10 Sekuel Anime yang Bikin Kecewa Para Penggemarnya
Kamis, 07 Juli 2022 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Tapi, ini tidak sama seperti season 2-nya. Banyak yang menyebut season 2 serial ini adalah animasi setengah matang yang jelek dan malas. Pindah dari Madhouse ke JC Staff, animasinya kurang berkualitas jika dibandingkan season pertama. Season 2 ini juga kurang humor atau fokus pada Saitama membuat season 2 ini gagal dengan cepat.
![10 Sekuel Anime yang Bikin Kecewa Para Penggemarnya]()
Foto: ComicBook.com
Ketika season pertamanya dirilis pada 2019, serial ini punya jalan cerita yang sangat menarik. Karakter utamanya, Naofumi Iwatani, punya awal menarik setelah difitnah dan nyaris dibunuh. Season 1 memperlihatkan sepak terjang Naofumi dan bagaimana dia bonding dengan Raftalia dan Filo. Karakter-karakter di serial ini segera menjadi favorit penggemarnya.
Sayang, season 2 anime ini yang telah dinantikan penggemarnya jauh dari harapan. Di sejumlah situs anime, The Rising of the Shield Heroseason 2 dianggap mengecewakan. Sejumlah review menyebut season 2 ini tidak bisa ditonton. Ceritanya dianggap terlalu terburu-buru dan terkesan dipaksakan. Plotnya pun kocar kacir. Penggemar masih berharap season 3 serial ini akan jadi lebih baik.
![10 Sekuel Anime yang Bikin Kecewa Para Penggemarnya]()
Foto: Polygon
Season pertama serial ini sangat populer. Banyak faktor yang mempengaruhi kepopulerannya. Di antarnya adalah temponya yang ketat, misterius, serial menegangkan dengan karakter yang luar biasa dan premis yang menarik. Serial ini berkisah tentang Emma, Ray, dan Norman yang mengetahui kalau panti asuhan tempat mereka tinggal ternyata punya perjanjian dengan iblis.
Tapi, semuanya itu keluar dari jalurnya pada season 2. CloverWorks memilih menghilangkan sejumlah busur cerita, karakter, dan konsep yang muncul di manga. Ini menciptakan versi cerita yang kurang masuk akal bagi penonton anime yang kehilangan banyak konteks. Dua episode terakhirnya benar-benar mengerikan. Emma berhasil menyelesaikan semua masalah dengan keberuntungan acak, yang benar-benar mengesampingkan pemikiran strategis di season sebelumnya.
Baca Juga: 8 Anime Isekai yang Asyik Tanpa Unsur Harem atau Ecchi
![10 Sekuel Anime yang Bikin Kecewa Para Penggemarnya]()
Foto: Gojinshi
Kecuali ada alasan yang benar-benar menarik, adaptasi anime yang mengubah plot itu jarang menjadi ide yang bagus. Inilah yang terjadi pada Tokyo Ghoul. Serial aslinya sukses besar dengan pembangunan dunia kreatif dan pertaruhan sebenarnya yang terasa di antara faksi yang berseteru.
Sayang, sekuelnya justru mengecewakan. Tokyo Ghoul √A mengeksplorasi mengubah arah ceritanya dengan membuat Ken kaneki bergabung Aogiri Tree, organisasi teroris yang berusaha membebaskan Ghoul dengan cara yang keji. Ini bukan adaptasi yang loyal pada cerita dan yang diharapkan penggemar. Tokyo Ghoul: repunya tempo yang mengerikan sehingga tidak ada cerita yang benar-benar beresonansi, dan perjalanan Kaneki berakhir dengan rengekan.
3. The Rising of the Shield Hero

Foto: ComicBook.com
Ketika season pertamanya dirilis pada 2019, serial ini punya jalan cerita yang sangat menarik. Karakter utamanya, Naofumi Iwatani, punya awal menarik setelah difitnah dan nyaris dibunuh. Season 1 memperlihatkan sepak terjang Naofumi dan bagaimana dia bonding dengan Raftalia dan Filo. Karakter-karakter di serial ini segera menjadi favorit penggemarnya.
Sayang, season 2 anime ini yang telah dinantikan penggemarnya jauh dari harapan. Di sejumlah situs anime, The Rising of the Shield Heroseason 2 dianggap mengecewakan. Sejumlah review menyebut season 2 ini tidak bisa ditonton. Ceritanya dianggap terlalu terburu-buru dan terkesan dipaksakan. Plotnya pun kocar kacir. Penggemar masih berharap season 3 serial ini akan jadi lebih baik.
2. The Promised Neverland

Foto: Polygon
Season pertama serial ini sangat populer. Banyak faktor yang mempengaruhi kepopulerannya. Di antarnya adalah temponya yang ketat, misterius, serial menegangkan dengan karakter yang luar biasa dan premis yang menarik. Serial ini berkisah tentang Emma, Ray, dan Norman yang mengetahui kalau panti asuhan tempat mereka tinggal ternyata punya perjanjian dengan iblis.
Tapi, semuanya itu keluar dari jalurnya pada season 2. CloverWorks memilih menghilangkan sejumlah busur cerita, karakter, dan konsep yang muncul di manga. Ini menciptakan versi cerita yang kurang masuk akal bagi penonton anime yang kehilangan banyak konteks. Dua episode terakhirnya benar-benar mengerikan. Emma berhasil menyelesaikan semua masalah dengan keberuntungan acak, yang benar-benar mengesampingkan pemikiran strategis di season sebelumnya.
Baca Juga: 8 Anime Isekai yang Asyik Tanpa Unsur Harem atau Ecchi
1. Tokyo Ghoul

Foto: Gojinshi
Kecuali ada alasan yang benar-benar menarik, adaptasi anime yang mengubah plot itu jarang menjadi ide yang bagus. Inilah yang terjadi pada Tokyo Ghoul. Serial aslinya sukses besar dengan pembangunan dunia kreatif dan pertaruhan sebenarnya yang terasa di antara faksi yang berseteru.
Sayang, sekuelnya justru mengecewakan. Tokyo Ghoul √A mengeksplorasi mengubah arah ceritanya dengan membuat Ken kaneki bergabung Aogiri Tree, organisasi teroris yang berusaha membebaskan Ghoul dengan cara yang keji. Ini bukan adaptasi yang loyal pada cerita dan yang diharapkan penggemar. Tokyo Ghoul: repunya tempo yang mengerikan sehingga tidak ada cerita yang benar-benar beresonansi, dan perjalanan Kaneki berakhir dengan rengekan.
(alv)
Lihat Juga :