2 Tokoh Inspiratif Ajak Masyarakat Rawat Kesehatan Gigi dan Mulut agar Hidup Berkualitas hingga Usia Lanjut

Minggu, 03 Juli 2022 - 02:50 WIB
loading...
2 Tokoh Inspiratif Ajak Masyarakat Rawat Kesehatan Gigi dan Mulut agar Hidup Berkualitas hingga Usia Lanjut
Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia menggelar acara Bincang Tokoh Inspiratif: Gigi & Mulut Sehat Kunci Hidup Berkualitas dengan menghadirkan Nafsiah Mboi dan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek pada Sabtu (2/7/2022). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menggelar acara Bincang Tokoh Inspiratif: Gigi & Mulut Sehat Kunci Hidup Berkualitas di Jakarta pada Sabtu (2/7/2022). Acara ini menghadirkan dua tokoh inspiratif yang tetap produktif serta memiliki senyum sehat yaitu Nafsiah Mboi dan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek.

Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia Ratu Mirah Afifah menjelaskan, Pepsodent senantiasa mengedepankan edukasi perawatan gigi dan mulut ke seluruh lapisan masyarakat.

"Sejalan dengan pesan yang kami angkat di peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2022 pada Maret lalu, kami bersama PDGI terus menggaungkan pentingnya merawat gigi dan mulut dengan tepat serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi melalui kampanye Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi, Konsultasi Gigi Sekarang,” paparnya.

Kesehatan gigi dan mulut, lanjut Ratu Mirah, berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh dan kualitas hidup hingga lanjut usia. Namun faktanya, perilaku merawat kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik menyebabkan rata-rata di usia 65 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 11 giginya.

"Untuk itu, kami mengajak dua tokoh inspiratif untuk berbagi pengalaman menjalankan perilaku hidup sehat, termasuk kesehatan gigi dan mulut, sehingga mereka tetap memiliki senyum yang sehat dan hidup produktif,” kata Ratu Mirah.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia Usman Sumantri memaparkan, kondisi kesehatan mulut berhubungan dengan kejadian sejumlah penyakit sistemik seperti jantung, ginjal, stroke dan diabetes. Berkaitan pula dengan kualitas hidup seseorang karena dapat memengaruhi kenyamanan ketika makan, tidur, berinteraksi sosial, dan rasa percaya diri, terutama bagi lansia yang telah kehilangan banyak gigi.

"Studi menemukan bahwa mereka cenderung berisiko 48% lebih besar untuk memiliki gangguan fungsi kognitif otak. Selain itu, para lansia yang memiliki 10-19 gigi berpotensi mengalami malnutrisi," ungkapnya.

Maka, sebagai langkah preventif, kata Usman, menyikat gigi dua kali sehari setiap pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur serta berkunjung ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali merupakan rutinitas sederhana yang menjadi kunci untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat dan berkualitas hingga lanjut usia.

Hal ini disetujui oleh Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan periode 2012-2014. “Soal kesehatan gigi dan mulut, setuju sekali dengan drg. Usman bahwa kesehatan gigi dan mulut mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum, begitu pun sebaliknya. Untuk itu, kebiasaan sikat gigi sebelum tidur dan setelah sarapan tentu selalu saya lakukan," kata Nafsiah.

"Bagi saya, kunci hidup sehat salah satunya terletak pada perilaku yang ditanamkan sejak kecil oleh lingkungan keluarga, yang juga diperkuat oleh pendidikan yang didapatkan dari sekolah. Untuk itu usul saya, peran dari Unit Kesehatan Sekolah harus kembali diaktifkan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan periode 2014-2019 juga berbagi pendapat tentang pentingnya merawat gigi.

“Buat saya, kesehatan gigi dan mulut sangat penting, terutama untuk estetika. Tentu jika gigi kurang bagus, kita juga akan segan untuk berbicara dengan orang lain, tidak percaya diri, akhirnya memengaruhi produktivitas," katanya.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1321 seconds (10.55#12.26)