Begini Tanggapan Psikolog terkait Fenomena Citayam Fashion Week yang Sedang Viral
Sabtu, 23 Juli 2022 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
"Remaja senantiasa menghayati dirinya berada dalam spotlight. Seolah, dirinya adalah pusat dari dunia terkait cara berpikir yang cenderung egosentris. Normal? Ya, untuk remaja! Meski sebetulnya merupakan hasil distorsi kognitif," tutur Rosalina seperti dikutip dari akun Instagram-nya, Sabtu (23/7/2022).
Dia menyebutkan, seseorang yang ingin tampak pada ranah publik butuh dikelola. Mengenakan fashion item terbaik dalam versi subyektif si individu tentunya. Terlihat dalam versi yang diinginkan, di mata orang lain, menjadi sebuah citra diri. Begitu citra tadi diunggah di media sosial, dampaknya bisa menjadi viral.
"Saat viral, tak hanya dekat dengan popularitas secara sosial juga dekat dengan sukses finansial. Anak muda Citayam dan 'SCBD' sadar akan nilai ekonomi dirinya," katanya lagi.
Rosalina mengutarakan, dengan viralnya remaja itu mereka akan membuka diri untuk endorsement, undangan podcast, kolaborasi, dan undangan wawancara lainnya. Termasuk berjalan di catwalk 'zebra cross' bersama sejumlah tokoh, model, influencer, public figure, hingga selebritas.
"Dalam teori Sociometer-nya Mark Leary, penghayatan akan diri yang sukses dan populer mendongkrak self-esteem alias perasaan diri berharga," terangnya.
Dia menyebutkan, seseorang yang ingin tampak pada ranah publik butuh dikelola. Mengenakan fashion item terbaik dalam versi subyektif si individu tentunya. Terlihat dalam versi yang diinginkan, di mata orang lain, menjadi sebuah citra diri. Begitu citra tadi diunggah di media sosial, dampaknya bisa menjadi viral.
"Saat viral, tak hanya dekat dengan popularitas secara sosial juga dekat dengan sukses finansial. Anak muda Citayam dan 'SCBD' sadar akan nilai ekonomi dirinya," katanya lagi.
Rosalina mengutarakan, dengan viralnya remaja itu mereka akan membuka diri untuk endorsement, undangan podcast, kolaborasi, dan undangan wawancara lainnya. Termasuk berjalan di catwalk 'zebra cross' bersama sejumlah tokoh, model, influencer, public figure, hingga selebritas.
"Dalam teori Sociometer-nya Mark Leary, penghayatan akan diri yang sukses dan populer mendongkrak self-esteem alias perasaan diri berharga," terangnya.
Lihat Juga :