5 Film Bertema Mental Health, Nomor 2 tentang Bipolar
Sabtu, 02 Juli 2022 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
4. A Beautiful Mind (2001)
![5 Film Bertema Mental Health, Nomor 2 tentang Bipolar]()
Foto/Imdb
Film A Beautiful Mind terinspirasi oleh kisah nyata John Forbes Nash Jr. dan biografi A Beautiful Mind oleh Sylvia Nasar. Diceritakan ahli matematika John Nash membuat klaim untuk ketenaran ketika dia menemukan teori permainan yang bertentangan dengan teori ekonomi masa lalu selama lebih dari satu abad.
Tetapi ketika pemerintah terus bersaing untuk mendapatkan perhatiannya, skizofrenia paranoidnya yakni penyakit mental di mana seseorang kehilangan kontak dengan kenyataan mulai mengambil kendali penuh. Ini adalah film yang apik tentang mengatasi penyakit mental progresif.
Baca Juga: 5 Artis Film Korea yang Tolak Adegan Ciuman, Nomor 4 Ingin Jadi Suami yang Baik
5. The Perks of Being a Wallflower (2012)
![5 Film Bertema Mental Health, Nomor 2 tentang Bipolar]()
Foto/Imdb
Berdasarkan novel yang ditulis oleh Stephen Chbosky, film ini mengikuti Charlie, seorang siswa sekolah menengah pertama yang agak pemalu dan rentan terhadap kecemasan pada awalnya. Namun, dia berhasil menemukan dirinya saat berteman dengan teman-teman sekolah menengahnya.

Foto/Imdb
Film A Beautiful Mind terinspirasi oleh kisah nyata John Forbes Nash Jr. dan biografi A Beautiful Mind oleh Sylvia Nasar. Diceritakan ahli matematika John Nash membuat klaim untuk ketenaran ketika dia menemukan teori permainan yang bertentangan dengan teori ekonomi masa lalu selama lebih dari satu abad.
Tetapi ketika pemerintah terus bersaing untuk mendapatkan perhatiannya, skizofrenia paranoidnya yakni penyakit mental di mana seseorang kehilangan kontak dengan kenyataan mulai mengambil kendali penuh. Ini adalah film yang apik tentang mengatasi penyakit mental progresif.
Baca Juga: 5 Artis Film Korea yang Tolak Adegan Ciuman, Nomor 4 Ingin Jadi Suami yang Baik
5. The Perks of Being a Wallflower (2012)

Foto/Imdb
Berdasarkan novel yang ditulis oleh Stephen Chbosky, film ini mengikuti Charlie, seorang siswa sekolah menengah pertama yang agak pemalu dan rentan terhadap kecemasan pada awalnya. Namun, dia berhasil menemukan dirinya saat berteman dengan teman-teman sekolah menengahnya.
(dra)
Lihat Juga :