Herstori by Esensia Besutan Nina Nugroho Hadirkan Ruang Pamer di Sarinah
Sabtu, 23 Juli 2022 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
Herstori by Esensia memiliki ruang pamer di lantai 2 Sarinah yang kini memiliki wajah baru.
Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati mengatakan, Sarinah adalah representasi etalase produk dalam negeri karena menempati posisi strategis di jantung Kota Jakarta. Dicanangkan pada 17 Agustus 1962 dengan luas awal 28.864 m2, kini Sarinah menempati area seluas 32.506,6 m2, lengkap dengan ruang terbuka hijau yang sengaja dihadirkan sebagai spot bersantai, menikmati pertunjukan musik, dan berbagai kegiatan oleh para pengunjung.
Meski tampil modern, namun ruh Sarinah untuk menjaga keutuhan warisan para pendiri bangsa tetap dipertahankan dengan etnik dan budaya yang kental, terutama interior gedung, dengan sentuhan modern yang estetik.
“Bicara mengenai Sarinah, yaitu sebagai department store pertama di Indonesia, pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, dan gedung pencakar langit pertama di Indonesi. Secara sejarah saja sudah sangat kaya, bahwa saat itu Presiden Soekarno membangun Sarinah dengan maksud agar mempunyai wadah untuk mempromosikan produk-produk Indonesia yang dihasilkan oleh masyarakat agar menjadi pelepor ekonomi kerakyatan,” papar Fetty dalam acara Nina Nugroho Solution #gerakanakuberdaya belum lama ini.
Fetty menambahkan, per Juni 2022, Sarinah telah menggandeng 500 mitra usaha dan memiliki cabang di enam titik yaitu Sarinah De Braga – Bandung, Sarinah Banyumanik – Semarang, Sarinah Basuki Rahmat – Malang, Sarinah Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, Bandara Soekarno Hatta – Cengkareng, dan Bandara Syamsudin Noor – Banjarmasin.
Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati mengatakan, Sarinah adalah representasi etalase produk dalam negeri karena menempati posisi strategis di jantung Kota Jakarta. Dicanangkan pada 17 Agustus 1962 dengan luas awal 28.864 m2, kini Sarinah menempati area seluas 32.506,6 m2, lengkap dengan ruang terbuka hijau yang sengaja dihadirkan sebagai spot bersantai, menikmati pertunjukan musik, dan berbagai kegiatan oleh para pengunjung.
Meski tampil modern, namun ruh Sarinah untuk menjaga keutuhan warisan para pendiri bangsa tetap dipertahankan dengan etnik dan budaya yang kental, terutama interior gedung, dengan sentuhan modern yang estetik.
“Bicara mengenai Sarinah, yaitu sebagai department store pertama di Indonesia, pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, dan gedung pencakar langit pertama di Indonesi. Secara sejarah saja sudah sangat kaya, bahwa saat itu Presiden Soekarno membangun Sarinah dengan maksud agar mempunyai wadah untuk mempromosikan produk-produk Indonesia yang dihasilkan oleh masyarakat agar menjadi pelepor ekonomi kerakyatan,” papar Fetty dalam acara Nina Nugroho Solution #gerakanakuberdaya belum lama ini.
Fetty menambahkan, per Juni 2022, Sarinah telah menggandeng 500 mitra usaha dan memiliki cabang di enam titik yaitu Sarinah De Braga – Bandung, Sarinah Banyumanik – Semarang, Sarinah Basuki Rahmat – Malang, Sarinah Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, Bandara Soekarno Hatta – Cengkareng, dan Bandara Syamsudin Noor – Banjarmasin.
(tsa)
Lihat Juga :