CERMIN: Nyeri yang Membunuh Amerika

Rabu, 13 Juli 2022 - 13:45 WIB
loading...
CERMIN: Nyeri yang Membunuh...
Dopesick menceritakan kepedihan orang-orang yang menjadi korban skandal farmasi di Amerika. Foto/Disney+
A A A
JAKARTA - Tahun 1996. Saya memulai menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Dan Purdue Pharma memulai ambisinya menjadi perusahaan farmasi terbesar di dunia dengan memperkenalkan OxyContin.

Setelah 20 tahunan dipasarkan secara agresif, pereda nyeri yang lebih populer disebut sebagai Oxy itu telah membunuh lebih dari 200 ribu orang di Amerika. Padahal awalnya pil pereda nyeri itu diklaim “kurang dari 1% menyebabkan kecanduan”.

Beth Macy membongkar skandal paling memalukan dalam sejarah farmasi Amerika itu dalam bukunya berjudul Dopesick: Dealers, Doctors, and the Drug Company that Addicted America. Kita bergidik ketika Macy membawa ppembaca mengikuti kisah seorang ibu yang kehilangan anaknya hanya karena keserakahan dari perusahaan farmasi.

Ada kisah sedih dari orang tua yang kehilangan anaknya, kemarahan dari saudara yang ditinggalkan kakak/adiknya hingga garda depan masyarakat seperti polisi yang cenderung kebingungan menghadapi epidemi ini.

Yang paling menarik dari serial Dopesickyang tayang di Disney+ Hotstar ini adalah bahwa ceritanya juga berkutat pada seorang dokter yang awalnya meresepkan obat itu ke pasiennya hingga akhirnya jatuh ke dalam lingkaran setan pecandu. Samuel Finnix, seorang dokter yang sangat dihormati di masyarakat, dengan mudah berubah dan dianggap menjadi sampah masyarakat ketika ia menjadi pecandu dan tak bisa mengendalikan dirinya. Ia tak hanya kehilangan pekerjaannya sebagai dokter, tapi juga kehilangan harga dirinya.

CERMIN: Nyeri yang Membunuh Amerika

Foto: Disney+

Kita juga melihat Betsy Mallum, seorang pekerja tambang, yang awalnya diresepkan oleh Samuel untuk mengonsumsi Oxy demi meredakan nyeri. Perlahan tapi pasti, Betsy mengalami kecanduan yang tak hanya mengguncang hidupnya, tapi juga mengguncang keluarganya, terutama ibunya.

Dalam kasus yang mirip, saya melihat sendiri adik saya berkenalan dengan obat-obatan terlarang ketika masih menginjak kelas 1 SMP. Kematian ibu saat kami masih membutuhkan kasih sayangnya membuat dunia kami terbalik.

Kami berdua berubah menjadi pribadi yang berbeda. Adik saya melampiaskannya pada perilaku kecanduan dan akhirnya mengakhiri hidupnya pada usia 27.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jebakan di Balik Layar...
Jebakan di Balik Layar Kaca: 7 Juta Akun Streaming Jadi Dagangan, Puluhan Akun Disney+ Indonesia Ikut Jadi Korban
Stop Nonton Situs Dewasa,...
Stop Nonton Situs Dewasa, Ini 10 Link Streaming Film Lulus Sensor di Indonesia
Love Scout Episode 9...
Love Scout Episode 9 Tidak Tayang, SBS Siapkan Siaran Spesial
Rekomendasi
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Berita Terkini
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Kenapa Sering Sakit...
Kenapa Sering Sakit Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Penjelasan dr. Gia Pratama
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 6: Konflik Memuncak! Jaka Jual Aset Mertua, Rumah Tangga Mila di Ujung Tanduk
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Netizen Auto Heboh!...
Netizen Auto Heboh! Nathalie Holscher dan Aripat Kompak Main 'Hitung Mundur'
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved