9 Avengers yang Melakukan Kesalahan dengan Konsekuensi Besar
Jum'at, 29 Juli 2022 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Jentikan jari Thanos berdampak pada semua orang, terutama mereka yang anggota keluarganya menjadi korban. Ini pula yang terjadi pada Clint Barton alias Hawkeye. Dia kehilangan istri dan anaknya dalam peristiwa jentikan jari Thanos itu. Saat itu terjadi, Clint seharusnya sedang menikmati masa pensiunnya.
Clint kemudian mengasumsikan identitasnya sebagai Ronin. Dia merasa, seharusnya hanya orang-orang jahat yang layak terkena jentikan jari Thanos. Baik Light Yagami dari Death Note, Ronin pergi keliling dunia untuk membunuh anggota kartel narkoba, mafia, hingga Yakuza. Rangkaian kampanye pembunuhannya ini berakibat fatal. Ronin menciptakan musuhnya sendiri dan itu harus dibayar Clint di serial Hawkeye.
![9 Avengers yang Melakukan Kesalahan dengan Konsekuensi Besar]()
Foto: CinemaBlend
Tidak ada yang lebih buruk ketimbang depresi akibat trauma. Thor mengalami semua itu di babak akhir Fase 3 MCU. Thor kehilangan ibunya akibat dibunuh Dark Elf, ayahnya kemudian meninggal dunia, kakaknya, Hela, mengamuk dan Asgard terpaksa dihancurkan, lalu, adiknya, Loki, dibunuh Thanos. Yang lebih membuat Thor putus asa lagi, dia gagal membunuh Thanos. Alih-alih memenggal kepala Mad Titan, dia malah menusuk jantungnya. Thanos akhirnya berhasil menjentikkan jarinya.
Putus asa dan berduka, Thor akhirnya menutup dirinya. Dia jarang keluar rumah, selain mengambil stok bir, dan pekerjaannya hanya makan, minum, mabuk, serta main game. Semuanya itu membuat dampak besar bagi dirinya. Thor yang kekar dan bugar berubah menjadi Thor berbadan gendut yang tidak lagi percaya diri. Beruntung, dia bertemu lagi dengan teman-teman yang selalu mendukungnya. Pertemuannya dengan ibunya di masa lalu membuat kepercayaan dirinya kembali.
![9 Avengers yang Melakukan Kesalahan dengan Konsekuensi Besar]()
Foto: Inside the Magic
Terungkapnya identitas Peter Parker sebagai Spider-Man membuat Peter pusing tujuh keliling. Dia pun berusaha mencari bantuan untuk membuatnya keluar dari masalah itu. Dia kemudian pergi menemui Doctor Strange. Dia meminta penyihir itu untuk memantrai semua orang agar lupa kalau dia adalah Spider-Man.
Alih-alih membiarkan Strange merapal mantra, Peter malah terus menerus menginterupsi Strange sehingga Strange gagal fokus. Akibatnya, mantra itu malah berujung kekacauan. Multiverse terbuka dan musuh Spider-Man dari semesta lain masuk lini masa utama MCU. Peter pun harus membayar mahal kesalahannya setelah menolak perintah Strange untuk mengirim para penjahat itu ke dunia masing-masing. Bibi May tewas akibat ulahnya.
![9 Avengers yang Melakukan Kesalahan dengan Konsekuensi Besar]()
Foto: Inverse
Wanda adalah salah satu karakter paling tragis di MCU. Dia sudah menderita banyak kehilangan dalam hidupnya. Orangtuanya tewas dalam perang, saudara kembarnya, Pietro, tewas dibunuh Ultron, dan pacarnya, Vision, dibunuh Thanos. Semua ini menjadikannya putus asa.
Keputuasaan ini diwujudkan Wanda dengan membuat realitas buatan di Westview. Dia menjebak orang dan membuat mereka menderita di dalam realitas tersebut. Selama hidup di dalam realitas itu, Wanda sempat “melahirkan” anak kembar. Ketika realitas itu harus selesai, Wanda belum bisa move on. Dia masih mendengar suara anak-anaknya dari semesta lain. Di Doctor Strange in the Multiverse of Madness, Wanda melakukan segalanya, termasuk membunuh banyak orang, demi bisa bersama anak-anaknya itu.
Clint kemudian mengasumsikan identitasnya sebagai Ronin. Dia merasa, seharusnya hanya orang-orang jahat yang layak terkena jentikan jari Thanos. Baik Light Yagami dari Death Note, Ronin pergi keliling dunia untuk membunuh anggota kartel narkoba, mafia, hingga Yakuza. Rangkaian kampanye pembunuhannya ini berakibat fatal. Ronin menciptakan musuhnya sendiri dan itu harus dibayar Clint di serial Hawkeye.
4. Thor

Foto: CinemaBlend
Tidak ada yang lebih buruk ketimbang depresi akibat trauma. Thor mengalami semua itu di babak akhir Fase 3 MCU. Thor kehilangan ibunya akibat dibunuh Dark Elf, ayahnya kemudian meninggal dunia, kakaknya, Hela, mengamuk dan Asgard terpaksa dihancurkan, lalu, adiknya, Loki, dibunuh Thanos. Yang lebih membuat Thor putus asa lagi, dia gagal membunuh Thanos. Alih-alih memenggal kepala Mad Titan, dia malah menusuk jantungnya. Thanos akhirnya berhasil menjentikkan jarinya.
Putus asa dan berduka, Thor akhirnya menutup dirinya. Dia jarang keluar rumah, selain mengambil stok bir, dan pekerjaannya hanya makan, minum, mabuk, serta main game. Semuanya itu membuat dampak besar bagi dirinya. Thor yang kekar dan bugar berubah menjadi Thor berbadan gendut yang tidak lagi percaya diri. Beruntung, dia bertemu lagi dengan teman-teman yang selalu mendukungnya. Pertemuannya dengan ibunya di masa lalu membuat kepercayaan dirinya kembali.
5. Spider-Man

Foto: Inside the Magic
Terungkapnya identitas Peter Parker sebagai Spider-Man membuat Peter pusing tujuh keliling. Dia pun berusaha mencari bantuan untuk membuatnya keluar dari masalah itu. Dia kemudian pergi menemui Doctor Strange. Dia meminta penyihir itu untuk memantrai semua orang agar lupa kalau dia adalah Spider-Man.
Alih-alih membiarkan Strange merapal mantra, Peter malah terus menerus menginterupsi Strange sehingga Strange gagal fokus. Akibatnya, mantra itu malah berujung kekacauan. Multiverse terbuka dan musuh Spider-Man dari semesta lain masuk lini masa utama MCU. Peter pun harus membayar mahal kesalahannya setelah menolak perintah Strange untuk mengirim para penjahat itu ke dunia masing-masing. Bibi May tewas akibat ulahnya.
6. Wanda Maximoff

Foto: Inverse
Wanda adalah salah satu karakter paling tragis di MCU. Dia sudah menderita banyak kehilangan dalam hidupnya. Orangtuanya tewas dalam perang, saudara kembarnya, Pietro, tewas dibunuh Ultron, dan pacarnya, Vision, dibunuh Thanos. Semua ini menjadikannya putus asa.
Keputuasaan ini diwujudkan Wanda dengan membuat realitas buatan di Westview. Dia menjebak orang dan membuat mereka menderita di dalam realitas tersebut. Selama hidup di dalam realitas itu, Wanda sempat “melahirkan” anak kembar. Ketika realitas itu harus selesai, Wanda belum bisa move on. Dia masih mendengar suara anak-anaknya dari semesta lain. Di Doctor Strange in the Multiverse of Madness, Wanda melakukan segalanya, termasuk membunuh banyak orang, demi bisa bersama anak-anaknya itu.
Lihat Juga :