Logitech G Pro X Gaming Headset, untuk Ngegim, Musik, Hingga Conference Call
Minggu, 26 April 2020 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
ISOLASI SUARA
![Logitech G Pro X Gaming Headset, untuk Ngegim, Musik, Hingga Conference Call]()
Dibanding in ear headset atau on ear heatset, model over the ear seperti G Pro X headset memang tidak praktis. Ukurannya besar. Sehingga lebih berat. Juga butuh ruang khusus di atas meja.
Sebagai gantinya, pengguna mendapat 2 keuntungan sekaligus. Isolasi suara dan kenyamanan dipakai. Ini berkat ear pad dari memory foam dari kulit sintetis. Yang ternyata memang efektif mengisolasi dari luar (sehingga banyak digunakan juga di headset gaming). Ini penting agar atlit esport bisa berfokus di turnamen yang berisik.
![Logitech G Pro X Gaming Headset, untuk Ngegim, Musik, Hingga Conference Call]()
Sebaliknya, pengguna awam seperti saya bisa tetap nyaman, misalnya saat kerja di café yang ramai. Sehingga tidak perlu menaikkan volume agar suara terdengar jelas.
KENYAMANAN
![Logitech G Pro X Gaming Headset, untuk Ngegim, Musik, Hingga Conference Call]()
Tidak bisa dibilang terbaik, tapi earpads dan tambahan microsuede di G Pro X menurut saya sangat nyaman. Empuk dan tidak menekan telinga. Sehingga saya bisa menggunakannya relatif lebih lama. Begitu nyamannya, saya tidak perlu beradaptasi tapi hanya butuh 15 menit untuk terbiasa. Yang saya suka adalah karakter over the ear yang menutup sebagian besar telinga. Nyaman.
![Logitech G Pro X Gaming Headset, untuk Ngegim, Musik, Hingga Conference Call]()
Dan ya kulit sintetis, pada akhirnya akan gerah juga. Tapi cukup lama, apalagi di ruangan ber-AC.
DESAIN
![Logitech G Pro X Gaming Headset, untuk Ngegim, Musik, Hingga Conference Call]()
Soal tampilan, menurut saya cukup keren. Tetap terlihat seperti headset gaming. Tapi, tidak berlebihan. Saya tetap pede memakainya di café, tanpa terlihat seperti seorang DJ atau atlet esport “wannabe”. Logo “G” di bagian luar headband simpel dan elegan.
![Logitech G Pro X Gaming Headset, untuk Ngegim, Musik, Hingga Conference Call]()
Logitech G juga mengklaim bahwa bahan aluminium di fork dan besi di headband-nya tahan lama.

Dibanding in ear headset atau on ear heatset, model over the ear seperti G Pro X headset memang tidak praktis. Ukurannya besar. Sehingga lebih berat. Juga butuh ruang khusus di atas meja.
Sebagai gantinya, pengguna mendapat 2 keuntungan sekaligus. Isolasi suara dan kenyamanan dipakai. Ini berkat ear pad dari memory foam dari kulit sintetis. Yang ternyata memang efektif mengisolasi dari luar (sehingga banyak digunakan juga di headset gaming). Ini penting agar atlit esport bisa berfokus di turnamen yang berisik.

Sebaliknya, pengguna awam seperti saya bisa tetap nyaman, misalnya saat kerja di café yang ramai. Sehingga tidak perlu menaikkan volume agar suara terdengar jelas.
KENYAMANAN

Tidak bisa dibilang terbaik, tapi earpads dan tambahan microsuede di G Pro X menurut saya sangat nyaman. Empuk dan tidak menekan telinga. Sehingga saya bisa menggunakannya relatif lebih lama. Begitu nyamannya, saya tidak perlu beradaptasi tapi hanya butuh 15 menit untuk terbiasa. Yang saya suka adalah karakter over the ear yang menutup sebagian besar telinga. Nyaman.

Dan ya kulit sintetis, pada akhirnya akan gerah juga. Tapi cukup lama, apalagi di ruangan ber-AC.
DESAIN

Soal tampilan, menurut saya cukup keren. Tetap terlihat seperti headset gaming. Tapi, tidak berlebihan. Saya tetap pede memakainya di café, tanpa terlihat seperti seorang DJ atau atlet esport “wannabe”. Logo “G” di bagian luar headband simpel dan elegan.

Logitech G juga mengklaim bahwa bahan aluminium di fork dan besi di headband-nya tahan lama.
Lihat Juga :