusi dalam hal apa pun yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko yang mampu menghindarkan kita dari stres, emosi, cemas, dan ketakutan," paparnya.

Ketika manusia berada dalam situasi krisis, manusia tidak dapat langsung menerimanya, tetapi melewati lima tahapan terlebih dulu. Dimulai dari penyangkalan atau melawan terhadap realitas, diikuti rasa marah terhadap situasi, tawar-menawar, kemudian depresi yang jika tidak diobati akan menyebabkan tindakan fatalistik.

Barulah masuk ke tahapan menerima situasi. "Tahapan yang paling ideal ada meaning, di mana kita memaknai bahwa situasi yang terjadi adalah evaluasi terhadap diri sendiri," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Sarwedi memberi catatan, pemerintah sebagai institusi yang paling kompeten dan paham terhadap situasi pandemi Covid-19 sedianya harus memberikan informasi yang transparan dan berdasarkan paradigma sains. (Baca juga: Biaya Perawatan Pasien Covid Per hari Rp10-25 Juta)

Pemerintah juga harus mendisiplinkan diri terhadap kebijakan yang dibuat. Jika masyarakat tidak puas dan tidak percaya terhadap kebijakan pemerintah, masyarakat akan mengalami public distress, bahkan akan memunculkan gerakan sosial (social movement). (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Playing Victim?...
Apa Itu Playing Victim? Dokter Ungkap Dampaknya pada Hubungan dan Kesehatan Mental
HighEnd Magazine Dorong...
HighEnd Magazine Dorong Perempuan Modern Peduli Mental Wellness Lewat HighTea Eksklusif
Tips Mengatasi Doomscrolling,...
Tips Mengatasi Doomscrolling, Kebiasaan Scroll Berita Buruk yang Rusak Kesehatan Mental
Anak Tantrum karena...
Anak Tantrum karena Sosmed Dibatasi? Ini Tips Mengatasinya
Waduh! Lebih dari 700...
Waduh! Lebih dari 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi
Tragedi Siswa SD di...
Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Psikolog Ingatkan Pentingnya Peka pada Emosi Anak
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Wujudkan Ruang Aman...
Wujudkan Ruang Aman bagi Anak, Ibu-Ibu di Bajawa Dibekali Edukasi Pengasuhan dan Kesehatan
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Rekomendasi
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
Berita Terkini
Konten Natural Bersama...
Konten Natural Bersama Kekasih Bikin Mohammad Irfan Makin Dikenal Warganet
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Arie Untung Dorong Sepatu...
Arie Untung Dorong Sepatu Lokal Naik Kelas, Hadir di Mal Bekasi
Terungkap! Hak Asuh...
Terungkap! Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Ternyata Belum Diputus Pengadilan
Menchi Katsu hingga...
Menchi Katsu hingga Takoyaki, Aneka Street Food Jepang Hadir Serentak di 138 Hotel
Mengenali Kondisi Kulit...
Mengenali Kondisi Kulit Kini Bisa Dimulai dari Foto Selfie
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved