Baret Menyerang Pabrik Milik Aji, Saksikan Kisahnya di Sinetron Jalan Langit MNCTV
Jum'at, 08 Juli 2022 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu di Cimande, Tarkim merencanakan penyerangan terhadap padepokan Abah Engkos, dengan cara membuat Abah Engkos keluar dari padepokan.
Setelah kisah langit, berlanjut kisah Suparman Reborn. Episode malam ini bermula ketika Bi Neli dan Tante Leni dihebohkan karena gas kompor mereka bocor, mereka meminta bantuan Suparman untuk membelikan regulator kompor baru.
Suparman bergegas pergi ke pasar, namun dipertengahan jalan Bomber telpon Suparman meminta bantuan untuk membelikan karburator motor untuk customer bengkelnya. Suparman tanpa pikir panjang ia samperin Bomber dan ambil uang lalu pergi ke bengkel alat sparepart. Disisi lain Geng Padi dan Euis pergi bermain petak umpet, kali ini yang kebagian jaga adalah Andi.
Bibi Neli menanyakan ke Ayat kenapa Suparman belum juga kembali. Ayat telpon Suparman ternyata Suparman baru membeli karburator pesanan bomber. Suparman kelupaan membeli regulator pesanan Bibi Neli.
Sementara itu, Bomber yang juga menunggu pesanannya menelpon Suparman, Suparman jelaskan bahwa harus membeli pesanan Bibi Neli terlebih dahulu. Bomber mengingatkan Suparman jika sudah selesai langsung pulang.
Setelah kisah langit, berlanjut kisah Suparman Reborn. Episode malam ini bermula ketika Bi Neli dan Tante Leni dihebohkan karena gas kompor mereka bocor, mereka meminta bantuan Suparman untuk membelikan regulator kompor baru.
Suparman bergegas pergi ke pasar, namun dipertengahan jalan Bomber telpon Suparman meminta bantuan untuk membelikan karburator motor untuk customer bengkelnya. Suparman tanpa pikir panjang ia samperin Bomber dan ambil uang lalu pergi ke bengkel alat sparepart. Disisi lain Geng Padi dan Euis pergi bermain petak umpet, kali ini yang kebagian jaga adalah Andi.
Bibi Neli menanyakan ke Ayat kenapa Suparman belum juga kembali. Ayat telpon Suparman ternyata Suparman baru membeli karburator pesanan bomber. Suparman kelupaan membeli regulator pesanan Bibi Neli.
Sementara itu, Bomber yang juga menunggu pesanannya menelpon Suparman, Suparman jelaskan bahwa harus membeli pesanan Bibi Neli terlebih dahulu. Bomber mengingatkan Suparman jika sudah selesai langsung pulang.
Lihat Juga :