Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Dorong Desa Wisata di Bali Terapkan Prinsip Berkelanjutan
Selasa, 12 Juli 2022 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Salah satunya dengan program desa wisata berkelanjutan yang menjadi salah satu program kunci dari Kemenparekraf. Di mana sesuai RPJMN 2020 - 2024 sendiri ditargetkan ada 244 desa wisata yang maju dan mandiri hingga akhirnya tersertifikasi berkelanjutan.
Pada Selasa 12 Juli 2022 ini sudah melebihi target, di mana sebanyak 293 desa wisata masuk dalam kategori maju dan mandiri. Akan tetapi yang menjadi pengingat adalah sertifikasi, karena baru 33 desa wisata yang tersertifikasi berkelanjutan.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Kemenparekraf Berkomitmen Turut Atasi Isu Iklim Melalui Ekowisata
Oleh karena itu, Angela menyebut kolaborasi dengan berbagai pihak perlu lebih diperkuat lagi. Hal ini bertujuan untuk mendorong desa-desa wisata tersertifikasi berkelanjutan, sehingga bisa naik kelas dan semakin unggul.
"Selain itu saya kira kita bisa kembangkan berbagai event, kita bisa kolaborasikan promosi bersama dan penggunaan teknologi, dan penguatan standar layanan yang meningkatkan praktik usaha lebih berkelanjutan lingkungan, melestarikan kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat setempat," ujar Angela.
Dia menegaskan dan yang paling penting, pada akhirnya yang diinginkan agar desa-desa wisata itu menjadi desa wisata mandiri, khususnya mandiri secara ekonomi, bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat setempat. Selain itu, dapat membiayai pelestarian yang dibutuhkan.
Di sisi lain, Angela mengapresiasi tiga desa wisata di kawasan aliran sungai OOS Bali yang sudah masuk platform Jadesta yaitu Desa Batuan, Desa Sayan, dan Desa Taro. Dari salah satu desa wisata tersebut sudah ada yang mendapatkan sertifikasi di 2021 yaitu Desa Taro.
Pada Selasa 12 Juli 2022 ini sudah melebihi target, di mana sebanyak 293 desa wisata masuk dalam kategori maju dan mandiri. Akan tetapi yang menjadi pengingat adalah sertifikasi, karena baru 33 desa wisata yang tersertifikasi berkelanjutan.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Kemenparekraf Berkomitmen Turut Atasi Isu Iklim Melalui Ekowisata
Oleh karena itu, Angela menyebut kolaborasi dengan berbagai pihak perlu lebih diperkuat lagi. Hal ini bertujuan untuk mendorong desa-desa wisata tersertifikasi berkelanjutan, sehingga bisa naik kelas dan semakin unggul.
"Selain itu saya kira kita bisa kembangkan berbagai event, kita bisa kolaborasikan promosi bersama dan penggunaan teknologi, dan penguatan standar layanan yang meningkatkan praktik usaha lebih berkelanjutan lingkungan, melestarikan kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat setempat," ujar Angela.
Dia menegaskan dan yang paling penting, pada akhirnya yang diinginkan agar desa-desa wisata itu menjadi desa wisata mandiri, khususnya mandiri secara ekonomi, bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat setempat. Selain itu, dapat membiayai pelestarian yang dibutuhkan.
Di sisi lain, Angela mengapresiasi tiga desa wisata di kawasan aliran sungai OOS Bali yang sudah masuk platform Jadesta yaitu Desa Batuan, Desa Sayan, dan Desa Taro. Dari salah satu desa wisata tersebut sudah ada yang mendapatkan sertifikasi di 2021 yaitu Desa Taro.
Lihat Juga :