Review dan Sinopsis Film Bullet Train: Seru, tapi Kurang Greget
Rabu, 10 Agustus 2022 - 04:43 WIB
loading...
A
A
A
Semuanya mulai kacau setelah Ladybug berhasil mendapatkan koper itu. Sementara, Lemon dan Tangerine jadi pusing setelah pemuda yang harus mereka antar ke White Death, malah tewas mengenaskan di dalam kereta dan mereka kehilangan koper itu. Di tempat lain, Yuichi bertemu seorang ABG cewek yang mengaku bernama Prince (Joey King).
![Review dan Sinopsis Film Bullet Train: Seru, tapi Kurang Greget]()
Foto: Trending News
Ladybug mengira pekerjaannya selesai dengan mendapatkan koper itu. Dia kemudian bersiap turun dari kereta. Tapi, dia malah disambut kehadiran Wolf, pembunuh asal Meksiko. Tanpa babibu, pembunuh itu menyerang Ladybug. Ladybug pun harus membela diri. Setelah pertemuan dengan Wolf, Ladybug akhirnya menyadari kehadiran Lemon dan Tangerine. Dia memutuskan menemui mereka, tapi waktu itu, hanya Lemon yang ada. Tangerine masih sibuk mencari koper itu.
Di gerbong lain, Yuichi menjadi sandera Prince. Dia tidak tahu niat Prince. Tapi, cewek ABG itu telah mengirim orang untuk mengawasi Wataru. Kalau Yuichi tidak menurutinya, maka nyawa Wataru bisa melayang. Yuichi menebak kalau Prince ingin dia membunuh White Death. Cewek ABG itu pun mengiyakan.
![Review dan Sinopsis Film Bullet Train: Seru, tapi Kurang Greget]()
Foto: IndieWire
Rangkaian demi rangkaian peristiwa pun terjadi di kereta cepat itu. Semuanya bermuara pada satu orang, yaitu White Death, antagonis terakhir di film ini. Di sepanjang film juga diceritakan siapakah sebenarnya White Death dan apa hubungannya dengan sejumlah karkakter yang naik kereta peluru itu.
Sepanjang 2 jam 6 menit, penonton akan disuguhi banyak adegan perkelahian, adegan, dan dialog konyol di antara para karakternya. Film ini juga punya banyak twist dengan satu peristiwa punya kaitan dengan peristiwa lain. Makanya, penonton harus benar-benar mengikuti ceritanya atau bakal ketinggalan.
Sayang, film ini berjalan terlalu pelan untuk membangun cerita. Jadi, akan terasa kurang greget ketika mulai mendekati klimaks. Belum lagi, banyak flashback di film ini. Sejumlah adegan terasa tidak diperlukan hanya karena film ini ingin menciptakan komedi di dalamnya.
Penampilan Hiroyuki Sanada sebagai Tetua adalah salah satu yang menarik di film ini. Dia adalah seorang mantan Yakuza yang juga ayah Yuichi. Kehadiran Hiroyuki menambah nuansa gangster dan samurai di film ini meski dia tidak banyak tampil. Tetua dulunya anggota Yakuza yang dikhianati White Death. Tetua muda diperankan aktor berdarah Indonesia, Yoshi Sudarso.
![Review dan Sinopsis Film Bullet Train: Seru, tapi Kurang Greget]()
The Mary Sue

Foto: Trending News
Ladybug mengira pekerjaannya selesai dengan mendapatkan koper itu. Dia kemudian bersiap turun dari kereta. Tapi, dia malah disambut kehadiran Wolf, pembunuh asal Meksiko. Tanpa babibu, pembunuh itu menyerang Ladybug. Ladybug pun harus membela diri. Setelah pertemuan dengan Wolf, Ladybug akhirnya menyadari kehadiran Lemon dan Tangerine. Dia memutuskan menemui mereka, tapi waktu itu, hanya Lemon yang ada. Tangerine masih sibuk mencari koper itu.
Di gerbong lain, Yuichi menjadi sandera Prince. Dia tidak tahu niat Prince. Tapi, cewek ABG itu telah mengirim orang untuk mengawasi Wataru. Kalau Yuichi tidak menurutinya, maka nyawa Wataru bisa melayang. Yuichi menebak kalau Prince ingin dia membunuh White Death. Cewek ABG itu pun mengiyakan.

Foto: IndieWire
Rangkaian demi rangkaian peristiwa pun terjadi di kereta cepat itu. Semuanya bermuara pada satu orang, yaitu White Death, antagonis terakhir di film ini. Di sepanjang film juga diceritakan siapakah sebenarnya White Death dan apa hubungannya dengan sejumlah karkakter yang naik kereta peluru itu.
Sepanjang 2 jam 6 menit, penonton akan disuguhi banyak adegan perkelahian, adegan, dan dialog konyol di antara para karakternya. Film ini juga punya banyak twist dengan satu peristiwa punya kaitan dengan peristiwa lain. Makanya, penonton harus benar-benar mengikuti ceritanya atau bakal ketinggalan.
Sayang, film ini berjalan terlalu pelan untuk membangun cerita. Jadi, akan terasa kurang greget ketika mulai mendekati klimaks. Belum lagi, banyak flashback di film ini. Sejumlah adegan terasa tidak diperlukan hanya karena film ini ingin menciptakan komedi di dalamnya.
Penampilan Hiroyuki Sanada sebagai Tetua adalah salah satu yang menarik di film ini. Dia adalah seorang mantan Yakuza yang juga ayah Yuichi. Kehadiran Hiroyuki menambah nuansa gangster dan samurai di film ini meski dia tidak banyak tampil. Tetua dulunya anggota Yakuza yang dikhianati White Death. Tetua muda diperankan aktor berdarah Indonesia, Yoshi Sudarso.

The Mary Sue
Lihat Juga :